Jumat, 23 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Nusantara: 28 Tapak PLTN Disiapkan untuk 2032

22 Oktober 2026 • zul • 9 kali dibaca
Lahan gambut yang terbakar di Indonesia, ilustrasi tantangan transisi energi dan kebutuhan pasokan listrik bersih
Gambut Pratama, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Viral nusantara hari ini datang dari sektor energi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyiapkan 28 lokasi tapak untuk proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir. Penyiapan itu dilakukan jauh sebelum tender, karena pemerintah mengejar target pembangkit nuklir beroperasi pada 2032 sampai 2034.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan hal tersebut di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. Menurutnya, tender baru bisa dilakukan setelah tapak ditetapkan, dan PT PLN akan menjadi pelaksana lelangnya.

Pemerintah menargetkan kapasitas awal 500 megawatt terhubung ke jaringan listrik pada periode tersebut. Angka itu setara dua unit pembangkit berkapasitas 250 megawatt yang direncanakan masuk ke sistem kelistrikan Sumatra dan Kalimantan.

Mengapa Tapak Harus Ditetapkan Dulu

Pembangunan PLTN membutuhkan waktu tujuh sampai sepuluh tahun. Karena itu, pemerintah menilai penetapan lokasi tidak bisa ditunda bila target 2032 sampai 2034 ingin tetap realistis.

Tata Atur
Iklan

Yuliot menjelaskan bahwa tender hanya bisa berjalan setelah lokasi resmi dipilih. Dari tapak yang ditetapkan, PLN akan melakukan lelang untuk menentukan pelaksana proyek, sebagaimana dikutip Katadata.co.id.

Selain tapak, pemerintah masih menyiapkan aspek kelembagaan. Salah satunya penyesuaian organisasi di lingkungan kementerian, termasuk direktorat yang menangani pemanfaatan energi nuklir.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Viral Nusantara: 28 Lokasi dan Tambahan Terapung

Dari 28 tapak yang disiapkan, beberapa berada di Pulau Bangka, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Pemerintah masih mengkaji sejumlah lokasi tambahan untuk memperluas pilihan.

Yuliot menyebut ada rencana pembangkit nuklir terapung atau floating yang ikut dipertimbangkan. Namun ia belum merinci berapa lokasi baru yang akan masuk kajian maupun jadwal penetapannya.

Menurut laporan Warta Ekonomi, tambahan lokasi itu dibahas seiring persiapan realisasi pembangunan PLTN. Pemerintah menilai opsi terapung bisa menjadi solusi bagi wilayah pesisir yang lahannya terbatas.

Kajian tapak sebelumnya dilakukan BATAN yang kini melebur ke BRIN. Penilaian mempertimbangkan kondisi kegempaan, percepatan getaran tanah puncak, bahaya gunung api, dan keberadaan sesar permukaan, seperti dilaporkan CNBC Indonesia.

Sebaran Wilayah yang Dipetakan

Dari 28 wilayah yang disurvei, seluruhnya dinyatakan memiliki potensi sebagai lokasi PLTN. Total kapasitas pengembangan yang diperkirakan bisa mencapai 70 gigawatt.

Wilayah lain yang masuk pemetaan antara lain Semenanjung Muria di Jawa Tengah, Banten, Batam, dan Nusa Tenggara Barat. Pemerintah menyebut lokasi-lokasi itu masih harus dievaluasi lebih lanjut.

Sebaran itu menunjukkan pemerintah ingin mendekatkan pembangkit ke pusat kebutuhan listrik. Pembangkit di Sumatra dan Kalimantan dinilai lebih efisien untuk melayani pertumbuhan industri di kedua wilayah.

Faktor penerimaan masyarakat dan kondisi pertanahan menjadi pertimbangan penting. Tidak semua lokasi yang layak secara teknis otomatis bisa ditetapkan sebagai tapak proyek.

Target Kapasitas dan Roadmap

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025-2034, pemerintah menargetkan PLTN berkapasitas 500 megawatt mulai terhubung ke jaringan pada 2032 sampai 2034. Teknologi yang dipilih diarahkan pada reaktor modular kecil.

Peta jalan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional memuat skenario lebih panjang. Kapasitas nuklir ditargetkan mencapai 7 gigawatt pada 2040, lalu meningkat pada dekade berikutnya.

Angka-angka itu menunjukkan bahwa program nuklir dirancang sebagai bagian dari bauran energi jangka panjang. Posisinya bukan lagi sekadar opsi terakhir, melainkan penyeimbang pasokan listrik berskala besar.

Alasan Pemerintah Memilih Nuklir

Yuliot menilai kebutuhan listrik di beberapa daerah tumbuh cepat dan tidak bisa sepenuhnya dipenuhi energi baru terbarukan. Kapasitas besar yang stabil dibutuhkan untuk mendukung industri dan pusat data.

Ia mencontohkan Prancis yang sebagian besar listriknya dipasok pembangkit nuklir. Menurutnya, pasokan berskala besar dari nuklir bisa menjaga keandalan sistem kelistrikan.

Pandangan itu tidak sepenuhnya diterima semua pihak. Sejumlah pengamat energi menilai efisiensi energi dan penguatan jaringan bisa menjadi jalan yang lebih murah sebelum memutuskan membangun pembangkit berbiaya besar.

Kebutuhan itu berkaitan dengan pertumbuhan pusat data di dalam negeri. Sebelumnya, rubrik ini melaporkan target kapasitas data center nasional 1.000 megawatt, yang menuntut pasokan listrik besar dan berkelanjutan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga