SUARALUTIM.COM, MALILI — Destinasi Luwu Timur selama ini identik dengan tiga danau besar: Matano, Towuti, dan Mahalona. Padahal, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparmudora) Kabupaten Luwu Timur juga mencatat sederet destinasi air dan air terjun yang tersebar dari Kecamatan Nuha sampai Burau. Dua di antaranya yang paling praktis dijadikan titik singgah adalah Laa Waa River Park di jalur Matano–Nuha dan Air Terjun Tompotikka atau Salu Mangoro.
Keduanya tercatat dalam daftar destinasi wisata alam milik pemerintah daerah. Bagi warga dan pelancong yang datang pada momentum Pekan Expo Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan pekan ini, kawasan itu menjadi pilihan jeda setelah rangkaian acara di Sorowako. Peserta expo bahkan diajak menyusuri kawasan wisata air di sekitar Danau Matano pada Kamis (8/10/2026) sebelum rangkaian acara ditutup.
Destinasi Luwu Timur: Laa Waa River Park di Jalur Matano–Nuha
Laa Waa River Park berada tepat di pinggir jalan penghubung antara Desa Matano dan Desa Nuha, Kecamatan Nuha. Deskripsi resmi Disparmudora menyebut objek ini sebagai sungai yang membelah jalan dengan air sangat jernih, dan bermuara langsung ke Danau Matano pada jarak kurang dari 40 meter.
Keunikan utamanya ada pada suhu air. Karena bersumber dari bawah tanah, air di aliran sungai ini terasa dingin ketika disentuh. Karakter itu membuat banyak pengunjung memanfaatkannya untuk sekadar merendam kaki, terutama setelah menempuh perjalanan darat atau usai beraktivitas di kawasan hutan sekitar Matano.
Praktis Dijangkau dan Cocok untuk Istirahat Singkat
Posisinya di tepi jalan membuat Laa Waa River Park tidak menuntut perjalanan khusus. Wisatawan yang bergerak dari arah Sorowako menuju kawasan Danau Matano, atau sebaliknya, bisa singgah tanpa menempuh jalur tambahan. Hanya saja, karena berada persis di tepi ruas yang dilalui kendaraan, pengunjung perlu tetap berhati-hati saat menyeberang dan memarkir kendaraan.
Dalam daftar resmi, objek ini digambarkan sebagai tempat melepas lelah yang pas untuk waktu singkat. Sifat kunjungan yang pendek itu membuatnya sering dikombinasikan dengan rencana perjalanan lain, misalnya menyusuri Desa Matano atau lanjut ke titik wisata danau di Nuha.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Air Terjun Tompotikka atau Salu Mangoro
Untuk pengunjung yang mencari wisata air lebih lama, Air Terjun Tompotikka — juga dikenal sebagai pemandian alam Salu Mangoro — masuk daftar rekomendasi Disparmudora. Objek ini berada di kawasan hutan dan menawarkan suasana yang masih alami.
Menurut deskripsi resmi pemerintah daerah, pengunjung dapat berenang dan bermain air di aliran Salu Mangoro yang bertingkat. Karakter berundak itu membuat tiap tingkatan punya kolam dan arus yang berbeda, sehingga cocok untuk keluarga yang ingin rekreasi singkat pada akhir pekan.
Piknik Keluarga di Aliran Berundak
Disparmudora menyebut lokasi ini juga sesuai untuk kegiatan piknik dan rekreasi keluarga di hari libur. Dengan latar hutan, suasana sejuk, dan aliran air yang mengalir dari tingkatan ke tingkatan, tempat ini menjadi alternatif bagi warga yang ingin suasana alam tanpa harus jauh ke pesisir.
Deretan Wisata Air Lain di Luwu Timur
Selain dua objek di atas, daftar resmi wisata alam Luwu Timur memuat sejumlah titik yang bisa dirangkai dalam satu perjalanan. Beberapa di antaranya:
- Air Terjun Kali Dingin (Desa Tabarano) — air terjun yang populer bagi warga; pengunjung dapat bermain air, bersantai di taman yang ditata, atau berfoto di sejumlah titik.
- Uwoi Wera Meruruno — air terjun dengan karakter khas karena letaknya di atas jalan; strukturnya disebut memiliki lebih dari 30 tingkatan sehingga tiap tingkat menawarkan pemandangan berbeda.
- Batu Papan — deretan batu besar berwarna hijau pekat di sungai berarus deras, berada di antara Desa Balai Kembang (Mangkutana) dan Desa Kalpataru (Tomoni); aksesnya dapat dilalui motor maupun mobil.
- Pantai Ide — kawasan tepian Danau Matano di Desa Magani dengan dermaga yang menjorok ke tengah danau; kedalaman air di sekitar dermaga tercatat hingga empat meter.
- Pantai Ujung Suso (Desa Mabonta, Kecamatan Burau) — pantai dengan gazebo dan panorama matahari terbenam yang sering disebut sebagai sudut kecil bernuansa Bali di Sulawesi.
Rangkaian itu menunjukkan bahwa wisata Luwu Timur tidak berhenti pada danau. Air terjun, sungai mata air, hingga pantai pesisir masuk dalam daftar yang dikelola pemerintah daerah.


