Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Suara Warga

Wahdah Lutim dan Sedekah Jumat Berkah dari Kantor Desa

31 Oktober 2026 • Admin • 44 kali dibaca
Tim Sedekah Jumat Berkah Wahdah Lutim menyalurkan paket sembako kepada warga Luwu Timur bersama perangkat desa
Dok. Humas Pemdes Wewangriu/Kominfo-SP via batarapos.com (dokumentasi Gerakan Berbagi Sedekah Jumat Berkah)
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI – Setiap pekan, tim Departemen Sosial DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur bergerak dari kantor desa menuju rumah-rumah warga. Lewat Gerakan Berbagi Sedekah Jumat Berkah, Wahdah Lutim menyalurkan amanah donatur kepada keluarga kurang mampu, marbot masjid, muallaf, hingga santri penghafal Al-Qur’an. Edisi 23 Oktober 2026 menyasar santri di Pondok Pesantren Tahfizh Putri Wahdah Islamiyah Malili.

Gerakan ini bukan program baru. Sejak 2023, departemen sosial DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur menjalankannya hampir setiap pekan dengan pola yang sederhana: berangkat dari kantor desa, berjalan bersama kepala dusun, lalu menyerahkan bantuan langsung ke pintu rumah warga yang membutuhkan. Bagi warga Luwu Timur, kehadiran rombongan kecil itu sering menjadi kabar baik yang datang tanpa harus diurus.

Apa Itu Sedekah Jumat Berkah Wahdah Lutim

Gerakan Berbagi Sedekah Jumat Berkah adalah program rutin Departemen Sosial (Depsos) DPD Wahdah Islamiyah Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan ini menindaklanjuti aksi Jumat Berbagi yang digalakkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dengan bentuk penyaluran yang disesuaikan kebutuhan warga di lapangan.

Pada pelaksanaan 31 Maret 2023, misalnya, tim membagikan delapan paket sembako bersama Pemerintah Desa Wewangriu, Kecamatan Malili. Rombongan berangkat dari kantor desa, didampingi beberapa kepala dusun, lalu menyasar masyarakat di seberang sungai Malili yang dinilai paling membutuhkan uluran tangan.

Tata Atur
Iklan

Yang membedakan program ini dari bantuan musiman adalah ritmenya. Ketua Departemen Sosial DPD Wahdah Islamiyah Lutim, Sahabuddin, menyebut kegiatan itu memang dijalankan berulang tiap pekan.

“Kegiatan ini memang rutin kita lakukan setiap pekan. Tujuannya, bagaimana meningkatkan atau membantu masyarakat duafa yang kurang mampu untuk memberikan kebahagiaan kepada mereka,” ungkapnya, seperti dilaporkan batarapos.com.

Ia juga menyatakan bahwa sasaran gerakan ini tidak berhenti di Kecamatan Malili. Semua kecamatan se-Kabupaten Luwu Timur disisir untuk berbagi kebahagiaan kepada masyarakat kurang mampu.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Bagaimana Wahdah Lutim Menjalankan Sedekah Jumat

Luwu Timur memiliki 11 kecamatan dan 128 desa/kelurahan dengan karakter wilayah yang berbeda: kawasan industri dan danau di Nuha, pesisir dan perairan di Towuti, hingga daerah pertanian di Kalaena dan Tomoni. Menjangkau semuanya tiap pekan bukan pekerjaan ringan, sehingga program ini bergantung pada dua hal sekaligus: jaringan pengurus cabang dan kedekatan dengan pemerintah desa.

Dari kantor desa ke rumah warga

Pola kerja yang terbaca dari pemberitaan media lokal cukup jelas. Tim tidak menunggu warga datang ke sekretariat, tetapi mendatangi titik kumpul di desa, berkoordinasi dengan kepala dusun, lalu berjalan bersama ke rumah penerima. Cara ini membuat penerima manfaat tidak perlu mengurus berkas atau menempuh perjalanan jauh.

Karena melibatkan perangkat desa, penyaluran juga lebih mudah dipertanggungjawabkan. Kepala dusun mengenal betul kondisi warganya, sehingga bantuan tidak menumpuk pada orang yang sama atau salah sasaran. Pola penyaluran paket sembako yang serupa juga tercatat dalam artikel WIZ Luwu Timur dan Paket Sembako untuk Warga Dhuafa.

Siapa yang menerima

Dari catatan kegiatan yang dipublikasikan, penerima sedekah Jumat Wahdah Lutim mencakup beberapa kelompok:

  • Kaum dhuafa dan keluarga kurang mampu di sekitar lokasi penyaluran.
  • Marbot masjid yang mengabdi tanpa upah tetap.
  • Muallaf yang masih memerlukan pendampingan.
  • Anak penderita stunting yang membutuhkan asupan tambahan.
  • Santri penghafal Al-Qur’an dari keluarga prasejahtera.

Keragaman sasaran itu menunjukkan bahwa sedekah Jumat diposisikan sebagai pintu masuk kepedulian, bukan sekadar bagi-bagi paket. Ketika seorang marbot atau muallaf tersentuh lebih dulu, ikatan sosial di kampung ikut menguat. Jejak pendampingan muallaf di Malili dan Wotu pernah kami ulas dalam artikel WIZ Luwu Timur dan Pendampingan Muallaf di Malili-Wotu.

Edisi 23 Oktober 2026: Santunan untuk Santri Penghafal Al-Qur’an

Pada Jumat, 23 Oktober 2026, gerakan ini kembali berjalan. Akun resmi Departemen Sosial DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur melaporkan bahwa amanah sedekah disalurkan berupa lima amplop santunan untuk santri penghafal Al-Qur’an dari kalangan kurang mampu di Pondok Pesantren Tahfizh Putri Wahdah Islamiyah Malili, Kecamatan Malili.

Penyaluran kepada santri punya makna tersendiri. Menghafal Al-Qur’an menuntut waktu belajar yang panjang, sementara tidak semua keluarga mampu menanggung kebutuhan anaknya selama menempuh pendidikan di pesantren. Santunan kecil yang datang tepat waktu bisa menjaga semangat santri untuk tetap bertahan.

Perlu dicatat secara terbuka: laporan edisi 23 Oktober 2026 ini bersumber dari kanal resmi Departemen Sosial Wahdah Islamiyah Lutim, dan belum ada pemberitaan media yang merinci jumlah nominal maupun jumlah penerima secara keseluruhan. Karena itu, artikel ini tidak mencantumkan angka rupiah yang tidak disebutkan sumber.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga