Sentuhan Kuliner dan Produk Lokal
Bagi warga, Expo K-UMKM menjadi ajang mencicipi produk kuliner khas dari berbagai daerah. Pelaku usaha makanan olahan, kerajinan, serta produk kreatif masyarakat memanfaatkan momen ini untuk menjangkau pembeli baru.
Produk UMKM Luwu Timur maupun daerah lain di Sulawesi Selatan dapat tampil dan dipromosikan selama pelaksanaan expo. Tak jarang, transaksi di lapak pameran menjadi jalan masuk bagi produk lokal untuk dijual rutin di luar acara.
Kesiapan Luwu Timur sebagai Tuan Rumah
Pemerintah daerah terus memastikan kesiapan lokasi, fasilitas, hingga tempat penginapan bagi para tamu. Beberapa fasilitas dijanjikan diberikan secara gratis sebagai bagian dari pelayanan tuan rumah.
Dialog juga dilakukan bersama kepala sekolah dan guru di sekitar Lapangan Iniaku. Pembahasan menyangkut kesiapan lingkungan sekitar dalam mendukung kelancaran acara.
Dengan persiapan yang memasuki tahap akhir, perhatian kini beralih pada kesiapan Luwu Timur menerima peserta dari seluruh Sulawesi Selatan. Harapannya, Expo K-UMKM benar-benar meninggalkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.
Dampak Ekonomi bagi Sorowako dan Sekitarnya
Selama lima hari penyelenggaraan, kawasan Lapangan Iniaku diproyeksikan menjadi pusat aktivitas masyarakat. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di lapak pameran, tetapi juga menyentuh sektor jasa, seperti penginapan, transportasi, dan kuliner di sekitar Nuha.
Bagi pelaku usaha mikro, kesempatan bertemu pembeli dari luar daerah jarang datang. Momen seperti ini memungkinkan mereka menguji penerimaan pasar atas produk, sekaligus menjajaki kerja sama dengan pembeli dari kabupaten lain.
Pemerintah daerah mendorong agar gelaran tidak berhenti pada transaksi sesaat. Produk yang menarik perhatian di pameran diharapkan bisa berlanjut menjadi pesanan rutin setelah acara selesai.
Akomodasi dan kesiapan layanan
Kedatangan ribuan peserta menuntut kesiapan akomodasi dan layanan pendukung. Pemerintah daerah bersama penyelenggara telah memetakan kebutuhan tempat menginap serta fasilitas umum di sekitar lokasi.
Kesiapan itu penting karena Luwu Timur menjadi tuan rumah agenda tingkat provinsi. Kesan yang terbentuk selama acara akan memengaruhi penilaian peserta terhadap kapasitas daerah dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar.
Selain fasilitas, kelancaran lalu lintas dan pengaturan area parkir menjadi perhatian. Pengunjung diimbau mengikuti arahan petugas di lokasi agar aktivitas warga di sekitar tetap berjalan normal.
Peran koperasi dalam ekonomi daerah
Harkopnas menjadi momen untuk mengingatkan kembali peran koperasi dalam ekonomi kerakyatan. Koperasi dinilai sebagai wadah yang dekat dengan pelaku usaha kecil, mulai dari penyediaan modal hingga pemasaran bersama.
Melalui pameran dan rapat kerja daerah, pelaku koperasi dari berbagai kabupaten dapat bertukar pengalaman. Pertukaran itu diharapkan menghasilkan gagasan yang bisa diterapkan di daerah masing-masing setelah acara berakhir.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Expo K-UMKM Harkopnas ke-79 digelar?
Acara dibuka resmi pada Selasa, 6 Oktober 2026, dan berlangsung hingga 10 Oktober 2026 di Lapangan Iniaku, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.
Berapa kesiapan lokasi menjelang pembukaan?
Hingga Minggu, 4 Oktober 2026, persiapan dilaporkan mencapai sekitar 90 persen, dengan sejumlah stan pameran sudah berdiri dan mulai ditata peserta lokal.
Siapa saja yang terlibat?
Pelaku UMKM dan koperasi, perbankan, perusahaan, perwakilan 11 kecamatan di Luwu Timur, serta perwakilan 23 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Sumber
Informasi disarikan dari laporan Expose Timur mengenai persiapan Expo K-UMKM yang menembus 90 persen, laporan Bukamatanews.id tentang peninjauan Wakil Bupati, serta laporan Luwuraya.com soal evaluasi kesiapan Expo UMKM Harkopnas.
Baca juga di SuaraLutim: Luwu Timur Bersiap Sambut 3.000 Tamu Harkopnas ke-79, Pariwisata Lutim: Wisata Sekitar Sorowako saat Harkopnas, dan 5 Peluang Besar Harkopnas Sorowako untuk UMKM Lutim.


