Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Nusantara: Model AI Murah MiniMax dan Mercury 3

20 Oktober 2026 • zul • 28 kali dibaca
Deretan rak server di pusat data yang menopang layanan kecerdasan buatan
Foto: Derrick Coetzee / Wikimedia Commons, CC0
ASM Group
Iklan

Viral nusantara kali ini datang dari persaingan model kecerdasan buatan yang makin murah. Dua rilis terjadi pada 19 Oktober 2026: MiniMax M3.1 Flash dari China dan Mercury 3 dari Inception Labs. Keduanya menawarkan kecepatan tinggi dengan harga pemakaian yang jauh lebih rendah dari generasi sebelumnya. Klaim itu menarik minat pengembang, tetapi sebagian masih menunggu pembuktian pihak ketiga.

Viral Nusantara: Model AI Murah MiniMax dan Mercury 3

MiniMax menyebut M3.1 Flash sebagai model generasi baru untuk tugas agentik. Fokusnya ada pada pekerjaan bertahap seperti menulis kode, mengoperasikan komputer, dan memindahkan data antarsistem. Pengembang mengklaim ada lompatan kemampuan pada empat bidang sekaligus.

Inception memilih jalur berbeda dengan Mercury 3. Model itu memakai pendekatan diffusion yang menghasilkan banyak token sekaligus. Cara kerja itu berbeda dari model autoregresif yang menulis teks satu per satu secara berurutan. Inception menyebut hasilnya sebagai model diffusion paling mumpuni yang pernah dirilis.

Kedua rilis menyasar kebutuhan yang sama, yaitu menekan biaya menjalankan tugas otomatis. Pada pekerjaan yang melibatkan puluhan hingga ratusan pemanggilan alat, harga per token menentukan kelayakan usaha. Karena itu perang harga di lapisan model berdampak langsung pada ongkos produksi layanan digital.

Tata Atur
Iklan

MiniMax M3.1 Flash dan Klaim Tiga Kali Lebih Cepat

Dalam pengumuman resminya, MiniMax menyatakan inferensi daring hampir tiga kali lebih cepat dari generasi sebelumnya. Perusahaan juga mengklaim biaya tugas agentik turun 70 persen. Konteks modelnya mencapai satu juta token tanpa biaya tambahan.

Kecepatan keluaran yang dilaporkan berada di atas 200 token per detik dengan median di atas 170. Angka itu berlaku pada kondisi pengujian yang dijelaskan pengembang. Model tersedia melalui API MiniMax, langganan M Plan, dan aplikasi MiniMax Code.

Laporan Momenta Media menyebut harga masukan disebut sekitar satu yuan per juta token. Perusahaan tidak menyebut model pembanding yang dipakai menghitung penghematan 70 persen. Cara pengukuran penghematan itu juga tidak diuraikan secara rinci.

Pengguna lama perlu bersiap bermigrasi. Permintaan pada langganan M Plan dan Token Plan dialihkan ke model baru. Dua model generasi sebelumnya dijadwalkan pensiun pada 18 November 2026, memberi waktu sekitar satu bulan untuk penyesuaian integrasi.

Benchmark yang Baru Diungkap Sebagian

MiniMax mempublikasikan sejumlah skor dari pengujian internalnya. Nilai untuk BankerToolBench disebut 76,2, DeepSWE v1.1 sebesar 73,7 persen, OSWorld V2 sebesar 61,7, dan CyberGym 82 persen. Ada pula skor Automation-Bench 62,8 yang beredar di komunitas pengembang.

Ulasan Tech Insider mencatat belum ada skor benchmark independen saat peluncuran berlangsung. Angka yang dipromosikan berasal dari materi perusahaan, bukan dari papan skor pihak ketiga. Karena itu, klaim tersebut perlu dibaca sebagai klaim vendor.

Pengujian anonim sebelum rilis menjadi nilai tambah tersendiri. Model ini disebut diuji tanpa label dengan nama Space Bunny dan memproses lebih dari 200 triliun token. Volume pemakaian itu memberi gambaran tentang beban kerja nyata yang pernah dilaluinya.

Mercury 3 dan Pendekatan Diffusion

Mercury 3 memakai arsitektur diffusion yang memproses seluruh urutan secara paralel. Model mulai dari rancangan acak, lalu menyempurnakan semua posisi dalam beberapa langkah. Pendekatan itu membuat koreksi bisa dilakukan pada posisi mana pun sebelum keluaran final.

Menurut Inception, model ini lebih dari 40 kali lebih besar dari Mercury pertama. Konteksnya naik menjadi satu juta token dari 260 ribu pada Mercury 2.5. Perusahaan menyebut proses penskalaan diffusion tidak membawa penalti kecepatan sebesar model autoregresif.

Model itu dapat diakses melalui API Inception, OpenRouter, Baseten, dan Vercel. Antarmuka pemrogramannya kompatibel dengan API OpenAI sehingga migrasi relatif mudah. Perubahan alamat dasar layanan menjadi langkah utama bagi pengembang yang ingin mencobanya.

Klaim 1.068 Token per Detik dan Pengukuran Nyata

Inception mengklaim kecepatan 1.068 token per detik pada unit pemroses grafis tertentu. Klaim itu disandingkan dengan perkiraan kecepatan dua model pesaing yang jauh lebih rendah. Harga jualnya juga diposisikan lebih murah pada masa perkenalan.

Pengukuran explainX di OpenRouter menunjukkan angka berbeda. Median keluaran yang terpantau berada di sekitar 254 token per detik pada satu penyedia. Latensi mediannya sekitar 1,91 detik setelah beberapa hari lalu lintas awal.

Selisih antara klaim dan pengukuran itu wajar terjadi. Uji vendor biasanya memakai perangkat dan konfigurasi terbaik, sedangkan layanan publik berbagi kapasitas. Bagi pengguna, angka yang penting adalah kecepatan pada layanan yang benar-benar dipakai.

Kualitas keluaran juga tetap menjadi pertimbangan. Kecepatan tinggi tidak berguna bila hasilnya perlu banyak perbaikan. Uji coba pada pekerjaan nyata menjadi cara paling aman menilai kecocokan model.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga