Empat Rekomendasi Kebijakan
Rekomendasi pertama, pemerintah diminta mencantumkan spesifikasi kalori yang dibutuhkan setiap pembangkit dalam penugasan pasokan domestik. Dengan cara itu, kewajiban penjual tidak hanya diukur dari volume tonase. Kebutuhan teknis pembangkit menjadi dasar penilaian yang lebih akurat.
Rekomendasi kedua, ekspor batu bara kalori menengah dan tinggi dilakukan setelah kebutuhan PLN atas spesifikasi tersebut dipastikan terpenuhi. Rekomendasi ketiga, pemerintah perlu menyiapkan skema harga yang membuat penyaluran ke pembangkit tetap layak secara bisnis bagi pemasok. Tanpa insentif yang memadai, penjual akan mencari pasar lain.
Rekomendasi keempat, prioritas pasokan dinilai tidak perlu berlaku selamanya. Kebijakan itu diperlukan selama proses penyesuaian teknologi pembangkit masih berjalan. Setelah pembangkit siap memakai batu bara kalori rendah, ruang ekspor dapat dibuka kembali secara bertahap. Isu ini melengkapi pembahasan tambang nasional yang juga dibahas dalam analisis harga batu bara di SuaraLutim serta kanal SuaraLutim.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Apa yang Diketahui
Berikut sejumlah hal yang sudah terkonfirmasi dari keterangan lembaga riset dan pemberitaan media nasional. IRESS menyampaikan desakan agar batu bara kalori menengah dan tinggi diprioritaskan untuk pembangkit listrik dalam negeri. Usulan itu disampaikan pada 13 Oktober 2026 dengan alasan kelangkaan cadangan jenis batu bara tersebut.
Harga batu bara untuk kebutuhan kelistrikan dalam negeri melalui skema kewajiban pasar domestik dipatok sekitar 70 dolar AS per ton. Harga ekspor untuk kalori lebih tinggi jauh di atas angka itu. Pemerintah memberi penugasan tambahan 16,8 juta ton batu bara kalori di atas 4.500 kcal/kg kepada PLN hingga Desember 2026.
Volume ekspor batu bara Januari sampai Agustus 2026 turun 9,33 persen menjadi 227,70 juta ton. Nilai ekspor pada periode yang sama naik 4,31 persen menjadi 16,58 miliar dolar AS. Rujukan aturan yang dipakai untuk mengutamakan kebutuhan dalam negeri salah satunya Pasal 158 Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2025.
Apa yang Belum Terkonfirmasi
Pemerintah belum mengumumkan apakah spesifikasi kalori akan dimasukkan ke dalam penugasan pasokan domestik seperti yang diusulkan. Belum ada revisi aturan yang secara khusus mengatur prioritas ekspor berdasarkan tingkat kalori. Sikap resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atas usulan tersebut juga belum disampaikan secara terbuka.
Dampak jangka panjang kebijakan ini terhadap penerimaan negara belum dihitung secara resmi. Penerimaan negara bukan pajak dari sektor mineral dan batu bara memang naik pada 2026, tetapi rinciannya per jenis kalori belum dipublikasikan. Angka ekspor yang tersedia juga baru mencakup periode Januari sampai Agustus.
Kesiapan logistik pemasok untuk memenuhi kebutuhan kalori khusus pembangkit belum dipetakan secara menyeluruh. Sebagian produsen memiliki cadangan kalori tinggi, sebagian tidak. Belum ada data resmi soal jumlah produsen yang mampu memenuhi spesifikasi tersebut secara rutin.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu batu bara kalori menengah dan kalori tinggi?
Batu bara kalori menengah umumnya berukuran sekitar 5.000 kcal/kg, sedangkan kalori tinggi berada di atas 6.000 kcal/kg. Kedua jenis ini dipakai pembangkit untuk pencampuran agar kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan operasional.
Kenapa pemerintah diminta memprioritaskan kebutuhan pembangkit?
Karena cadangan batu bara kalori menengah dan tinggi terbatas, sementara harga ekspornya lebih tinggi daripada harga pasokan domestik. Tanpa prioritas, jenis batu bara itu berisiko habis dijual ke luar negeri dan memicu gangguan pasokan listrik.
Berapa harga batu bara acuan periode pertama Oktober 2026?
Harga acuan untuk kalori 6.322 kcal/kg ditetapkan 122,52 dolar AS per ton, sedangkan kalori 5.300 kcal/kg 90,60 dolar AS per ton. Untuk kalori lebih rendah, acuannya 63,45 dolar AS dan 43,84 dolar AS per ton.


