Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Pariwisata Lutim: Buah Dengen Pikat Kontingen Expo

10 Oktober 2026 • Admin • 24 kali dibaca
Bupati Luwu Timur menyapa kontingen se-Sulawesi Selatan di Pantai Ide Sorowako dalam rangkaian Expo K-UMKM 2026
Gambar: Dok. Kominfo-SP Luwu Timur via Expose Timur
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, SOROWAKO — Rangkaian Pekan Expo Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (K-UMKM) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Sorowako menyisakan satu cara khas Luwu Timur untuk menyambut tamu: memperkenalkan buah dengen. Jumat (9/10/2026), di sela lomba Games Estafet di kawasan Pantai Ide, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengajak kontingen dari 23 kabupaten/kota mencicipi buah khas daerah itu. Momen sederhana tersebut memperlihatkan wajah pariwisata Lutim yang jarang diekspos: bukan lewat papan promosi, melainkan lewat pengalaman langsung.

Cara bertamu seperti itu dinilai lebih membekas. Tamu tidak hanya melihat stan produk atau mendengar paparan resmi, tetapi berinteraksi dengan warga, mencoba produk lokal, dan merasakan suasana tepi danau. Dalam catatan Expose Timur, perkenalan dengen berlangsung santai, disertai obrolan dan tawa bersama para peserta.

Pariwisata Lutim dan Seni Bertamu di Tepi Danau Matano

Mengapa momen kecil di Pantai Ide itu penting bagi pariwisata Lutim? Karena citra sebuah daerah wisata dibentuk oleh pengalaman pertama. Ketika seorang tamu dari kabupaten lain mencicipi buah lokal sambil mengikuti permainan tradisional, yang tersimpan bukan sekadar nama produk, melainkan kesan bahwa Luwu Timur adalah daerah yang ramah dan punya identitas.

Pendekatan ini sejalan dengan karakter geografis Luwu Timur. Kabupaten ini berada di ujung timur Sulawesi Selatan dan dikenal karena kawasan danau purba di bagian utara, serta pesisir Teluk Bone di bagian selatan dan timur. Sorowako, tempat sebagian besar rangkaian Expo berlangsung, berada di Kecamatan Nuha, tepat di tepi Danau Matano.

Tata Atur
Iklan

Karena itu, setiap agenda daerah yang digelar di kawasan ini hampir selalu beririsan dengan sektor wisata. Peserta expo yang datang untuk urusan koperasi dan UMKM tetap bersinggungan dengan lanskap danau, jalan poros, dan kehidupan warga sekitar — tiga hal yang menjadi bahan baku utama promosi wisata daerah.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Permainan Tradisional, Identitas yang Tidak Bisa Difoto dari Jauh

Bagian lain yang menarik perhatian adalah penggunaan permainan tradisional sebagai bagian dari rangkaian lomba. Alih-alih hanya menggelar kompetisi formal, panitia menghadirkan permainan yang tumbuh di masyarakat setempat. Cara ini membuat kontingen ikut bermain, bukan hanya menonton.

Bagi daerah yang tengah membangun sektor pariwisata, cara tersebut punya nilai praktis. Permainan tradisional mudah direplikasi di desa wisata, tidak membutuhkan anggaran besar, dan bisa dikemas sebagai atraksi pendamping ketika wisatawan datang ke danau atau pantai. Yang dibutuhkan terutama adalah warga yang mau menjadi pemandu dan cerita di balik setiap permainan.

Kombinasi produk lokal, permainan tradisional, dan lanskap danau itulah yang membuat paket wisata Luwu Timur sulit ditiru daerah lain. Bukan karena satu unsur tunggal, melainkan karena semuanya hadir dalam satu ruang pada waktu yang sama.

Buah Dengen dan Kekayaan Kuliner Lokal

Buah dengen disebut dalam pemberitaan sebagai buah khas Luwu Timur yang diperkenalkan kepada para kontingen pada Jumat (9/10/2026). Perkenalan itu dilakukan dengan cara paling sederhana: peserta diajak mencicipi buah tersebut sambil berbincang.

Pendekatan mencicipi langsung penting bagi sektor kuliner wisata. Produk khas daerah sering sulit dijual lewat gambar karena rasanya tidak bisa diterjemahkan dalam foto. Ketika tamu sudah mencoba, barulah muncul pertanyaan lanjutan: dari mana buah itu berasal, apakah bisa dibeli, dan apakah bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Di Luwu Timur, jejaring oleh-oleh memang sudah tumbuh. Beberapa UMKM mengemas produk khas daerah untuk dijual kepada pengunjung, sementara gerai oleh-oleh di kawasan Nuha menawarkan produk warga. Kehadiran produk seperti dengen di panggung expo berpotensi memperluas permintaan, sekaligus membuka jalan bagi petani dan pelaku usaha kecil untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

SuaraLutim pernah mengulas bagaimana gerai oleh-oleh di Nuha bekerja menarik pembeli dari luar daerah, dan bagaimana tepian Danau Matano ditata sebagai ruang publik baru. Pola yang sama bisa dipakai untuk memperkenalkan buah lokal: bukan dijual sebagai komoditas mentah semata, tetapi sebagai bagian dari cerita wisata.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga