Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Luwu Timur: Mandalish Siap Kampung Bahasa Asing

7 September 2026 • Admin
Peserta Program Mandalish Luwu Timur berlatih bahasa Mandarin dan Inggris di Pare dalam berita Luwu Timur
Gambar: Exposetimur.com (Dok. Kominfo-SP)

Batch II dan Keberlanjutan Program

Pemkab Luwu Timur memastikan Mandalish akan terus dikembangkan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Luwu Timur, Awaluddin Anwar, menyebut pemerintah daerah tengah menyiapkan kelanjutan program melalui pemberangkatan peserta Batch II ke Pare.

“Program ini akan kita lanjutkan. Insyaallah, kita akan kembali memberangkatkan peserta untuk Batch II,” jelas Awaluddin.

Keberlanjutan Mandalish sekaligus rencana Kampung Bahasa menjadi langkah pemerintah daerah untuk membangun ekosistem pembelajaran bahasa asing yang tidak berhenti pada pelatihan jangka pendek. Dari Pare, kemampuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat dibawa pulang, dikembangkan, dan ditularkan kepada lebih banyak generasi muda di Luwu Timur.

Bahasa Asing dan Peluang Kerja

Kemampuan berbahasa asing kini menjadi salah satu nilai jual utama di pasar kerja, terutama di daerah yang memiliki aktivitas industri dan perdagangan cukup besar. Bahasa Mandarin, misalnya, banyak dibutuhkan pada sektor yang berhubungan dengan mitra usaha dari Tiongkok.

Sementara bahasa Inggris tetap menjadi kemampuan dasar yang dipakai di hampir semua bidang, mulai dari pariwisata, perdagangan, hingga pekerjaan teknis di perusahaan. Kombinasi keduanya memberi ruang lebih luas bagi pencari kerja muda.

Karena itu, kehadiran Kampung Bahasa diharapkan tidak hanya melayani lulusan program Mandalish. Warga umum, pelajar, dan pelaku usaha kecil di Luwu Timur juga bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa.

Tantangan Menjaga Mutu

Membangun ekosistem bahasa bukan pekerjaan sekali jadi. Diperlukan pengajar yang mumpuni, bahan ajar yang relevan, serta ruang praktik yang membuat peserta terbiasa menggunakan bahasa asing setiap hari.

Selain itu, keberlanjutan hasil pelatihan perlu diukur. Tanpa latihan rutin, kemampuan berbahasa bisa menurun setelah peserta kembali ke rutinitas masing-masing. Karena itulah keberadaan Kampung Bahasa dinilai menjadi kunci penopang.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan program ini dapat diakses warga dari berbagai kecamatan. Jika hanya terpusat di satu desa, manfaatnya bisa kurang merata bagi generasi muda di wilayah lain Luwu Timur.

Bagaimana Peserta Diseleksi dan Dilatih

Pelatihan berlangsung dengan pola karantina, di mana peserta tinggal dan belajar di lingkungan kursus selama empat bulan. Pola ini membuat peserta terbiasa menggunakan bahasa asing dalam percakapan harian, bukan sekadar menghafal kosakata.

Materi yang diberikan mencakup kemampuan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis dalam dua bahasa sekaligus. Peserta juga dilatih mempraktikkan percakapan pada situasi kerja sederhana agar terbiasa dengan konteks profesional.

Sebelum berangkat, peserta melewati proses seleksi. Tujuannya memastikan mereka memiliki dasar kemampuan serta komitmen mengikuti program hingga selesai, karena pola karantina menuntut disiplin yang cukup tinggi.

Dampak bagi Desa Harapan

Rencana Kampung Bahasa di Desa Harapan diperkirakan membawa dampak ekonomi kecil bagi warga sekitar. Kehadiran peserta dan pengajar dapat meningkatkan permintaan atas jasa penginapan sederhana, makanan, dan kebutuhan harian lainnya.

Selain itu, desa tersebut berpeluang menjadi rujukan pembelajaran bahasa di Luwu Timur. Jika dikelola dengan baik, identitas itu bisa mengangkat nama desa di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Kesiapan Sumber Daya Pengajar

Keberhasilan Kampung Bahasa sangat bergantung pada ketersediaan pengajar yang mumpuni. Pemerintah daerah perlu menjalin kerja sama dengan lembaga pelatihan, termasuk pihak yang mendampingi peserta selama menempuh pendidikan di Pare.

Kesinambungan pengajar juga penting agar mutu program tidak naik-turun antarangkatan. Tanpa itu, capaian peserta bisa berbeda jauh dari satu batch ke batch berikutnya.

Selain pengajar, ketersediaan bahan ajar yang sesuai kebutuhan dunia kerja menjadi penentu. Materi yang dekat dengan praktik kerja sehari-hari membuat hasil pelatihan lebih mudah diterapkan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Program Mandalish asal Luwu Timur?

Mandalish adalah singkatan dari Mandarin-English, sebuah program pelatihan bahasa asing bagi generasi muda Luwu Timur. Batch I diikuti 79 peserta yang menjalani pelatihan intensif dan karantina selama empat bulan di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Di mana Kampung Bahasa akan dibangun?

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur merencanakan pembangunan Kampung Bahasa di Desa Harapan. Tempat itu akan difokuskan sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan bahasa Mandarin serta Inggris bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Apakah akan ada angkatan berikutnya?

Ya. Kepala Dinas PMD Luwu Timur, Awaluddin Anwar, menyatakan pemerintah daerah sedang menyiapkan pemberangkatan peserta Batch II ke Pare sebagai kelanjutan program.

Penutup

Program Mandalish memperlihatkan cara Luwu Timur menyiapkan sumber daya manusia sejak awal, bukan menunggu peluang kerja datang. Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan pendidikan di daerah, kunjungi kanal pendidikan Luwu Timur, artikel tentang penguatan program pejuang subuh untuk pelajar, dan laporan soal sarana sekolah yang didesak segera dibenahi. Informasi resmi kegiatan pemerintah daerah dapat dilihat di Warta Lutim, sedangkan profil daerah tempat pelatihan berlangsung tersedia di Pemerintah Kabupaten Kediri. Sumber berita ini adalah laporan Expose Timur.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga