SuaraLutim.com, Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memberikan bantuan kepada keluarga siswa SDN 171 Purwosari dan TK Nurul Ain Purwosari yang terdampak musibah kebakaran. Bantuan tersebut diserahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Raoda K, saat mengunjungi kediaman keluarga siswa di Desa Purwosari, Kecamatan Tomoni Timur, Minggu (6/9/2026).
Raoda datang bersama Ketua K3S Tomoni Timur dan Tomoni, Kasi Dikdas, serta Kepala SDN 171 Purwosari. Kunjungan itu menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga siswa yang sedang menghadapi dampak musibah.
Berita Luwu Timur: Bantuan Disalurkan untuk Keluarga Siswa
Menurut Raoda, perhatian pemerintah tidak hanya ditujukan pada proses pendidikan di sekolah, tetapi juga kondisi peserta didik dan keluarganya ketika menghadapi situasi sulit. “Ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kepada warga yang tertimpa musibah, khususnya anak-anak kita yang merupakan bagian dari keluarga besar pendidikan,” ujar Raoda.
Bagi keluarga yang terdampak, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban setelah musibah yang mereka alami. Kehadiran jajaran Dinas Pendidikan juga menjadi dukungan moril bagi keluarga, terutama karena anak-anak dari keluarga tersebut tetap harus menjalani aktivitas pendidikan.
Musibah kebakaran terjadi di Desa Purwosari pada 5 September 2026. Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik tersebut menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Dugaan penyebab itu masih menjadi bahan penanganan pihak terkait.
Dukungan agar Anak Tetap Belajar
Bagi keluarga yang terdampak, perhatian dari pemerintah dan lingkungan pendidikan menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan agar aktivitas sehari-hari bisa kembali berjalan. Anak-anak di keluarga tersebut tetap perlu melanjutkan sekolah meski kondisi rumah terdampak musibah.
Dinas Pendidikan menyatakan akan memastikan proses belajar para siswa dari keluarga terdampak tidak terganggu. Dukungan tersebut, menurut jajaran dinas, merupakan bagian dari tanggung jawab memastikan setiap anak tetap mendapat layanan pendidikan.
Selain bantuan langsung, kehadiran jajaran sekolah dan kelompok kerja kepala sekolah diharapkan memberi semangat kepada keluarga. Solidaritas lingkungan pendidikan dinilai penting dalam menghadapi masa-masa sulit pascamusibah.
Musibah Kebakaran dan Pentingnya Kesiapsiagaan
Peristiwa kebakaran rumah menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan di lingkungan permukiman. Sebagian besar kebakaran rumah tangga berkaitan dengan instalasi listrik yang sudah tua, pemakaian perangkat yang menumpuk pada satu titik, atau kelalaian saat menggunakan sumber api.
Warga diimbau memeriksa kondisi kabel dan stop kontak secara berkala. Bila ditemukan kabel yang terkelupas atau sambungan yang menghangat, sebaiknya segera diperbaiki oleh tenaga yang berkompeten.
Selain itu, memastikan jalur evakuasi rumah tetap terbuka dan alat pemadam api sederhana tersedia dapat mengurangi risiko. Upaya kecil ini dinilai membantu ketika kejadian yang tidak diinginkan terjadi.
Di tingkat desa, koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan relawan dinilai penting. Semakin cepat informasi diteruskan, semakin besar peluang kerugian dapat ditekan.