Proyeksi analis
Analis teknikal di GivTrade, Waleed Said, memperkirakan arah pergerakan yang paling mungkin adalah penurunan lanjutan. Menurutnya, harga emas berpotensi menguji level support di US$3.800 per ons.
Ia menyoroti dua faktor. Harga minyak yang lebih tinggi berarti inflasi lebih tinggi, dan inflasi yang tinggi membuat bank sentral tetap bersikap ketat. Selain itu, aksi jual di sektor teknologi mendorong sebagian investor menjual emas untuk memenuhi margin call.
Capital Economics punya pandangan berbeda soal jangka panjang. Lembaga riset itu memperkirakan harga emas berakhir di US$3.600 per troy ons pada akhir 2027, jauh di bawah konsensus pasar yang memperkirakan sekitar US$4.600 pada kuartal keempat 2027.
Perbedaan proyeksi itu wajar dalam pasar komoditas. Emas dipengaruhi campuran faktor makro, arus dana, dan posisi spekulatif, sehingga rentang prediksinya selalu lebar.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Dampak bagi investor di Indonesia
Bagi investor ritel di Indonesia, penurunan harga global biasanya merambat ke harga emas dalam negeri dengan jeda singkat. Harga emas Antam dan produk tabungan emas mengikuti pergerakan global setelah disesuaikan dengan kurs rupiah.
Karena itu, arah rupiah ikut menentukan. Bila rupiah melemah bersamaan dengan turunnya harga global, penurunan harga emas dalam rupiah bisa lebih kecil dari yang terlihat pada grafik dolar.
Bagi yang membeli untuk kebutuhan jangka panjang, koreksi seperti ini sering dianggap peluang. Namun, perlu diingat bahwa tren penurunan bisa berlanjut, sehingga membeli bertahap lebih aman daripada sekaligus di awal koreksi.
Bagi yang memegang emas sebagai lindung nilai, pekan ini menunjukkan pentingnya porsi alokasi yang wajar. Aset pelindung tetap bisa turun tajam bila faktor makro berbalik arah.
Sejumlah rumah analis menilai volatilitas akan tetap tinggi sampai arah kebijakan suku bunga lebih jelas. Dalam kondisi seperti itu, strategi bertahap lebih sering disarankan daripada menebak titik terbawah.
Apa yang diketahui dan apa yang belum terkonfirmasi
Yang sudah diketahui, emas ditutup di US$3.875,03 per troy ons pada Jumat, turun 3,6 persen dalam sehari dan 3,02 persen dalam sepekan. Level itu disebut terendah dalam lebih dari setahun, dengan perak ikut melemah di bawah US$50 per ons.
Yang belum terkonfirmasi, apakah pekan depan akan terjadi rebound teknikal. Belum ada indikasi resmi mengenai arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat setelah rapat 28 Oktober, dan pasar masih menunggu data ekonomi berikutnya.
Belum ada pula rincian resmi mengenai besaran pembelian emas oleh bank sentral pada Oktober. Data itu biasanya dirilis terlambat dan menjadi salah satu penentu arah harga dalam jangka menengah.
Rincian angkanya dapat dibaca di CNBC Indonesia, Liputan6, dan Utusan Malaysia. Koreksi harga emas dalam negeri pernah kami ulas di artikel harga emas Antam terkoreksi tajam, sementara tekanan di pasar saham teknologi ada di saham teknologi AS jatuh dan Nasdaq anjlok.
FAQ seputar penurunan harga emas
Berapa harga emas pada penutupan Jumat? Emas ditutup di US$3.875,03 per troy ons, turun 3,6 persen dalam sehari menurut data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia.
Mengapa emas turun saat inflasi masih tinggi? Karena inflasi yang tinggi memperkuat ekspektasi suku bunga bertahan lama. Suku bunga tinggi membuat obligasi lebih menarik dibanding emas yang tidak memberi imbal hasil.
Apakah harga emas dalam rupiah ikut turun sebesar itu? Tidak selalu. Harga dalam rupiah dipengaruhi kurs. Bila rupiah melemah, penurunan harga emas dalam rupiah bisa lebih kecil dibanding penurunan dalam dolar.
Baca juga
- Berita Indonesia: IHSG Anjlok 7,03 Persen dalam Sepekan
- Berita Viral: Cisco Serahkan Kode Lama ke Engineer 27 Tahun
- Viral Hari Ini: Claude Max 20x Berganti Nama Jadi Ultra
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.


