Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Luwu Timur: Mandalish Siap Kampung Bahasa Asing

7 September 2026 • Admin
Peserta Program Mandalish Luwu Timur berlatih bahasa Mandarin dan Inggris di Pare dalam berita Luwu Timur
Gambar: Exposetimur.com (Dok. Kominfo-SP)

SuaraLutim.com, Pare — Empat bulan menjalani pelatihan intensif di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mulai memperlihatkan hasil bagi 79 peserta asal Luwu Timur. Peserta Program Mandarin-English (Mandalish) Batch I itu menunjukkan perkembangan kemampuan berbahasa Mandarin dan Inggris saat diuji langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.

Pengujian berlangsung dalam sarasehan Program Mandalish yang digelar di Access English School, Pare, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian akhir pelatihan yang telah dijalani para peserta melalui proses pembelajaran sekaligus karantina selama empat bulan.

Berita Luwu Timur: Mandalish Disiapkan Jadi Kawah Bahasa Asing

Di hadapan peserta, Bupati Irwan tidak sekadar menghadiri agenda penutupan. Ia secara langsung menguji kemampuan sejumlah peserta dengan melontarkan pertanyaan yang harus dijawab menggunakan bahasa Mandarin maupun Inggris. Respons peserta dalam percakapan tersebut menunjukkan bahwa proses pelatihan telah memberikan perkembangan terhadap kemampuan komunikasi bahasa asing yang mereka miliki.

Cara itu dinilai memberi gambaran nyata tentang capaian program. Alih-alih mengandalkan laporan tertulis, pemerintah daerah ingin melihat sendiri sejauh mana peserta mampu menggunakan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari.

Pare sendiri sudah lama dikenal sebagai kampung tempat belajar bahasa di Indonesia. Banyak peserta dari berbagai daerah datang untuk mengikuti kursus intensif dengan pola karantina, di mana mereka berlatih bahasa hampir sepanjang hari selama beberapa bulan.

Kolaborasi Pemkab dan Dunia Usaha

Program Mandalish merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan pihak swasta dan perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi generasi muda, terutama dalam penguasaan bahasa asing yang dinilai penting untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Keterlibatan dunia usaha membuat pembiayaan dan arah pelatihan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah. Skema itu juga membuka peluang agar lulusan program lebih mudah terserap di sektor yang membutuhkan kemampuan berbahasa asing.

Sebelum mengikuti pelatihan di Pare, 79 peserta Batch I telah melewati proses seleksi. Setelah menyelesaikan program, mereka akan kembali ke Luwu Timur untuk melanjutkan pengembangan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Kampung Bahasa di Desa Harapan

Pemkab Luwu Timur tidak ingin program tersebut berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan di Pare. Sebagai bagian dari keberlanjutan program, pemerintah daerah menyiapkan rencana pembangunan Kampung Bahasa di Desa Harapan.

Kampung Bahasa tersebut nantinya diarahkan menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan kemampuan bahasa Mandarin dan Inggris bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Kehadirannya juga diharapkan menjadi ruang untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan kemampuan peserta setelah kembali ke Luwu Timur.

“Setelah dari sini, kita tidak ingin program ini berhenti. Kita akan tindak lanjuti di Luwu Timur dengan membangun Kampung Bahasa, khususnya Mandarin dan Inggris, di Desa Harapan,” kata Irwan.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing harus dibangun secara berkelanjutan. Dengan kemampuan tersebut, generasi muda Luwu Timur diharapkan memiliki modal kompetensi yang lebih kuat untuk memasuki dan bersaing di dunia kerja.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga