Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Berita Luwu Timur: Pangkep Dorong IKM Tembus Swalayan

15 September 2026 • Admin
Berita Luwu Timur: pelaku IKM Pangkep belajar desain kemasan dan label agar produk lokal masuk ritel modern
Gambar: Pedoman Rakyat

(SuaraLutim) — Pangkep. Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan terus memperkuat sektor Industri Kecil dan Menengah melalui peningkatan kualitas kemasan dan label produk. Kebijakan ini diarahkan agar produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu menembus pasar swalayan hingga ritel modern.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Kemasan dan Label Angkatan II Tahun 2026 yang digelar Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Pangkep di Sentra IKM Pengolahan Ikan Matampa, Kamis (10/9/2026). Kegiatan berlangsung tiga hari, 10–12 September 2026.

Bimtek itu diikuti 25 pelaku IKM dari berbagai wilayah Pangkep, mulai dari daratan, pegunungan, hingga kepulauan. Sebaran peserta yang luas menunjukkan bahwa persoalan kemasan tidak hanya dihadapi pengusaha di kawasan kota.

Berita Luwu Timur: Pangkep Latih Pelaku IKM soal Kemasan

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pangkep, Asrul Asiking, saat membuka kegiatan meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengembangan produk.

“Harapannya, pelaku IKM dapat mengembangkan inovasi desain kemasan dan labeling serta mampu mendesain sendiri kemasannya sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Permintaan itu menunjukkan arah kebijakan yang cukup jelas. Pemerintah daerah tidak hanya ingin pelaku usaha bertahan, tetapi juga mampu bersaing di rak-rak ritel modern yang punya standar berbeda dari pasar tradisional.

Di ritel modern, produk bersaing dalam hitungan detik. Konsumen menilai dari tampilan depan kemasan, kejelasan informasi, dan kesan higienis sebelum membaca apa pun tentang rasanya.

Kemasan Bukan Sekadar Pembungkus

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Pangkep, Asykur Abubakar, mengatakan penguatan kemasan merupakan bagian dari strategi Pemkab Pangkep untuk mendorong produk UMKM naik kelas. Menurutnya, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai jual sekaligus memperkuat identitas produk.

“Tujuannya agar kemasan yang dibuat bisa naik kelas sehingga produk dapat diterima di swalayan dan ritel modern,” kata Asykur.

Pandangan itu sejalan dengan praktik di banyak daerah. Produk olahan hasil laut, misalnya, sering kalah bersaing bukan karena mutunya kurang, melainkan karena dikemas dengan plastik bening tanpa label, tanpa komposisi, dan tanpa tanggal kedaluwarsa.

Padahal, informasi seperti berat bersih, komposisi bahan, nomor izin edar, dan kontak produsen adalah syarat dasar agar sebuah produk dapat diterima jaringan ritel. Tanpa itu, produk hanya bisa berputar di lingkungan terdekat pembuatnya.

Mesin Pres dan 350 Kemasan per Pelaku Usaha

Tak berhenti pada pelatihan, peserta juga mendapat dukungan berupa mesin pres dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui instansi yang membidangi perindustrian dan UMKM. Masing-masing pelaku usaha juga akan mendapatkan 350 kemasan untuk mendukung penerapan hasil bimtek.

Asykur berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas produksi dan pendapatan pelaku usaha.

“Harapannya setelah pelatihan ini UMKM bisa naik kelas, meningkatkan taraf hidup, dan mengajak UMKM lainnya untuk terus meningkatkan kreativitas dalam produksi,” jelasnya.

Bantuan peralatan dan kemasan memang membantu pada tahap awal, tetapi keberlanjutannya bergantung pada kemampuan pelaku usaha menghitung biaya kemasan per unit. Bila biaya itu tidak diperhitungkan dalam harga jual, usaha bisa cepat kehabisan modal kerja.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga