Kaitan KUHP Baru dengan Kehidupan Warga Luwu Timur
Bagi Luwu Timur, penerapan KUHP dan KUHAP baru bukan perkara jauh di Jakarta. Kabupaten ini punya aktivitas ekonomi yang padat: pertambangan nikel di Sorowako dan sekitarnya, perkebunan, perikanan, perdagangan, serta ribuan usaha mikro yang bergantung pada transaksi harian yang aman dan pasti.
Ada tiga hal yang bisa langsung dirasakan warga dan pelaku usaha. Pertama, kepastian prosedur. Ketika tahapan penyelidikan, penyidikan, hingga persidangan berjalan transparan, orang tidak lagi menduga-duga apa yang akan menimpa mereka saat berhadapan dengan hukum. Kedua, perlindungan korban dan saksi. Penguatan hak korban, mekanisme restitusi dan kompensasi memberi ruang bagi pihak yang dirugikan — termasuk pedagang yang menjadi korban penipuan atau penggelapan. Ketiga, pencegahan yang lebih manusiawi terhadap kasus narkotika, karena masalah ini menyasar anak muda, kelompok yang justru menjadi tulang punggung usaha daerah.
Bagi dunia usaha, dampaknya bersifat tidak langsung tetapi nyata. Kepercayaan pada hukum menurunkan biaya ketidakpastian: pemasok lebih berani memberi tempo pembayaran, pembeli lebih berani bertransaksi, dan investor daerah lebih mudah diyakinkan bahwa sengketa akan diselesaikan lewat jalur yang jelas. Cuaca hukum yang sehat adalah prasyarat pertumbuhan usaha kecil, bukan pelengkap.
Peran HIPMI Sulawesi Selatan di Ekosistem Usaha Daerah
Sudut ini menjelaskan mengapa sosok Andi Amar relevan bagi publik Luwu Timur. Ia menjabat Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan periode 2024–2027, dan struktur organisasinya membawahi kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, termasuk HIPMI Luwu Timur. Melalui jaringan itu, pelaku usaha muda daerah mendapat akses pembinaan, jejaring pemasaran, dan ruang belajar dari pengusaha yang lebih berpengalaman.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah program HIPMI Sulawesi Selatan memang menyasar UMKM dan pengusaha muda. SuaraLutim mencatat agenda seperti HIPMI BizTrip: Vale Experience 2026 yang menyasar anggota dari daerah, serta pembahasan tentang jalur UMKM Luwu Timur naik kelas lewat kolaborasi dengan kampus dan lembaga pelatihan.
Yang perlu ditekankan, kepastian hukum dan pembinaan usaha adalah dua sisi mata uang yang sama. Pengusaha muda yang tahu hak dan kewajibannya lebih tahan menghadapi tekanan, lebih tertib administrasi, dan lebih berani naik kelas. Itulah sebabnya sorotan Andi Amar soal KUHP dan KUHAP baru layak dibaca bukan sebagai wacana hukum semata, melainkan bagian dari prasyarat ekonomi daerah.
Untuk konteks kedaruratan informasi di daerah, fungsi penegakan hukum yang aktif juga penting menjaga warga dari kabar bohong — tema yang pernah dibahas SuaraLutim dalam artikel 3 langkah cek informasi dari Kejari Luwu Timur.
FAQ: KUHP dan KUHAP Baru
Sejak kapan KUHP dan KUHAP baru berlaku?
Keduanya resmi berlaku pada 2 Januari 2026. KUHP nasional berbasis Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, sedangkan KUHAP baru berbasis Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 yang menggantikan aturan tahun 1981.
Apa yang diminta Andi Amar Ma’ruf Sulaiman?
Ia meminta aparat penegak hukum menerapkan KUHP dan KUHAP baru secara konsisten dan adil, berhati-hati menerapkan aturan, serta mengedepankan pencegahan pada kasus narkotika dengan tidak menyamakan setiap orang yang terlibat sebagai pelaku.
Mengapa warga Luwu Timur perlu memperhatikan hal ini?
Karena penerapan hukum yang konsisten memengaruhi rasa aman warga dan kepercayaan pelaku usaha. Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi Luwu Timur, kepastian hukum berarti transaksi yang lebih aman dan sengketa usaha yang tidak berlarut.
Yang Bisa Dilakukan Pelaku Usaha Muda Sekarang
Menunggu kesempurnaan penerapan aturan di semua daerah bukan pilihan produktif. Ada langkah sederhana yang bisa dijalankan sambil sistem terus dibenahi. Pertama, tertibkan dokumen usaha: legalitas, pencatatan transaksi, dan bukti pembayaran. Kedua, pahami hak dasar saat berhadapan dengan hukum, termasuk hak didampingi penasihat hukum dan hak atas proses yang transparan. Ketiga, aktif di organisasi pengusaha seperti HIPMI karena informasi kebijakan paling cepat beredar di sana.
Bagi HIPMI Luwu Timur, momentum ini dapat dipakai menggelar diskusi rutin bersama aparat penegak hukum dan pemda — bukan untuk mengadu, tetapi mengenali batas dan prosedur agar usaha yang dibangun tidak tergelincir oleh masalah yang bisa dicegah sejak awal.
Dengan begitu, sorotan legislator asal Sulawesi Selatan ini tidak berhenti sebagai pernyataan di forum kunjungan kerja. Ia bisa diterjemahkan menjadi kapasitas baru bagi pengusaha muda Luwu Timur: tahu aturan, taat prosedur, dan tetap bertumbuh.
Sumber: rilis Fraksi Partai Gerindra (gerindra.id, 21 September 2026), SulawesiPos.com (23 September 2026), dan laman Sekretariat Negara soal pemberlakuan KUHP-KUHAP baru (5 Januari 2026). Foto: Dok. SulawesiPos.com.
Gambar: Dok. SulawesiPos.com.


