Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Suara Warga

Wahdah Islamiyah Luwu Timur dan Pemerataan Dai di Lima DPC

2 November 2026 • Admin • 34 kali dibaca
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, SOROWAKO — Di Sorowako, Sabtu–Ahad (26–27/9/2026), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Luwu Timur menggelar Musyawarah Pengurus Harian (MPH) yang digabung dengan musyawarah pimpinan cabang. Di forum itu, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur, Ustadz Arifuddin, ST., menyoroti satu persoalan yang jarang menjadi berita: pemerataan penyebaran dai di setiap cabang. Bagi warga Luwu Timur, arahan semacam ini bukan urusan internal organisasi semata. Ia menentukan apakah pengajian dan pendampingan keagamaan benar-benar sampai ke kampung-kampung, atau berhenti di kota kecamatan.

Mengapa Pemerataan Dai Penting bagi Warga Luwu Timur

Di banyak kabupaten, jarak adalah persoalan pertama dalam layanan keagamaan. Seorang dai yang tinggal di satu kecamatan bisa melayani tiga atau empat desa, tetapi tidak bisa hadir rutin di semua tempat. Kalau jumlah dai tidak seimbang dengan jumlah majelis dan masjid, yang terjadi bukan kekosongan total, melainkan ketimpangan: ada wilayah yang jadwal pengajiannya padat, ada wilayah yang hanya ramai sekali setahun saat hari besar.

Dalam arahannya, Ustaz Arifuddin menyebut pemerataan penyebaran dai dibutuhkan untuk menunjang aktivitas dakwah di setiap DPC, memperkuat pelayanan dakwah, sekaligus memenuhi kebutuhan pembinaan umat di setiap wilayah, seperti dikutip laporan resmi Wahdah Islamiyah.

Dai bukan hanya penceramah yang datang lalu pulang. Di banyak kampung, dai adalah orang yang mengajar mengaji anak-anak, menengahi perselisihan keluarga, mengurus jenazah, dan menjadi rujukan saat ada pertanyaan yang tidak berani disampaikan ke mana-mana.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Wahdah Islamiyah Luwu Timur dan Lima Cabang

Forum 26–27 September 2026 itu dihadiri para ketua DPC Wahdah Islamiyah lingkup Luwu Timur, yakni DPC Nuha, Towuti, Malili, Kalaena, dan Tomoni. Laporan resmi menyebut pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, tetapi tetap menjadi ruang evaluasi dan pembahasan strategis untuk memperkuat sinergi antara DPD dan DPC.

Lima cabang itu adalah peta kerja yang nyata, dengan karakter wilayah berbeda: dari kawasan danau dan tambang di Nuha serta Towuti, pusat pemerintahan di Malili, sampai Kalaena dan Tomoni di sisi utara. Kebutuhan dakwahnya pun tidak sama.

Selain pemerataan dai, Ustaz Arifuddin menekankan perampingan struktur DPD agar potensi kader di masing-masing cabang lebih optimal. Ia juga meminta setiap program kerja disusun berdasarkan kebutuhan dengan timeline yang jelas. Perwakilan DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Selatan, Ustadz Irfani, SE., MM., menambahkan pentingnya target strategis yang sesuai realitas DPD dan kemampuan menyelesaikan persoalan secara terukur.

Arah kerja itu bukan hal baru. Pada pengukuhan 52 pengurus DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur periode 2025–2030 di Hotel Duta Inn Sorowako, Ahad (8/11/2025), Ustaz Arifuddin meminta pengurus menjaga soliditas dan memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Hadir mewakili DPW Wahdah Sulsel, Ustadz Ayem Supriono, yang menyebut pendidikan, gerakan sejuta dai, ketahanan keluarga, dan kemandirian ekonomi sebagai fokus lembaga. Rilis lengkapnya ada di laporan pengukuhan pengurus, sementara arah fokus yang sama pernah kami bahas dalam artikel ketahanan keluarga di lima kecamatan.

Ekonomi Lembaga dan Kesejahteraan Dai

Satu hal yang jarang dibicarakan terbuka dalam pengajian adalah penghidupan dai itu sendiri. Dalam forum MPH, Ustaz Arifuddin menyoroti pentingnya penguatan ekonomi lembaga. Aspek itu dinilai perlu terus dikembangkan untuk menopang keberlangsungan program dakwah sekaligus mendukung kesejahteraan para dai yang menjalankan tugas di lapangan.

Pernyataan itu jujur dan praktis. Dai yang harus menghidupi keluarga tidak bisa diminta hadir di empat majelis setiap pekan tanpa kejelasan pemasukan. Kalau kesejahteraan diabaikan, organisasi kehilangan dai justru saat mereka sudah berpengalaman. Penguatan ekonomi lembaga karena itu bukan soal ambisi, melainkan soal siapa yang masih bersedia bertahan melayani warga.

Da’iQu: Program Zakat yang Menyiapkan Dai

Di tingkat nasional, penyiapan dai masuk dalam rumpun program Berkah Hidayah yang dikelola Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) sebagai lembaga amil zakat nasional. Laman resmi Berkah Hidayah menyebut pendekatan dakwah dilakukan secara itqan atau profesional dan pembinaan umat dilakukan terpadu, mulai dari mempersiapkan dai yang berkompeten, penyediaan sarana prasarana, sampai pembimbingan umat secara intensif.

Salah satu program di dalamnya adalah Da’iQu (Da’i Qur’ani), yaitu pemberdayaan dai untuk menyebarkan dakwah ke pelosok dengan bentuk pengajian yang memuat materi dasar keislaman seperti akidah, akhlak, dan Al-Qur’an. Rumpun yang sama juga memuat Tebar Al-Qur’an Nusantara untuk daerah terpencil, RumahQu sebagai rumah tahfizh, pembinaan muallaf, dan Tahfidz Community.

Perlu dicatat terbuka: hingga artikel ini disusun, belum ada laporan resmi yang menyebut pelaksanaan Da’iQu secara khusus di Luwu Timur. Yang tercatat resmi adalah arahan pemerataan dai di lingkungan DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur, serta Da’iQu sebagai kanal zakat yang menyiapkan dan menopang dai di tingkat nasional.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga