Perdebatan di Kalangan Arkeolog
Tidak semua ahli langsung menerima klaim kapal karam tertua di dunia. Jon Henderson dari Universitas Edinburgh menyebut temuan ini menarik dan berpotensi penting, tetapi ia ingin melihat bukti terbit lebih dulu sebelum memberi gelar tertua.
Menurut Henderson, penanggalan berdasarkan perbandingan tembikar tidak selalu akurat. Bentuk dan corak serupa bisa muncul dalam rentang waktu yang panjang, sehingga risiko salah tarikh tetap ada.
Ia juga menilai Kekova bisa jadi sezaman dengan bangkai kapal Dokos di Yunani selatan, bukan otomatis lebih tua. Perbedaan satu sampai dua abad tidak mengubah nilai ilmiah situs ini.
Yang paling disesalkan, tidak ada bahan organik tersisa di lokasi. Padahal data radiokarbon akan sangat membantu memastikan usianya tanpa bergantung pada gaya tembikar.
Laporan New Scientist memuat keberatan itu secara rinci, termasuk catatan bahwa tarikh Kekova dan Dokos bisa saja bersamaan. Karena itu, hasil penelitian ini disebut sudah diterbitkan di jurnal akademik agar bisa diuji peneliti lain. Diskusi ilmiah biasanya berjalan bertahun tahun sebelum satu tarikh disepakati luas.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Rekor Sebelumnya di Dokos dan Uluburun
Sebelum penemuan Kekova, rekor kapal karam tertua dipegang oleh bangkai kapal di lepas Pulau Dokos, Yunani selatan, yang berusia sekitar 4.200 tahun. Selisihnya dengan temuan baru ini tidak besar.
Ada pula bangkai kapal Uluburun dari Zaman Perunggu Akhir yang tenggelam sekitar 1300 sebelum masehi. Muatannya terkenal kaya, mulai dari kayu eboni, gading, telur burung unta, sampai perhiasan dari berbagai budaya.
Untuk kapal karam tertua yang kayunya masih tersisa, rekor dipegang bangkai kapal di Laut Hitam lepas Pantai Bulgaria. Usianya sekitar 2.400 tahun, jauh lebih muda dibanding temuan Kekova.
Di sepanjang pesisir Mediterania Turki, ratusan bangkai kapal sudah ditemukan. Sebagian besar berasal dari periode Romawi dan Bizantium, hanya segelintir yang bisa dilacak sampai Zaman Perunggu.
Apa yang Diketahui
Bangkai kapal ditemukan di lepas Pantai Kekova, Antalya, Turki, pada kedalaman sekitar 30 meter. Muatannya berupa lebih dari 30 amphora dan tiga jangkar batu besar, sementara struktur kayunya sudah hilang.
Penanggalan berbasis gaya dan dekorasi tembikar menempatkannya pada Zaman Perunggu Awal, sekitar 4.400 sampai 4.700 tahun lalu. Tim peneliti meyakini kapal itu berukuran sekitar 10 meter dan mengangkut minyak zaitun atau anggur.
Pengumuman resmi disampaikan Kementerian Kebudayaan Turki pada 14 Oktober 2026. Ekspedisi dipimpin Profesor Hakan Öniz dari Universitas Akdeniz.
Apa yang Belum Terkonfirmasi
Status kapal karam tertua di dunia belum menjadi kesepakatan ilmiah. Sejumlah arkeolog meminta bukti terbit dan data tambahan sebelum menerima klaim itu, terutama karena penanggalan tembikar punya keterbatasan.
Usia pastinya tidak dapat diverifikasi dengan radiokarbon karena tidak ada bahan organik yang tersisa di situs. Selisih usia dengan bangkai kapal Dokos di Yunani juga masih bisa diperdebatkan.
Belum ada keterangan resmi soal rencana konservasi lanjutan dan apakah lokasi itu akan dibuka untuk kunjungan terbatas. Pemerintah Turki menyatakan temuan ini akan terus diteliti.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa usia kapal karam di Kekova?
Para peneliti menaksir usianya 4.400 sampai 4.700 tahun, atau sekitar 2700 sampai 2400 sebelum masehi pada Zaman Perunggu Awal. Tarikh itu dihitung dari perbandingan gaya dan dekorasi tembikar.
Mengapa tidak ada sisa kayu kapalnya?
Kayu mudah lapuk di dasar laut dalam rentang waktu ribuan tahun. Yang bertahan adalah muatan keramik dan jangkar batu, sehingga penanggalan radiokarbon tidak bisa dilakukan.
Apakah ini pasti kapal karam tertua di dunia?
Belum sepenuhnya. Tim peneliti meyakini demikian, tetapi sebagian ahli meminta bukti tambahan karena penanggalan berbasis gaya tembikar tidak selalu presisi dan bisa tumpang tindih antar periode.


