Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Suara Warga

Muslimah Wahdah Lutim dan Ilmu Rumah Tangga di Tomoni

1 November 2026 • Admin • 41 kali dibaca
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Di Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, majelis taklim perempuan bukan sekadar jadwal pengajian mingguan. Pada Ahad, 6 Oktober 2024, Masjid Salman Alfarisi Tomoni dipenuhi sekitar 140 peserta yang datang untuk satu topik yang jarang dibahas terbuka: ilmu merawat pernikahan. Kegiatan bertema “Merawat Komitmen Pernikahan, Meniti Jalan Menuju Surga” itu digelar Unit dakwah bersama Forum Koordinasi Majelis Taklim Muslimah Wahdah Islamiyah Tomoni, dan menjadi salah satu jejak paling jelas bagaimana Muslimah Wahdah Lutim bekerja di tingkat paling dekat dengan warga.

Mengapa Majelis Taklim Perempuan Layak Diperhatikan

Dalam banyak keluarga di Luwu Timur, perempuan memegang tiga peran sekaligus: pengatur keuangan rumah, pendidik pertama anak, dan penjaga hubungan antaranggota keluarga. Ketika bekal ilmu untuk peran itu tipis, persoalan kecil di rumah mudah membesar — mulai dari pertengkaran soal uang, anak yang kehilangan pendampingan belajar, sampai rumah tangga yang retak karena tidak ada ruang untuk bertanya.

Majelis taklim mengisi ruang itu. Di forum semacam ini, seorang ibu bisa bertanya hal yang tidak nyaman disampaikan di tempat lain: bagaimana menyikapi konflik dengan pasangan, mengatur uang saat penghasilan tidak tetap, atau mendidik anak di tengah arus media sosial. Jawaban yang datang bukan dari grup percakapan tanpa dasar, melainkan dari daiyah yang membawakan materi dengan rujukan.

Karena itu, kegiatan seperti Gema Majelis Taklim di Tomoni penting dicatat sebagai layanan pendidikan nonformal bagi perempuan dewasa, bukan sebagai acara seremonial. Arah pembinaan seperti ini juga pernah dibahas dalam arah fokus ketahanan keluarga Wahdah Lutim.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Wahdah Lutim dan GMT Tomoni: 140 Peserta di Masjid Salman Alfarisi

Laporan resmi Muslimah Wahdah menyebut kegiatan itu dihadiri 140 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu majelis taklim dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tengah bertugas di wilayah Tomoni dan sekitarnya. Kehadiran mahasiswa KKN menarik dicatat: forum keagamaan perempuan ternyata juga menjadi tempat anak muda belajar langsung dari warga.

Materi utama dibawakan Ustadzah Dra. Jasmiati Jamil, daiyah Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur. Ia membahas kiat-kiat pernikahan mulai dari proses akad nikah hingga cara menghadapi tantangan yang muncul setelahnya.

“Tujuan pernikahan bukan sekedar pertemuan dua orang yang berbeda untuk menyamakan, tapi juga kesiapan untuk menghadapi tantangan dalam pernikahan. Agar terwujudnya keluarga yang bahagia maka, mendekatlah kepada sang Pencipta yaitu Allah Subhanahu Wata’ala,” ungkapnya seperti dikutip laporan resmi Muslimah Wahdah.

Ketua Muslimah DPC Wahdah Islamiyah Cabang Tomoni, Ustadzah Ramadhani, S.Pd, menjelaskan bahwa Gema Majelis Taklim dilaksanakan setiap tahun. Harapannya praktis: para muslimah memiliki ilmu mengenai “ibadah terpanjang”, yakni pernikahan yang menemani seseorang sepanjang hidupnya. Setelah materi, peserta mengikuti lomba kekompakan antarmajelis taklim dan kuis benar-salah, sehingga yang datang sendiri-sendiri pulang dengan kenalan baru dari majelis lain di kecamatan yang sama.

Ilmu Rumah Tangga yang Diajarkan di Tomoni

Dari materi yang disampaikan, ada empat hal yang coba diperkuat forum ini. Pertama, pemahaman bahwa akad nikah adalah komitmen, bukan titik akhir perkenalan. Kedua, kesadaran bahwa tantangan rumah tangga adalah hal normal yang perlu disiapkan sejak awal, bukan tanda kegagalan. Ketiga, kebiasaan kembali kepada Allah saat menghadapi persoalan yang tidak bisa diselesaikan berdua. Keempat, pentingnya lingkungan sosial yang saling menguatkan.

Poin keempat itu yang sering luput dari pembahasan kebijakan. Di wilayah dengan jarak antardesa cukup jauh seperti Luwu Timur, seorang ibu yang punya masalah keluarga belum tentu punya tempat bertanya dalam jangkauan dekat. Majelis taklim, karena berbasis masjid dan lingkungan, menjadi tempat pertama yang bisa dijangkau tanpa biaya transportasi.

Pembinaan perempuan di Luwu Timur juga berjalan lewat jalur literasi Al-Qur’an, seperti yang tercatat dalam artikel gerakan melek aksara Al-Qur’an lewat guru Dirosa. Dua jalur ini saling melengkapi: satu membenahi pemahaman rumah tangga, satu lagi membenahi kemampuan membaca kitab suci.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga