Jalur Alternatif Bogor-Depok Ikut Terendam
Banjir tidak hanya menggenangi permukiman. Jalan Raya Alfalah Cikaret di Kecamatan Cibinong juga terendam. Ketinggian air di ruas itu mencapai 45 sampai 50 sentimeter. Jalan tersebut merupakan jalur alternatif penghubung Bogor menuju Depok.
Akibat genangan, kendaraan sempat tidak bisa melintas. Petugas menyebut penyebabnya hujan intensitas tinggi dan pendangkalan saluran drainase. Setelah air surut, jalan kembali dapat dilalui dari kedua arah. Belum ada laporan kerusakan infrastruktur akibat genangan tersebut.
Genangan juga dilaporkan di Jalan Mayor Oking, Cibinong. Beberapa sepeda motor dilaporkan mogok karena menerobos air. Kejadian itu menambah panjang daftar titik rawan banjir di kawasan tersebut. Warga diminta memilih jalur lain saat hujan deras.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Penyebab: Debit Air dan Drainase
Ada dua faktor yang disebut petugas sebagai penyebab. Pertama, debit air Kali Sugu Tamu meningkat tajam setelah hujan deras. Kedua, saluran drainase di beberapa titik mengalami pendangkalan. Kombinasi keduanya membuat air tidak tertampung dan meluap ke jalan serta permukiman.
Faktor ketiga adalah kondisi tanggul yang tidak lagi mampu menahan tekanan. Tembok pembatas jebol sepanjang sekitar sembilan meter. Bagian yang runtuh menjadi jalur utama masuknya air ke kawasan perumahan. Petugas belum memastikan apakah tanggul mengalami penurunan kualitas sebelum peristiwa.
Persoalan drainase memang berulang di kawasan perkotaan yang padat. Pendangkalan membuat kapasitas saluran menurun dari waktu ke waktu. Tanpa pemeliharaan rutin, hujan dengan intensitas sedang pun bisa memicu genangan. Karena itu, perbaikan saluran dinilai sama pentingnya dengan perbaikan tanggul.
Penanganan dan Kondisi Terkini
Tim BPBD melakukan penyedotan air di rumah warga yang masih tergenang. Proses itu berjalan sejak sore hingga malam. Warga juga mulai membersihkan rumah secara mandiri setelah air surut. Petugas mencatat tidak ada kebutuhan evakuasi besar dalam peristiwa ini.
Pemerintah kabupaten belum merinci bantuan yang akan disalurkan. Biasanya, setelah kaji cepat selesai, pemerintah daerah menyiapkan bantuan logistik dan bahan pembersih. Warga diharapkan melapor bila menemukan kerusakan struktur rumah. Pendataan itu diperlukan untuk penyaluran bantuan berikutnya.
Peristiwa banjir di Bogor ini menambah daftar kejadian serupa di berbagai daerah. Sebelumnya, banjir juga dilaporkan di sejumlah wilayah lain dengan karakter berbeda, seperti yang pernah diberitakan SuaraLutim soal banjir yang memicu evakuasi warga dan dampak banjir bagi lahan pertanian. Pola musim hujan dengan curah hujan tinggi membuat kesiapan infrastruktur drainase menjadi kunci.
Apa yang Diketahui dan Apa yang Belum Terkonfirmasi
Yang diketahui, tanggul Kali Sugu Tamu jebol pada Minggu sore, 25 Oktober 2026. Genangan merendam permukiman di Kelurahan Pabuaran Mekar dengan ketinggian 30 sampai 40 sentimeter. BPBD mencatat 113 rumah dan sekitar 205 jiwa terdampak. Jalur alternatif Bogor-Depok juga sempat terendam.
Yang belum terkonfirmasi, penyebab pasti jebolnya tanggul masih dalam pemeriksaan. Belum ada keterangan resmi soal riwayat perawatan struktur tersebut. Jumlah kerugian material juga belum dihitung. Selain itu, angka ketinggian air masih berbeda antar laporan sehingga menunggu hasil kaji cepat final.
Status darurat bencana belum diumumkan. Pemerintah daerah belum menyampaikan rencana perbaikan tanggul. Warga diminta memantau informasi resmi dari BPBD dan pemerintah kabupaten. SuaraLutim akan memperbarui laporan ini bila ada keterangan baru.
FAQ Seputar Banjir Cibinong
Di mana banjir terjadi?
Banjir terjadi di Kelurahan Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, serta di Jalan Raya Alfalah Cikaret dan Jalan Mayor Oking.
Berapa rumah yang terdampak?
Berdasarkan kaji cepat BPBD Kabupaten Bogor, ada 113 rumah atau kepala keluarga dengan sekitar 205 jiwa penghuni yang terdampak.
Apa penyebab banjir?
Tembok pembatas Kali Sugu Tamu jebol sepanjang sekitar sembilan meter setelah hujan deras dan debit air meningkat, ditambah pendangkalan saluran drainase di beberapa titik.
Baca juga
- Viral Hari Ini: 274 Lagu Elvis Jadi Dasar Gugatan AI
- Berita Indonesia: Sanksi Pajak Dihapus sampai 100 Persen
- Politik Nasional: KPK Usul Aset di Luar LHKPN Dirampas
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.


