Kolaborasi dengan Pemerintah Desa
Salah satu kekuatan gerakan ini adalah kerja sama dengan pemerintah desa. Pada penyaluran 2023 di Desa Wewangriu, Kepala Desa Budiman menyampaikan apresiasi dan menilai aksi sosial tersebut benar-benar membantu warga kurang mampu di desanya.
“Wahdah Islamiyah ini benar-benar bermanfaat, tidak hanya bagi masyarakat kurang mampu, tapi juga masyarakat yang kelebihan rejeki. Karena mungkin diluar sana, banyak orang-orang kelebihan rejeki, namun karena kesibukannya, jadi mereka tidak bisa berbagi atau bersedekah. Akhirnya, melalui organisasi Wahdah Islamiyah ini dapat menjadi tempat mereka untuk berbagi,” tuturnya.
Pernyataan itu menyentuh sisi lain filantropi: banyak warga mampu ingin bersedekah tetapi tidak punya waktu menyalurkan sendiri. Lembaga seperti Wahdah Islamiyah hadir sebagai jembatan, dengan catatan penyalurannya harus tercatat dan bisa ditelusuri.
Dalam kegiatan Ramadan 21 Maret 2025 di halaman SDIT Insan Rabbani Malili, kolaborasi itu bahkan melibatkan pemerintah kabupaten. Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, hadir bersama anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, serta Wakil Ketua DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur, Ustadz Umar, S.Pd.I. Selain buka puasa bersama, santunan diserahkan kepada kaum dhuafa, marbot masjid, muallaf, dan anak penderita stunting, seperti dilaporkan sulselnow.com.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Bukan Gerakan Musiman
Agar sedekah Jumat tidak berhenti ketika pengurus berganti, organisasi ikut menata dirinya. DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur membawahi lima cabang, yaitu DPC Nuha, Towuti, Malili, Kalaena, dan Tomoni. Pada 26–27 September 2026, DPD menggelar Musyawarah Pengurus Harian bersama pimpinan cabang di Sorowako.
Dalam forum itu, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur, Ustaz Arifuddin, ST., menekankan agar setiap program kerja disusun berdasarkan kebutuhan dengan timeline yang jelas. Ia juga menyoroti pemerataan penyebaran dai dan penguatan ekonomi lembaga, sebagaimana dirilis wahdah.or.id. Arah ini penting: gerakan sosial yang hanya bergantung pada semangat relawan mudah goyah, sedangkan program yang terencana bisa berjalan bertahun-tahun.
Sisi lembaga amil dipegang Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), yang berizin sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional melalui SK Kementerian Agama RI No. 1209/2024. WIZ bekerja lewat lima pilar: Berkah Hidayah untuk dakwah, Berkah Juara untuk pendidikan, Berkah Mandiri untuk pemberdayaan ekonomi, Berkah Sehat untuk kesehatan, dan Berkah Peduli untuk lingkungan serta tanggap bencana.
Jejak pilar Berkah Peduli terlihat di Luwu Timur saat kebakaran melanda permukiman Sorowako pada 27 Agustus 2025. Laporan resmi mencatat 49 unit rumah terdampak. Sehari kemudian, WIZ Luwu Timur bersama Tim Wahdah Peduli Nuha menyalurkan sembako dan kebutuhan harian di posko induk pemerintah, lalu ikut membersihkan puing bersama pemerintah, TNI, Polri, dan komunitas lain. Kesiapan relawan semacam ini pernah kami rangkum dalam artikel Wahdah Islamiyah Luwu Timur dan Siaga Relawan Sosial.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah sedekah Jumat Wahdah Lutim hanya untuk warga Malili?
Tidak. Berdasarkan keterangan Ketua Departemen Sosial DPD Wahdah Islamiyah Lutim, penyaluran menyisir seluruh kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, dengan titik kegiatan yang bergilir mengikuti kebutuhan dan usulan warga maupun pemerintah desa setempat.
Bagaimana cara menyalurkan sedekah melalui Wahdah atau WIZ?
Warga dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga amil resmi atau menghubungi pengurus DPC Wahdah Islamiyah di kecamatan masing-masing. Artikel ini tidak mencantumkan nomor rekening maupun kontak panitia karena tidak disebutkan sumber, sehingga warga perlu memastikan kanal yang dipakai memang resmi.
Apakah bantuan diberikan dalam bentuk uang atau barang?
Keduanya pernah dilakukan. Pada 2023 bentuknya paket sembako, pada 2025 santunan bagi dhuafa, marbot, muallaf, dan anak stunting, sedangkan edisi 23 Oktober 2026 berupa amplop santunan untuk santri penghafal Al-Qur’an. Bentuk bantuan menyesuaikan kebutuhan penerima di lapangan.
Yang Bisa Dilakukan Warga
Gerakan sosial tidak hanya milik pengurus organisasi. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan warga Luwu Timur untuk ikut merawatnya:
- Menyalurkan sedekah lewat lembaga resmi agar tercatat dan tepat sasaran.
- Mengusulkan warga yang benar-benar membutuhkan kepada kepala dusun atau pengurus cabang terdekat.
- Ikut menjadi relawan penyaluran, terutama di wilayah yang akses jalannya sulit.
- Menjaga informasi bantuan tetap akurat, agar tidak muncul ajakan donasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi Luwu Timur, kehadiran rombongan kecil yang berangkat dari kantor desa setiap Jumat adalah pengingat sederhana: kepedulian tidak perlu menunggu musibah besar. Ia cukup dijalankan berulang, tertib, dan tercatat.
Sumber: batarapos.com (31/3/2023), sulselnow.com (21/3/2025), rilis wahdah.or.id, kanal resmi Departemen Sosial DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur, serta laman wiz.or.id.
Baca juga
- WIZ Luwu Timur dan Dapur Santri yang Menjaga Pesantren
- Wahdah Lutim dan Semangat Sumpah Pemuda Anak Muda Sorowako
- Kampung Zakat: Masa Depan Zakat Luwu Timur Berbasis Desa
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.
Gambar: Dok. Humas Pemdes Wewangriu/Kominfo-SP via batarapos.com (dokumentasi Gerakan Berbagi Sedekah Jumat Berkah).


