Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Berita Lutim: Garam Pangkep, 700 Hektare Lahan Tergarap

17 September 2026 • Admin
Ilustrasi panen garam rakyat di kawasan penggaraman Pangkep, berita lutim soal potensi garam daerah
Gambar: Pedoman Rakyat

Potensi produksi garam rakyat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) masih terbuka luas. Dari sekitar 1.400 hektare lahan yang dinilai berpotensi untuk penggaraman, baru sekitar 700 hektare yang telah tergarap dan terus dikembangkan. Angka itu terungkap saat panen garam di Kelurahan Bori Masunggu, Kecamatan Labakkang, Rabu (16/9/2026), yang dihadiri langsung Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah menegaskan bahwa lahan yang belum tergarap menyimpan ruang pertumbuhan ekonomi bagi keluarga pesisir. Petani garam di kawasan itu sendiri tercatat telah memanen sekitar 12 ton garam olahan hingga Agustus 2026.

Kegiatan panen itu juga dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pangkep Muhammad Arsyad Djamal, Camat Labakkang, serta lurah setempat. Kehadiran jajaran tersebut menunjukkan bahwa pengembangan garam rakyat ditempatkan sebagai salah satu agenda ekonomi daerah, bukan sekadar program seremonial.

Berita Lutim: Panen Garam di Labakkang dan Peta Lahan Penggaraman

Labakkang menjadi salah satu titik yang paling sering disebut ketika membahas produksi garam rakyat di Pangkep. Panen di Bori Masunggu memperlihatkan bahwa aktivitas penggaraman masih hidup dan dikerjakan oleh kelompok petani yang terorganisasi.

Hingga Agustus 2026, sekitar 12 ton garam olahan tercatat dipanen dari wilayah tersebut. Bagi pembaca yang mengikuti isu ekonomi pesisir, angka itu menggambarkan produksi yang berjalan, sekaligus menandai bahwa kapasitas lahan masih jauh dari titik jenuh.

Selisih antara 1.400 hektare potensi dan 700 hektare yang tergarap menjadi inti persoalan yang dibahas pemerintah daerah. Lahan yang belum dimanfaatkan dinilai bisa menambah volume produksi apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat, termasuk dari sisi permodalan dan teknologi.

Bupati Muhammad Yusran Lalogau menyebut potensi lahan penggaraman yang mencapai sekitar 1.400 hektare dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat jika dikelola secara optimal. Menurutnya, besarnya lahan tidak otomatis menjadi hasil bila produktivitas per hektare tidak ditingkatkan.

Tiga Kawasan Penggaraman dan Peran Dinas Teknis

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pangkep Muhammad Arsyad Djamal menyebut ada tiga kawasan yang menjadi potensi penggaraman di daerah itu, yakni Kecamatan Labakkang, Ma’rang, dan Bungoro. Ketiganya disebut memiliki karakter lahan yang sesuai untuk usaha garam rakyat.

Pemetaan tiga kawasan itu penting karena menjadi dasar penentuan prioritas pendampingan, penyaluran bantuan, hingga penyiapan sarana produksi. Dengan daftar kawasan yang jelas, intervensi pemerintah bisa diarahkan ke lokasi yang paling siap dikembangkan.

Dinas Perikanan dan Kelautan sendiri menempatkan pengembangan usaha garam rakyat sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Pendekatan ini menempatkan petani sebagai pelaku utama, sementara pemerintah berperan pada penyediaan sarana dan pendampingan teknis.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga