Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Wisata Luwu Timur: Kepala Daerah Tanam Pohon di Sorowako

11 Oktober 2026 • Admin • 25 kali dibaca
Rombongan kepala daerah menyusuri destinasi wisata Luwu Timur di Sorowako dan menanam pohon di kawasan konservasi
Gambar: Dok. Dinas Kominfo SP Luwu Timur via Luwuraya.com
ASM Group
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, SOROWAKO — Wisata Luwu Timur kembali menjadi etalase di hadapan para pejabat daerah dari luar kabupaten. Sabtu (10/10/2026), rombongan kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan menutup rangkaian kunjungan mereka dengan menyusuri sejumlah destinasi di Kecamatan Nuha, lalu menanam pohon di kawasan konservasi Taman Kehati Sawerigading Wallacea, Sorowako.

Agenda itu berlangsung di sela Pekan Expo Koperasi dan UMKM (K-UMKM) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Lapangan Iniaku, Sorowako. Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Ketua TP PKK Luwu Timur, Ani Nurbani Irwan, mendampingi langsung para tamu sepanjang perjalanan.

Perjalanan tamu daerah menyusuri Danau Matano, kawasan wisata Gua Air, hingga situs bersejarah Taipa. Setelah itu rombongan bergerak ke kawasan konservasi di Sorowako untuk melakukan penanaman pohon bersama.

Danau Matano dan Destinasi yang Disusuri Rombongan

Danau Matano menjadi titik pertama yang paling banyak menarik perhatian. Dalam perjalanan itu, Direktur Eksternal PT Vale Indonesia Tbk (PTVI), Yusri Yunus, memaparkan karakteristik danau, termasuk kedalamannya yang membuat Matano dikenal sebagai danau terdalam di Asia Tenggara.

Air danau yang jernih serta bentang alam di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri. Para tamu memanfaatkan kesempatan itu untuk mengabadikan momen kunjungan, dan sebagian menyebut pengalaman tersebut sebagai salah satu bagian paling berkesan dari seluruh rangkaian Expo K-UMKM di Luwu Timur.

Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menyampaikan kekagumannya secara terbuka. “Luar biasa ini Luwu Timur, sangat indah,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan Expose Timur.

Gua Air dan situs bersejarah Taipa

Selain Matano, rombongan juga menyambangi kawasan wisata Gua Air. Destinasi ini menunjukkan bahwa wisata Luwu Timur tidak hanya bertumpu pada lanskap danau, tetapi juga menyimpan bentang alam lain yang layak diperkenalkan kepada pengunjung dari luar daerah.

Perjalanan berlanjut ke situs bersejarah Taipa. Kehadiran titik sejarah dalam rangkaian kunjungan itu memperlihatkan bahwa potensi wisata kabupaten ini tidak berhenti pada panorama alam, tetapi bersinggungan juga dengan jejak peradaban lama di Kawasan Danau Matano dan sekitarnya.

Bagi pemerintah daerah, kombinasi destinasi alam, wisata minat khusus, dan situs sejarah semacam ini menjadi bahan promosi yang konkret. Tamu tidak hanya mendengar penjelasan di atas panggung, tetapi menyusuri dan melihat sendiri kondisi lapangan.

Mengapa Wisata Luwu Timur Dipromosikan Langsung kepada Tamu Daerah

Kunjungan lapangan seperti yang berlangsung Sabtu itu jarang terjadi. Dalam satu kesempatan, Luwu Timur menerima 23 kepala daerah atau perwakilannya, ditambah satu kontingen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sebagaimana dilaporkan Luwuraya.com.

Rombongan sebanyak itu, menurut laporan media, juga mengikuti agenda besar lain seperti penandatanganan kerja sama pasokan pangan strategis antar daerah. Artinya, para tamu datang bukan hanya untuk urusan pameran produk, tetapi juga menjalin kerja sama lintas kabupaten.

Momen semacam itu dinilai efektif untuk memperkenalkan destinasi. Ketika seorang bupati atau perwakilan kabupaten melihat langsung kondisi Danau Matano dan kawasan konservasi di Sorowako, pengalaman itu berpotensi membuka pembicaraan lanjutan, mulai dari promosi bersama hingga pengembangan paket wisata antardaerah.

Di sisi lain, agenda wisata dalam rangkaian Expo K-UMKM menunjukkan pola yang mulai konsisten. Sebelumnya, peserta expo juga diajak menyusuri Danau Matano, dan sejumlah agenda penutupan menyentuh titik wisata seperti Pantai Ide. Pola ini menempatkan destinasi sebagai bagian dari cara Luwu Timur menjamu tamu.

Bagi pelaku usaha wisata dan UMKM, efeknya bisa berantai. Kunjungan pejabat daerah, kontingen, dan peserta expo membuka peluang perkenalan produk lokal, termasuk kuliner dan oleh-oleh khas, kepada pembeli dari luar kabupaten.

Taman Kehati Sawerigading Wallacea dan aksi konservasi

Titik penutup kunjungan adalah kawasan konservasi Taman Kehati Sawerigading Wallacea. Rombongan disambut Wakil Presiden Direktur PTVI, Abu Ashar, bersama Yusri Yunus, sebelum melakukan penanaman pohon.

Bupati Irwan menjelaskan, penanaman pohon telah menjadi bagian dari tradisi penyambutan tamu di Sorowako. Setiap pohon yang ditanam akan didokumentasikan serta diberi label identitas agar bisa dikenali kembali pada kesempatan mendatang.

“Harapannya, kapan pun kita kembali ke Sorowako, kita bisa melihat pohon yang kita tanam hari ini, bagaimana pertumbuhannya dan seberapa besar pohon tersebut nantinya,” ujar Bupati Irwan, dikutip Luwuraya.com.

Kaitan dengan operasi pertambangan yang berjalan puluhan tahun

Dalam keterangannya, Bupati Irwan juga mengaitkan aksi tersebut dengan tanggung jawab lingkungan di wilayah operasi PT Vale Indonesia. Perusahaan itu telah beroperasi di Luwu Timur selama kurang lebih 58 tahun, sehingga isu keberlanjutan kawasan Sorowako menjadi bagian penting dalam pembahasan jangka panjang.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, serta para tamu daerah. Kombinasi pesan wisata dan konservasi menjadi warna tersendiri pada agenda penutup tersebut.

Dari sisi promosi, aksi tanam pohon memberi sudut lain bagi wisata Luwu Timur. Destinasi tidak hanya dijual sebagai pemandangan, tetapi juga dikaitkan dengan upaya merawat kawasan. Pesan itu dapat menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari pengalaman alam sekaligus ingin memahami bagaimana kawasan konservasi dikelola.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga