Di banyak kawasan industri dan pusat niaga di Luwu Timur, orang pertama yang ditemui tamu bukanlah manajer, melainkan anggota satuan pengamanan yang berdiri di pos gerbang. Dalam hitungan detik, tamu sudah menyimpulkan bagaimana perusahaan itu bekerja: rapi atau serampangan, ramah atau menakutkan, cekatan atau lambat. Pelatihan service excellent security lahir dari kesadaran sederhana bahwa menjaga keamanan dan melayani orang bukan dua pekerjaan yang berlawanan, melainkan satu pekerjaan yang sama.
Mengapa pelatihan service excellent security menentukan citra perusahaan
Pos gerbang adalah titik temu pertama antara dunia luar dan isi perusahaan. Di situlah tamu menyerahkan identitas, sopir menunggu instruksi, dan vendor menanyakan ke mana harus menurunkan barang. Semua percakapan kecil itu terjadi sebelum orang bertemu bagian pengadaan, HRD, atau manajer. Karena itu, satu anggota satpam yang menjawab dengan nada membentak dapat merusak kesan yang dibangun bertahun-tahun oleh perusahaan.
Menariknya, regulasi kita sendiri sudah menempatkan pekerjaan ini dalam kerangka pelayanan, bukan sekadar penjagaan. Peraturan Kepolisian Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, pada Pasal 16 ayat (2), menyebut tugas anggota satpam meliputi penyelenggaraan keamanan dan ketertiban di tempat kerja sekaligus melindungi dan mengayomi warga di tempat kerja dan lingkungannya. Kata “mengayomi” adalah bahasa pelayanan. Pada ayat berikutnya, satpam disebut sebagai pendukung utama pimpinan organisasi di bidang pembinaan keamanan dan ketertiban, serta mitra Polri di lingkungan kerjanya.
Di titik itulah pelatihan service excellent menjadi relevan bagi satpam, bukan hanya bagi pramuniaga atau resepsionis. LPK Lunarica, lembaga pelatihan dan sertifikasi berbasis di Makassar yang melayani peserta dari Luwu Timur, memosisikan kemampuan pelayanan sebagai keterampilan kerja yang bisa dilatih dan diukur, sejajar dengan keterampilan teknis.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Dasar hukum: apa yang wajib, apa yang hanya baik dimiliki
Sebelum menyusun kurikulum, ada baiknya perusahaan memisahkan dua hal yang sering tercampur: kewajiban hukum dan nilai tambah. Untuk satpam, keduanya cukup jelas batasnya.
Perpol 4 Tahun 2020 ditetapkan pada 5 Agustus 2020 dan diundangkan dalam Berita Negara Tahun 2020 Nomor 868. Peraturan ini mencabut Peraturan Kapolri Nomor 23 Tahun 2007 tentang Sistem Keamanan Lingkungan serta ketentuan mengenai satpam dalam Peraturan Kapolri Nomor 24 Tahun 2007. Perpol ini kemudian diubah dengan Peraturan Polri Nomor 1 Tahun 2023 yang ditetapkan 13 Januari 2023, terutama untuk menyesuaikan pengaturan seragam.
Pasal 4 menempatkan pelatihan sebagai salah satu dari tiga tahap pembinaan satpam, bersama perekrutan dan pengukuhan. Pasal 10 membagi pelatihan menjadi tiga jenjang: Gada Pratama, Gada Madya, dan Gada Utama. Definisi ketiganya ada di Pasal 1: Gada Pratama membentuk keterampilan dan kemampuan dasar, Gada Madya membentuk kemampuan menengah, dan Gada Utama membentuk kemampuan manajerial.
Yang menarik, Pasal 11 sampai Pasal 13 mengaitkan jenjang itu dengan latar belakang peserta. Gada Pratama diperuntukkan bagi calon anggota satpam orang perseorangan serta purnawirawan Polri dan purnawirawan TNI golongan Tamtama dan Bintara. Gada Madya diperuntukkan bagi purnawirawan Polri dan TNI golongan perwira pertama sampai perwira menengah setingkat Ajun Komisaris Besar Polisi. Gada Utama untuk purnawirawan perwira menengah setingkat Komisaris Besar Polisi sampai perwira tinggi.
Sementara itu, Pasal 21 mengaitkan jenjang pelatihan dengan kepangkatan: Gada Pratama untuk tingkatan pelaksana, Gada Madya untuk supervisor, dan Gada Utama untuk manajer. Kedua pengaturan itu tidak sepenuhnya sejalan, dan perbedaan tafsir semacam ini sebaiknya ditanyakan langsung kepada penyelenggara pelatihan atau kepada kepolisian setempat sebelum perusahaan mengirim karyawan. Artikel ini tidak mengambil kesimpulan yang melampaui bunyi pasalnya.
Yang pasti: setelah lulus pelatihan, peserta menerima ijazah sesuai jenjangnya (Pasal 14). Setelah dikukuhkan, anggota satpam memperoleh Keputusan Kepangkatan, KTA Satpam, dan Buku Riwayat Anggota Satpam (Pasal 15). Saat bertugas, ia wajib membawa KTA, memakai pakaian dinas beserta atribut, dan bertugas sesuai wilayah tugasnya (Pasal 17). Kepangkatan sendiri terdiri atas golongan manajer, supervisor, dan pelaksana dengan jenjang utama, madya, dan dasar (Pasal 19 dan Pasal 20).
Perlu dicatat pula bahwa sertifikasi kompetensi satpam berada dalam lingkup tugas Direktorat Pembinaan Potensi Masyarakat Korbinmas Baharkam Polri, sebagaimana disebut pada Pasal 1 angka 19. Artinya, di samping ijazah pelatihan, dikenal pula jalur sertifikasi kompetensi. Kerangka sertifikasi kompetensi nasional sendiri dijalankan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Rujukan lengkap Perpol 4 Tahun 2020 dapat dibaca pada basis data peraturan perundang-undangan.
Tegas pada aturan, ramah pada orang
Kekeliruan paling umum dalam pelatihan satpam adalah menganggap keramahan sebagai lawan ketegasan. Padahal yang ditolak satpam seharusnya permintaan yang melanggar prosedur, bukan orang yang mengajukannya. Seorang tamu yang datang tanpa surat izin tetap boleh diperlakukan sebagai tamu terhormat, sambil tetap tidak diizinkan masuk.
Formula sederhana yang biasa dipakai dalam latihan terdiri atas tiga langkah: akui kebutuhan orang, sebutkan alasan aturan secara singkat, lalu tawarkan alternatif. Contohnya: “Maaf Pak, kendaraan ini tidak boleh masuk area bongkar muat sebelum pukul tujuh. Saya arahkan ke tempat parkir tunggu di sebelah kiri, nanti saya kabari bagian gudang begitu area siap.” Kalimat itu memuat penolakan, alasan, dan jalan keluar sekaligus, tanpa perlu meninggikan suara.
Sebaliknya, kalimat “pokoknya aturan” menutup percakapan dan memindahkan masalah ke meja lain, biasanya ke manajer yang akhirnya harus menelepon balik. Dalam hitungan keluhan pelanggan, kejadian seperti ini mahal.


