Makassar, SuaraLutim – Aeshyazidni Nafizah Gasba, siswi kelas VI Al-Ghofur SD Islam Athirah Bukit Baruga, menorehkan prestasi di tingkat internasional. Ia meraih medali emas pada ajang ASIAROPE English International Olympiad 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, 4–8 September 2026.
Nafizah menjadi satu-satunya perwakilan dari Kota Makassar dan Sulawesi Selatan pada kompetisi tersebut. Ia bertanding di kategori Bahasa Inggris Level 3 dan berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah peserta dari berbagai negara.
Selain medali emas, ia menerima penghargaan Exemplary Performance atas penampilannya sepanjang rangkaian kompetisi. Prestasi itu menjadi salah satu kabar baik dunia pendidikan Sulawesi Selatan pada pertengahan September 2026.
Berita Lutim: Persiapan Sejak Babak Penyisihan Nasional
Medali emas di Bangkok tidak diraih dalam semalam. Nafizah memulai perjalanan dari babak penyisihan nasional pada Juni 2026, lalu menembus babak internasional sebagai satu-satunya wakil daerahnya.
Ia menyiapkan diri dengan mengikuti kursus Bahasa Inggris dua kali sepekan. Selain itu, ia memperbanyak latihan soal olimpiade, memperdalam tata bahasa, dan mengasah kemampuan menganalisis teks berbahasa Inggris.
Pola persiapan seperti itu menuntut konsistensi, bukan sekadar kerja keras menjelang lomba. Latihan rutin membantu peserta membiasakan diri membaca soal panjang, menakar waktu, dan memilih jawaban dengan tepat di bawah tekanan.
“Awalnya saya merasa sangat tegang saat menunggu pengumuman. Ketika nama saya dipanggil, saya merasa sangat bahagia dan bangga karena berhasil mendapatkan medali emas,” ujar Nafizah, dikutip dari rilis sekolah.
Ia menyebut kesempatan berkompetisi di tingkat internasional sebagai pengalaman berharga. “Saya sangat senang mendapatkan kesempatan mengikuti lomba ini. Semoga ke depan saya bisa terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan meraih prestasi yang lebih baik lagi,” katanya.
Dukungan Guru dan Orang Tua Jadi Kunci
Wali Kelas VI Al-Ghofur, Insana Pertiwi, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan Nafizah merupakan hasil proses pembinaan yang melibatkan seluruh guru secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian ananda Nafizah. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh guru, baik wali kelas sebelumnya, wali kelas saat ini, maupun guru bidang studi,” ungkap Insana.
Ia menilai Nafizah memiliki potensi dan motivasi yang besar. Dukungan orang tua yang kooperatif juga disebutnya sebagai salah satu faktor penting dalam proses pencapaian prestasi tersebut.
“Ananda adalah anak yang ceria, memiliki potensi dan motivasi yang sangat besar. Semua itu, ditambah dukungan orang tua, menjadi bagian penting dalam pencapaian prestasinya,” tambahnya.
Peran keluarga tampak pada kebiasaan harian, bukan hanya pada momen lomba. Pendampingan saat belajar, kesediaan menyediakan bahan bacaan, dan komunikasi yang baik dengan sekolah menjadi penopang yang jarang terlihat di panggung penghargaan.
Jejak Kompetisi: Dari Penyisihan Nasional ke Panggung Bangkok
Perjalanan Nafizah memperlihatkan satu pola yang sering berulang pada ajang olimpiade bahasa. Peserta melewati seleksi bertingkat, mulai dari babak penyisihan, penyaringan peserta, sampai babak final yang mempertemukan wakil berbagai negara.
Pada tahap akhir di Bangkok, peserta diuji pada kemampuan memahami bacaan, ketepatan tata bahasa, dan penguasaan kosakata. Soal-soal biasanya dirancang bukan untuk menguji hafalan, melainkan kemampuan bernalar atas teks yang dibaca.
Karena itu, keberhasilan seorang peserta sangat bergantung pada kemampuan fokus dan ketelitian. Kemampuan membaca cepat serta memahami maksud penulis teks menjadi keterampilan yang menentukan dalam lomba semacam ini.
Bagi sekolah di daerah, prestasi seperti ini juga menjadi acuan. Ia menunjukkan bahwa pembinaan bahasa asing dapat menembus panggung yang lebih luas, dengan catatan sekolah memberi ruang latihan yang cukup dan kesempatan berkompetisi sejak dini.
Apa Itu ASIAROPE English International Olympiad
ASIAROPE English International Olympiad adalah ajang kompetisi bahasa Inggris yang mempertemukan pelajar dari sejumlah negara. Pelaksanaan 2026 berlangsung di Bangkok, Thailand, dengan beberapa level kategori sesuai jenjang dan kemampuan peserta.
Nafizah turun pada kategori Bahasa Inggris Level 3. Penghargaan Exemplary Performance yang diterimanya menandai penampilan yang dinilai menonjol di antara peserta lain pada kategori tersebut.