Dai Utusan ke Jambi dan Aceh
Gambaran bagaimana dai disiapkan bisa dilihat dari laporan resmi WIZ pada Oktober 2026. Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Wahdah Islamiyah bersama Laznas WIZ memberangkatkan lima dai untuk bertugas di Provinsi Jambi: Andika Pratama, Jufri Ammang, Muhammad Akbar, Muhammad Nur Alim Ilyas, dan Muhsin Arifin Arsyad. Pemberangkatan dilepas dari Kantor Pusat Wahdah Islamiyah di Makassar.
“Perjalanan darat, laut, hingga udara yang ditempuh oleh para da’i ini membuktikan totalitas dan ketulusan mereka dalam mengemban amanah umat,” ujar perwakilan dai, Andika Pratama, pada 1 Oktober 2026, seperti dikutip laporan resmi WIZ.
Tiga hari kemudian, Sabtu–Ahad (3–4/10/2026), DPW Wahdah Islamiyah Aceh menggelar pembekalan dan asesmen bagi tujuh dai muda alumni Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar di Banda Aceh. Fasilitator program pengabdian dan penugasan dai, Usamah Saiful Yusuf, menjelaskan pembekalan itu dirancang agar para dai siap secara keilmuan, mental, maupun pemahaman konteks sosial-budaya masyarakat setempat.
“Melalui pembekalan ini, para da’i dibekali pemetaan medan agar mampu beradaptasi dengan bijaksana di tengah masyarakat,” ujarnya dalam laporan resmi WIZ.
Dari dua laporan itu terlihat bahwa penempatan dai tidak dilakukan asal kirim: ada pembekalan, asesmen, lalu penempatan sesuai kebutuhan titik tugas.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Jejak Sosial yang Sudah Berjalan di Luwu Timur
Kerja dakwah di Luwu Timur tidak lepas dari kerja sosial. Pada 27 Agustus 2025, kebakaran melanda kawasan pemukiman di Sorowako dan tercatat 49 unit rumah terdampak. Sehari kemudian, WIZ Luwu Timur bersama tim Wahdah Peduli Nuha menyalurkan bantuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, jejak yang pernah kami rangkum dalam artikel jaringan kepedulian warga.
WIZ sendiri beroperasi sebagai lembaga amil zakat nasional berdasarkan SK Kementerian Agama RI Nomor 1209/2024, dengan kantor pusat di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 15 Km 7, Tello Baru, Panakkukang, Makassar. Arah programnya dibagi dalam rumpun dakwah, pendidikan, kesehatan, kemandirian, dan kemanusiaan. Pembahasan program daerah yang lebih teknis pernah kami tuangkan dalam artikel pemantapan program dakwah Wahdah Islamiyah Luwu Timur.
Apa yang Bisa Dilakukan Warga
Pemerataan dai bukan pekerjaan pengurus saja. Warga bisa ikut menentukan arahnya:
- Menghubungi pengurus DPC Wahdah Islamiyah di kecamatan terdekat untuk menyampaikan kebutuhan pembinaan di lingkungan masing-masing, misalnya majelis yang belum punya pengajar tetap.
- Menyampaikan usulan lokasi pengajian baru kepada cabang, karena penempatan dai mengikuti kebutuhan titik tugas.
- Menunaikan zakat, infak, dan sedekah lewat kanal resmi yang tercatat, supaya penyalurannya bisa dipertanggungjawabkan.
- Mendukung kegiatan dengan tenaga: menyiapkan tempat, membantu konsumsi, atau mengantar jamaah yang tinggal jauh dari masjid.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa yang dimaksud pemerataan dai di Wahdah Islamiyah Luwu Timur? Ini arahan Ketua DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur, Ustadz Arifuddin, ST., dalam MPH 26–27 September 2026 agar penyebaran dai lebih merata untuk menunjang aktivitas dakwah dan pembinaan umat di setiap cabang.
Apakah Da’iQu sudah berjalan di Luwu Timur? Belum ada laporan resmi yang menyebut pelaksanaan Da’iQu secara khusus di Luwu Timur. Yang tercatat adalah Da’iQu sebagai bagian rumpun Berkah Hidayah WIZ di tingkat nasional, serta arahan pemerataan dai di tingkat DPD.
Bagaimana memastikan setoran zakat sampai ke penerima manfaat? Salurkan melalui lembaga amil resmi dengan izin Kementerian Agama, dalam hal ini WIZ dengan SK Nomor 1209/2024, karena penyalurannya tercatat dan dilaporkan menurut program.
Penutup
Yang menentukan kualitas dakwah di sebuah kabupaten sering bukan jumlah ceramah besar, melainkan apakah ada orang yang mau datang setiap pekan ke majelis kecil di kampung paling jauh. Karena itu, keputusan tentang pemerataan dai dan kesejahteraan dai sebenarnya berbicara tentang hal yang sangat membumi: siapa yang akan mengajar mengaji anak-anak kita lima tahun dari sekarang.
Ukurannya sederhana dan bisa diperiksa warga: apakah pengajian di desa-desa bertambah, apakah dai yang sudah bertugas bertahan, dan apakah bantuan sosial tetap datang saat musibah.
Sumber: laporan resmi Wahdah Islamiyah soal MPH gabungan DPD Luwu Timur 26–27 September 2026 dan pengukuhan 52 pengurus DPD Luwu Timur 8 November 2025; laporan resmi Wahdah Inspirasi Zakat (wiz.or.id) soal pemberangkatan lima dai utusan ke Jambi 1 Oktober 2026, pembekalan tujuh dai utusan di Banda Aceh 3–4 Oktober 2026, serta laman program Berkah Hidayah dan Da’iQu.
Baca juga
- Berita Lutim: Mangade To Magi Bawa Dokumen ke Kedatuan Luwu
- Sengketa PHK di Luwu Timur: Jalur Mediasi dan Hak Pekerja
- Muslimah Wahdah Lutim dan Ilmu Rumah Tangga di Tomoni
Kumpulan berita terbaru seputar kabar Luwu Timur ada di kanal kabar Luwu Timur.
Gambar: Dok. Wahdah Inspirasi Zakat (wiz.or.id).


