Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: Warga Bahodopi Tukar Sampah Jadi Sembako

19 Oktober 2026 • zul • 21 kali dibaca
Kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park di Morowali, Sulawesi Tengah
Lais Castro (Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)
ASM Group
Iklan

PT Indonesia Morowali Industrial Park atau IMIP melibatkan warga di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program Sembako dari Sampah Anda alias Sembada. Warga menukarkan sampah anorganik rumah tangga dengan kebutuhan pokok bersubsidi. Inisiatif ini menjadi salah satu contoh program tambang nasional yang menyentuh langsung kehidupan warga di lingkar kawasan industri nikel.

Tambang nasional: IMIP ajak warga Bahodopi kelola sampah

Program tersebut difasilitasi Tim Corporate Social Responsibility PT IMIP sebagai bagian dari rangkaian peringatan World Cleanup Day 2026. Kegiatan berlangsung pada 17 Agustus sampai 28 Oktober 2026 di Kecamatan Bahodopi. Tema yang diangkat adalah Beraksi Hari Ini, Budaya Esok Hari.

Section Head Pilar Lingkungan Departemen Community Development dan CSR IMIP, Ferdi Eka Saputra, menyatakan Sembada dirancang agar manfaat pengelolaan sampah bisa dirasakan langsung oleh warga. Menurutnya, pendekatan itu diharapkan membangun kesadaran memilah sampah dari sumbernya. Fokus awalnya adalah limbah konsumsi rumah tangga anorganik yang masih memiliki nilai jual.

Pelaksanaan Sembada dipusatkan selama tiga hari di Desa Bahomakmur, Le-Le, dan Labota. Antusiasme tidak hanya datang dari warga ketiga desa itu, tetapi juga dari warga Desa Dampala, Makarti Jaya, dan Padabaho. Keterlibatan lintas desa menunjukkan isu sampah dianggap relevan oleh banyak warga di sekitar kawasan industri.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Cara kerja program Sembada

Sampah yang dibawa warga dihitung berdasarkan jumlah satuan, lalu dikalikan harga pembelian material di pasaran. Akumulasi nilai itu tidak dibayarkan dalam bentuk uang tunai, melainkan ditukarkan dengan kebutuhan pokok. Setiap warga dapat menukarkan sampahnya dengan paling banyak tiga macam komoditas.

Komoditas yang tersedia antara lain satu kilogram beras, satu liter minyak goreng, dan kopi bubuk. Sebagai contoh, satu botol kaca dihargai Rp500 dalam skema penukaran ini. Cara ini membuat nilai sampah terasa konkret bagi rumah tangga yang biasanya langsung membuang limbah anorganik.

Menurut keterangan IMIP, sembako yang disediakan telah disubsidi 40 sampai 50 persen sehingga lebih terjangkau daripada harga pasar. Selisih harga itu menjadi tambahan insentif bagi warga untuk datang memilah sampah. Skema penukaran memberi nilai tambah pada sampah yang berpotensi dibuang begitu saja.

Berapa sampah yang terkumpul dan berapa nilainya

Selama pelaksanaan program, sampah anorganik yang terkumpul meliputi 133,69 kilogram botol plastik dan 312,38 kilogram kardus. Warga juga menyerahkan 2,86 kilogram kaleng aluminium dan 4,47 kilogram kaleng biasa. Selain itu, tercatat 1.615 botol kaca yang ikut ditukarkan.

Berdasarkan perhitungan harga pembelian material oleh pihak pembeli, nilai ekonomis sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp1.443.500. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa limbah rumah tangga di kawasan itu menyimpan nilai ekonomi yang cukup besar jika dikumpulkan secara terorganisir. Kardus menjadi komponen terbesar dari sisi berat.

Sampah yang terkumpul disalurkan kepada kelompok pengelola di masing-masing desa untuk diproses lebih lanjut. Material tersebut dapat dijual kepada pembeli untuk diolah sebagai bahan baku produksi. Sebagian juga dijual kembali ke pihak lain di area Morowali hingga Makassar dan Surabaya.

Sembako bersubsidi jadi insentif memilah

Paket sembako yang tersalurkan selama kegiatan meliputi 64 kilogram beras dan 36 liter minyak goreng kemasan. Selain itu, ada 48 bungkus gula pasir ukuran setengah kilogram serta 34 kotak teh celup. Warga juga menerima 27 bungkus kopi bubuk, 11 kaleng sarden, mi instan, dan garam.

Pola tukar-menukar seperti ini berbeda dari bantuan sosial biasa karena warga perlu menyetor sampah lebih dulu. Prinsipnya adalah imbalan atas usaha memilah, bukan pemberian cuma-cuma. Karena itu, program ini sekaligus melatih kebiasaan rumah tangga memisahkan limbah sejak dari dapur.

Dari sisi pengelolaan, pemilahan di sumber mempermudah proses lanjutan di bank sampah. Sampah yang sudah terpilah tidak perlu melewati tahap penyaringan yang mahal. Kualitas material yang lebih bersih juga membuat harga jual ke pembeli cenderung lebih baik.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga