Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Berita Luwu Timur: 60 Kambing untuk Peternak Teromu

25 Oktober 2026 • Admin • 37 kali dibaca
Penyerahan bantuan kambing kepada Kelompok Ternak Gemilang di Desa Teromu, Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur
Gambar: Dok. Luwurayapos.com (penyerahan 60 ekor kambing di Desa Teromu, 22 Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

Peternakan di Luwu Timur dan Pentingnya Kesehatan Hewan

Luwu Timur memiliki tradisi peternakan yang cukup kuat, terutama di wilayah pedesaan. Persoalannya bukan hanya pakan, tetapi juga penyakit. Pada Oktober 2026, peternak di Kecamatan Tomoni Timur mengikuti pelatihan biosekuriti untuk mencegah penyakit ternak menular. Ulasan kegiatan itu dapat dibaca pada artikel peternak Tomoni Timur dilatih biosekuriti.

Contoh lain muncul pada sektor babi, yang pada awal Oktober 2026 mendapat perhatian khusus karena ancaman African Swine Fever. Pemerintah daerah mengedukasi peternak agar menerapkan langkah pencegahan. Artikel peternak babi diedukasi cegah ASF merangkum kegiatan tersebut. Meski jenis ternaknya berbeda, pelajarannya sama: kesehatan hewan adalah fondasi usaha peternakan.

Untuk kambing, beberapa langkah dasar yang biasa diterapkan adalah kandang yang kering dan berventilasi, pemisahan hewan baru, pembersihan rutin, serta pencatatan kelahiran dan kematian. Vaksinasi dan pengobatan sebaiknya dilakukan bersama petugas peternakan setempat, bukan berdasarkan anjuran yang beredar di media sosial. Angka kematian anak yang tinggi biasanya berakar pada kandang lembap dan pakan yang kurang, bukan pada satu penyakit tunggal.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Risiko yang Perlu Diantisipasi Kelompok

Ada beberapa risiko yang hampir selalu muncul dalam program bantuan ternak. Pertama, mutu hewan yang diterima tidak sesuai harapan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum serah terima sebaiknya dilakukan bersama dinas teknis, bukan hanya berdasarkan daftar jumlah. Kedua, kemampuan kelompok menampung pakan. Penambahan 60 ekor sekaligus membutuhkan lahan penggembalaan atau kebun hijauan yang memadai.

Ketiga, kelembagaan kelompok. Bantuan yang diterima bersama harus dikelola bersama, dengan pembukuan sederhana yang bisa dibaca semua anggota. Keempat, pemasaran. Harga kambing hidup bergerak mengikuti permintaan, terutama menjelang hari besar keagamaan. Kelompok yang memahami pola itu bisa mengatur waktu penjualan, sehingga tidak terpaksa melepas hewan pada harga rendah.

Kelima, keberlanjutan pendampingan. Program bantuan biasanya berakhir pada serah terima, sementara kebutuhan teknis berlanjut bertahun-tahun. Di sinilah peran penyuluh pertanian dan peternakan di tingkat kecamatan menjadi penting. Jika kelompok tahu ke mana harus bertanya ketika hewan sakit, risiko kerugian bisa ditekan.

Yang Belum Dijelaskan dalam Penyaluran Ini

Sampai berita ini disusun, beberapa rincian belum disebutkan dalam laporan yang tersedia. Jenis atau bangsa kambing yang disalurkan tidak dirinci, begitu pula bobot rata-rata hewan, nilai anggaran bantuan, dan status kepemilikan hewan setelah program berjalan. Apakah bantuan bersifat hibah penuh, atau ada skema pengembalian untuk modal bergulir, juga belum dijelaskan.

Rincian semacam itu biasanya tercantum dalam dokumen serah terima dan anggaran. Warga yang ingin mengetahui lebih jauh dapat menanyakannya kepada Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur atau anggota dewan pengusul. SuaraLutim tidak menambahkan angka atau nama yang tidak ada dalam sumber resmi.

FAQ: Bantuan Ternak untuk Kelompok Ternak Gemilang

Berapa jumlah kambing yang diserahkan dan siapa penerimanya?

Sebanyak 60 ekor kambing, terdiri atas 20 jantan dan 40 betina. Penerimanya adalah Kelompok Ternak Gemilang di Desa Teromu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur.

Siapa yang menyalurkan dan dari mana sumber anggarannya?

Penyaluran dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur melalui Bidang Peternakan pada Kamis (22/10/2026). Sumber anggarannya adalah Pokok-Pokok Pikiran anggota DPRD Luwu Timur, Wahidin Wahid, S.AN., M.Si.

Apakah kehadiran Inspektorat berarti ada masalah?

Tidak. Kehadiran Inspektorat merupakan bagian dari pengawasan internal atas penyaluran barang milik daerah, agar prosesnya sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber: Luwurayapos.com dan Saokareba.id (laporan penyaluran bantuan ternak di Desa Teromu, 22–24 Oktober 2026), serta pemberitaan SuaraLutim mengenai peternakan di Kabupaten Luwu Timur.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga