Desa Wisata Segitiga Emas di Tarengge
Selain wisata pemancingan, Kabupaten Luwu Timur memiliki desa wisata yang tercatat dalam sistem informasi desa wisata Kementerian Pariwisata. Salah satunya adalah Desa Wisata Segitiga Emas di Desa Tarengge, Kecamatan Wotu.
Menurut data pada laman resmi Jadesta Kementerian Pariwisata, Desa Tarengge terdiri atas empat dusun: Dusun Tarengge, Dusun Segitiga Emas, Dusun Lawani, dan Dusun Madani. Desa ini merupakan desa agraris yang berada pada titik perlintasan, sehingga sejak lama dikenal dengan sebutan kawasan Segitiga Emas.
Kategori desa wisata ini tercatat sebagai desa wisata berkembang dengan nomor identitas tersendiri dalam sistem Jadesta. Alamatnya berada di Jalan Trans Malili, Desa Tarengge.
Atraksi dan Fasilitas yang Tercatat
Berdasarkan data resmi tersebut, sejumlah atraksi dan fasilitas dapat dijumpai di Desa Wisata Segitiga Emas:
- Kolam Pemancingan Salo’ Pappoto’, atraksi wisata buatan dengan tarif yang tercatat pada laman Jadesta.
- Tarengge Archery Club, atraksi wisata budaya berupa olahraga panahan.
- Fasilitas pendukung: areal parkir, balai pertemuan, serta tempat makan dan layanan kuliner.
- Produk kuliner lokal yang tercatat sebagai paket wisata, antara lain baje ketan gula merah, bolu cukke, dan keripik pisang tanduk.
Data pada laman Jadesta juga mencatat bahwa desa wisata ini belum memiliki kamar homestay. Artinya, peluang pengembangan masih terbuka, terutama untuk amenitas penginapan yang dapat menahan wisatawan lebih lama.
Informasi kontak pengelola tercantum pada laman resmi Jadesta. Calon pengunjung disarankan memverifikasi jadwal, ketersediaan atraksi, dan tarif melalui kanal resmi tersebut sebelum berkunjung.
Jejaring Desa Wisata di Sekitar Wotu
Salah satu keunggulan kawasan ini adalah kedekatannya dengan desa wisata lain. Pada laman Jadesta, tercatat sejumlah desa wisata di sekitar Tarengge, di antaranya Desa Wisata Saung Rindu Galung, Desa Wisata Tanah Bangkalae, Desa Wisata Banua Pangka, Desa Wisata Pantai Balobalo, dan Desa Wisata Mabonta.
Kedekatan itu membuka peluang penyusunan paket perjalanan tematik. Wisatawan dapat merangkai kunjungan ke beberapa desa wisata dalam satu perjalanan, misalnya menggabungkan wisata pemancingan, panahan, hingga kuliner lokal.
Untuk pengembangan ke depan, kawasan Tarengge juga masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah sebagai kawasan ekonomi baru. Mengutip pemberitaan Luwuraya.com pada Juli 2025, DPRD Kabupaten Luwu Timur menyebut penetapan itu sebagai langkah mendorong pemerataan pembangunan di kawasan barat, dengan mengacu pada Perda tentang RTRW dan Peraturan Bupati tentang RDTR Wotu.
Bagi sektor pariwisata, status kawasan ekonomi baru berpotensi mempercepat penataan infrastruktur. Jalan yang baik dan penataan ruang yang jelas menjadi prasyarat agar kunjungan wisatawan tidak terhambat.
Catatan untuk Calon Pengunjung
Bagi warga dan wisatawan yang berencana menikmati wisata pemancingan maupun desa wisata di Luwu Timur, beberapa hal berikut bisa menjadi panduan:
- Pastikan jadwal kegiatan, tarif, dan ketersediaan fasilitas lewat kanal resmi pengelola atau laman desa wisata.
- Datang pada waktu yang disarankan, umumnya pagi hingga sore, agar perjalanan pulang tetap nyaman.
- Bawa perlengkapan pribadi sesuai kebutuhan dan tetap jaga kebersihan area wisata.
- Untuk kegiatan berkelompok, koordinasikan lebih dulu dengan pengelola agar layanan dapat disiapkan.
- Periksa kondisi kendaraan sebelum menempuh perjalanan antarkecamatan, terutama bila berkunjung pada malam hari.
Wisata berbasis komunitas semacam ini memberi manfaat langsung bagi warga: lapangan kerja kecil, pemasukan bagi pelaku kuliner, hingga promosi produk lokal. Karena itu, menjaga kualitas layanan dan kebersihan kawasan menjadi kunci agar kunjungan terus berlanjut.
FAQ: Wisata Pemancingan dan Desa Wisata Lutim
Di mana Lomba Mancing Lopi Mangkutana digelar? Kegiatan itu berlangsung di Pemancingan Nek Belo, Desa Lopi, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur.
Apa atraksi utama Desa Wisata Segitiga Emas? Berdasarkan data Jadesta Kementerian Pariwisata, atraksi yang tercatat meliputi Kolam Pemancingan Salo’ Pappoto’ dan Tarengge Archery Club, didukung fasilitas parkir, balai pertemuan, serta layanan kuliner.
Apakah sudah tersedia penginapan di desa wisata itu? Data Jadesta mencatat belum ada kamar homestay. Pengunjung disarankan menyiapkan rencana menginap di kawasan sekitar Malili atau Wotu.
Sumber: Luwuraya.com dan Jadesta Kementerian Pariwisata RI. Tautan sumber: Luwuraya — Lomba Mancing Lopi Mangkutana, Jadesta — Desa Wisata Segitiga Emas, dan Luwuraya — Tarengge Kawasan Ekonomi Baru.
Bacaan terkait: Pariwisata Lutim: Desa Wisata Balantang dan Kapal Sejarah, Destinasi Luwu Timur: Pantai Balo-Balo dan Warga Wotu, dan Wisata Luwu Timur: Ekowisata Mangrove Banua Pangka Wotu.


