Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: Kredit Rp40 Triliun untuk Jhonlin

27 Oktober 2026 • zul • 36 kali dibaca
Aktivitas tambang batu bara di Kutai Timur, Kalimantan Timur (ilustrasi)
Consigliere Ivan, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Sumber Pelunasan dari Arus Kas Batu Bara

Bank Mandiri menyatakan hanya memperhitungkan arus kas dari usaha yang sudah berjalan di industri batu bara Jhonlin Group. Sumber utama pelunasan berasal dari operasional perusahaan dan beberapa anak usaha yang dapat memberikan dividen. Entitas itu disebut sebagai operating company yang memperoleh pendapatan dari usaha batu bara.

Kontan menambahkan bahwa bank menguji sensitivitas kemampuan membayar dengan mempertimbangkan pergerakan harga batu bara dan produksi debitur. Uji ini menjadi penting karena harga komoditas menjadi variabel utama dalam arus kas perusahaan tambang dan kontraktor tambang.

Konteks harga ikut relevan. Artikel tentang HBA batu bara Oktober yang mayoritas turun menunjukkan tekanan harga pada periode ini. Sementara itu, diskusi soal acuan harga nikel yang disiapkan Indonesia memperlihatkan upaya pemerintah memperkuat posisi harga komoditas, meski dampaknya terhadap batu bara belum tentu sama.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Pandangan Analis soal Nilai Wajar

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai besaran pinjaman tidak serta merta mencerminkan nilai wajar saham. Penarikan utang adalah kewajiban yang menambah aset sekaligus liabilitas, bukan ekuitas bersih. Karena itu ia menekankan pentingnya arus kas bebas dalam penilaian.

“Nilai wajar saham tetap dihitung berdasarkan kemampuan perusahaan mengoperasikan aset dan menghasilkan arus kas bersih secara berkelanjutan di masa depan, bukan dari seberapa besar pinjaman yang diperoleh,” kata Nafan kepada Kontan, Senin 26 Oktober 2026.

Ia juga mengingatkan bahwa fasilitas kredit dialokasikan untuk kebutuhan grup usaha yang menaungi berbagai lini bisnis, dari pertambangan, perkebunan, hingga manufaktur. Aliran dana ke emiten tertentu seperti JARR dan PGUN akan disesuaikan dengan kebutuhan proyek masing-masing, bukan dibagi rata.

Mengapa Kredit Ini Disorot Pasar

Perhatian pasar muncul karena saham JARR dan PGUN dipakai sebagai agunan. Ketika pemegang saham pengendali menggadaikan sebagian besar kepemilikannya, publik biasanya ingin tahu seberapa besar risiko yang menyertainya. Keterbukaan informasi menjadi satu-satunya cara memperoleh penjelasan resmi.

Faktor kedua adalah ukuran plafon. Kredit Rp40 triliun menempatkan fasilitas ini pada skala yang jarang untuk satu debitur di sektor batu bara. Bagi bank, plafon besar menuntut pencadangan dan pemantauan yang lebih ketat, meski fasilitas yang sudah ditarik baru Rp17 triliun.

Faktor ketiga, isu tata kelola. Pemberian kredit kepada grup usaha yang terafiliasi dengan tokoh publik selalu memicu pertanyaan tentang penilaian risiko. Bank menegaskan telah mengikuti prosedur, tetapi publik menilai transparansi bukan hanya dari pernyataan, melainkan dari dokumen yang dapat diperiksa.

Apa yang Diketahui

Bank Mandiri memberikan plafon kredit Rp40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama, dengan Rp17 triliun sudah digunakan untuk belanja modal dan pembiayaan usaha di industri batu bara. Agunan mencakup aset tetap, aset tidak tetap, saham JARR dan PGUN, serta rekening perusahaan. Rasio kecukupan agunan disebut 150 persen.

Pengungkapan disampaikan kepada BEI dan dikutip media pada 27 Oktober 2026. Bank menyatakan saham berfungsi sebagai sumber pelunasan sekunder, sementara pelunasan utama berasal dari arus kas operasional usaha batu bara. Analis mengingatkan bahwa nilai wajar saham tetap bergantung pada arus kas bebas, bukan pada besar pinjaman.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Jadwal penilaian ulang agunan dan rincian perjanjian kredit tidak dipublikasikan. Komposisi pasti agunan, termasuk porsi nilai saham dibanding aset tetap, juga tidak diungkapkan. Begitu pula nilai buku aset yang dijaminkan.

Dampak kredit terhadap kinerja keuangan Jhonlin Group dan emiten afiliasinya belum bisa dihitung dari informasi yang tersedia. Pasar masih menunggu laporan keuangan berikutnya. Semua angka yang beredar di luar keterbukaan informasi resmi sebaiknya diperlakukan sebagai perkiraan, bukan fakta.

FAQ Seputar Kredit Mandiri ke Jhonlin

Berapa nilai kredit Bank Mandiri kepada Jhonlin Baratama?

Plafon fasilitas kreditnya Rp40 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp17 triliun telah digunakan untuk belanja modal dan pembiayaan usaha di industri batu bara serta usaha penunjangnya.

Apa saja agunan yang dipakai?

Agunan mencakup aset tetap dan aset tidak tetap, termasuk saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), serta rekening perusahaan. Aset non-saham dinilai oleh penilai publik independen.

Apakah kredit ini untuk membeli saham?

Bank Mandiri menyatakan fasilitas bukan untuk aktivitas perdagangan saham. Tujuannya pengembangan usaha, belanja modal, dan pembiayaan perusahaan dalam industri batu bara. Saham hanya diposisikan sebagai sumber pelunasan sekunder dalam struktur agunan.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga