Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Nusantara: Emas Pertama Indonesia di Asian Para Games

20 Oktober 2026 • zul • 29 kali dibaca
Suasana kolam Gelora Bung Karno Aquatic Stadium saat Asian Para Games 2018 di Jakarta
Griff88, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Viral nusantara kembali datang dari arena olahraga. Atlet para renang Indonesia Yavianda Maulana Rifky menyumbang medali emas pertama bagi kontingen Merah Putih pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Ia finis tercepat pada nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12 di Nagoya City General Gymnasium, Senin (19/10/2026), dengan catatan waktu 55,34 detik.

Viral Nusantara: Emas Pertama dari Kolam Renang

Medali emas itu menjadi pembuka perolehan emas Indonesia pada hari pertama pertandingan setelah upacara pembukaan. Cabang para renang kembali membuktikan diri sebagai salah satu penyumbang medali andalan kontingen.

Kemenangan tersebut juga tercatat sebagai pengulangan prestasi. Pada Asian Para Games 2022, atlet yang sama sudah naik ke podium tertinggi pada nomor yang sama.

Pengurus kontingen menyebut hasil itu penting untuk menjaga ritme tim. Emas pertama biasanya berpengaruh pada kepercayaan diri atlet di cabang lain yang bertanding pada hari-hari berikutnya.

Tata Atur
Iklan

Asian Para Games edisi kelima ini digelar di Aichi dan Nagoya, Jepang, pada 18 sampai 24 Oktober 2026. Jepang menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya.

55,34 Detik dan Selisih 0,10 Detik

Rifky mencatat waktu 55,34 detik pada final nomor bergengsi tersebut. Ia unggul tipis 0,10 detik atas perenang Uzbekistan, Dmitriy Khorlin, yang mencatat 55,44 detik dan meraih perak.

Perenang tuan rumah, Genki Saito, meraih perunggu dengan waktu 57,54 detik. Selisihnya 2,20 detik lebih lambat dari catatan waktu perenang Indonesia itu.

Posisi keempat ditempati Shamil Shahov dari Qatar dengan 58,81 detik, diikuti Abadi Karimi Jahan dari Iran dengan 58,97 detik. Dua perenang berikutnya dari Chinese Taipei dan Kazakhstan melengkapi urutan final.

Klasifikasi S12 diperuntukkan bagi atlet dengan gangguan penglihatan. Sistem klasifikasi memastikan atlet bertanding melawan lawan dengan tingkat hambatan yang setara.

Target Tujuh Emas dan Sepuluh Besar

Kontingen Indonesia menargetkan tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu pada ajang ini. Target itu disusun berdasarkan evaluasi potensi atlet oleh Komite Paralimpiade Nasional Indonesia.

Chef de Mission kontingen, Reda Manthovani, menyatakan target ditetapkan dengan mempertimbangkan hasil latihan dan capaian kualifikasi. Kriteria yang dipakai mengikuti ketentuan Komite Paralimpiade Asia.

Tujuan akhirnya adalah menembus sepuluh besar klasemen medali. Pemerintah menyatakan dukungan melalui pembinaan jangka panjang, termasuk pemusatan latihan yang berjalan lebih dari satu tahun.

Dukungan itu disampaikan saat pelepasan kontingen. Menurut keterangan resmi, Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan kepada para atlet melalui pejabat yang hadir dalam acara pelepasan.

103 Atlet di 12 Cabang

Indonesia mengirim 103 atlet untuk bertanding di 12 cabang olahraga. Kontingen diberangkatkan ke Jepang pada 13 Oktober 2026, lima hari sebelum upacara pembukaan.

Sebaran cabangnya mencakup para renang, atletik, angkat berat, boccia, dan sejumlah nomor lainnya. Sebagian atlet merupakan pemegang medali pada edisi sebelumnya di berbagai kelas.

Cabang para renang dan atletik secara historis menjadi lumbung medali kontingen. Karena itu, hasil hari pertama di kolam renang dinilai penting sebagai penanda kesiapan tim.

Dari sisi penyelenggaraan, Jepang menyiapkan sejumlah venue khusus dengan fasilitas aksesibilitas. Panitia menempatkan pertandingan di kota Aichi dan Nagoya dengan jadwal harian yang padat.

Peta Medali Sementara

Hingga Senin, 19 Oktober 2026, kontingen Indonesia mengumpulkan satu emas, satu perak, dan enam perunggu. Raihan itu menjadi modal untuk hari-hari berikutnya.

Perak dan perunggu datang dari cabang lain yang bertanding pada hari pertama. Komposisi medali ini membuat Indonesia sudah berada di papan tengah klasemen sementara.

Target tujuh emas berarti kontingen masih harus menambah enam emas pada sisa pertandingan. Jumlah itu menuntut konsistensi atlet di nomor-nomor yang selama ini menjadi andalan.

Klasemen akhir baru akan terlihat setelah seluruh cabang menyelesaikan pertandingan pada 24 Oktober 2026. Posisi sepuluh besar bergantung pada perolehan emas, bukan hanya total medali.

Perolehan pada hari pertama biasanya belum menggambarkan hasil akhir. Sejumlah nomor andalan kontingen baru dipertandingkan pada hari ketiga dan keempat.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga