Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Peristiwa

Viral Luwu Timur: Maulid Nabi dan Teladan Rasulullah

14 September 2026 • Admin
Viral Luwu Timur: suasana perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama warga
Gambar: Pedomanrakyat.com

SuaraLutim.com, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, sekaligus meneladani akhlak dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan itu disampaikan Munafri saat menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darul Hijrah, Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso, pada Sabtu, 12 September 2026 malam.

Ia menilai Nabi Muhammad SAW merupakan sosok terbaik yang diutus Allah SWT sebagai rahmatan lil alamin dan menjadi teladan dalam berbagai aspek kehidupan.

Viral Luwu Timur: Ajakan Meneladani Rasulullah

Dalam kesempatan itu, Munafri menegaskan bahwa keteladanan Rasulullah tidak hanya tercermin dalam kehidupan sebagai seorang nabi. Keteladanan itu juga tampak dalam perannya sebagai suami, ayah, pemimpin, hingga pedagang yang menjunjung tinggi adab dalam bertransaksi.

“Bagaimana Nabi menjadi seorang suami bagi istrinya, bagaimana Nabi menjadi ayah dari anak-anaknya, bagaimana Nabi menjadi seorang pemimpin di dalam kaumnya, bagaimana Nabi menjadi seorang pedagang yang benar-benar tahu adab dalam bertransaksi,” ujarnya.

Pernyataan itu menempatkan Maulid bukan hanya sebagai kegiatan seremonial. Menurut Munafri, peringatan Maulid harus mampu menjadi ruang refleksi bagi umat untuk kembali mengingat dan menerapkan ajaran Rasulullah.

Makna Maulid bagi Kehidupan Sehari-hari

Bagi warga, pesan semacam ini menyentuh hal yang dekat: cara bersikap di rumah, cara bekerja, dan cara berdagang. Nilai kejujuran dalam transaksi misalnya, disebut sebagai salah satu contoh adab yang bisa langsung ditiru.

Karena itu, peringatan Maulid di banyak masjid di Sulawesi Selatan biasanya dirangkai dengan ceramah, pembacaan riwayat Nabi, dan kegiatan sosial. Semua itu diarahkan agar peringatan tidak berhenti pada acara tahunan.

Di Luwu Timur sendiri, peringatan Maulid kerap menjadi agenda rutin masjid dan desa. Bentuk kegiatannya beragam, mulai dari ceramah agama hingga santunan, dengan melibatkan warga sekitar.

Menempatkan Rasulullah sebagai Teladan Utama

Munafri juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan tokoh atau figur lain sebagai panutan secara berlebihan. Ia meminta Nabi Muhammad SAW ditempatkan sebagai sosok utama yang patut diteladani.

“Peringatan Maulid ini mengajak kita untuk kembali mengingat ini semua. Memastikan bahwa ada satu sosok yang tidak boleh kita lupakan,” tegasnya.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi pengingat di tengah derasnya arus informasi. Figur yang tampil di ruang digital dinilai perlu disikapi dengan bijak, sementara teladan utama tetap mengacu pada ajaran Rasulullah.

Perayaan Maulid di Masjid Darul Hijrah

Perayaan Maulid di Masjid Darul Hijrah, Kelurahan Lette, melibatkan warga setempat. Kegiatan itu dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ukhuwah dan silaturahmi antarwarga.

Munafri menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Lette dan pengurus Masjid Darul Hijrah yang telah menyelenggarakan kegiatan Maulid dengan melibatkan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan lebih ramai pada tahun-tahun mendatang.

Melibatkan Warga Lebih Luas

Pelibatan warga menjadi kunci agar peringatan Maulid terasa sebagai agenda bersama, bukan hanya kegiatan pengurus masjid. Panitia biasanya membuka ruang bagi remaja masjid, majelis taklim, hingga kelompok usaha warga untuk ambil bagian.

Selain mempererat silaturahmi, pola itu memiliki dampak praktis. Kegiatan bersama sering kali menjadi pintu masuk bagi program sosial, seperti bantuan bagi warga kurang mampu atau kegiatan pendidikan keagamaan untuk anak-anak.

Tradisi Peringatan Maulid di Sulawesi Selatan

Peringatan Maulid di Sulawesi Selatan umumnya berlangsung di masjid, mushala, sekolah, dan kantor. Rangkaian acaranya serupa: pembacaan riwayat Nabi, ceramah agama, doa bersama, dan sering ditutup dengan kegiatan sosial.

Yang membedakan satu daerah dengan daerah lain biasanya keterlibatan warganya. Di banyak tempat remaja masjid ambil bagian menyiapkan acara, sementara kelompok ibu-ibu mengelola konsumsi untuk para tamu.

Kegiatan seperti ini punya efek jangka panjang yang jarang dihitung. Antarwarga yang sebelumnya sekadar bertetangga bisa bekerja berdampingan dalam kepanitiaan, lalu berlanjut saling membantu saat ada kebutuhan mendesak.

Di sisi lain, kegiatan keagamaan yang rutin menjadi sarana menjaga tradisi literasi keislaman. Riwayat Nabi yang dibacakan setiap tahun membuat generasi baru tetap mengenal sirah, bahkan ketika mereka jarang membaca kitab.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga