Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Wisata Luwu Timur: IOF dan Peluang Jelajah Tiga Danau

19 Oktober 2026 • Admin • 30 kali dibaca
Pelantikan pengurus IOF Kabupaten Luwu Timur di Bundaran Batara Guru Malili, mendukung promosi wisata Luwu Timur
Gambar: Dok. IKP-Humas/Kominfo-SP Luwu Timur (Warta Lutim), pelantikan IOF Luwu Timur, 17 Oktober 2026.
ASM Group
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Peta wisata Luwu Timur mendapat tambahan tenaga baru. Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Cabang Indonesia Off-Road Federation (IOF) Kabupaten Luwu Timur masa bakti 2026–2030 di Bundaran Batara Guru, Malili, Sabtu (17/10/2026). Pelantikan itu bukan sekadar seremoni organisasi hobi. Di depan pengurus IOF Sulawesi Selatan, Bupati menyatakan kesiapan daerah menjadi tuan rumah kejuaraan off-road regional hingga nasional, dan menjadikan Jelajah Tiga Danau sebagai agenda unggulan.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan wisata Luwu Timur, pernyataan itu penting karena menyentuh dua hal sekaligus: infrastruktur jalur dan promosi destinasi. Off-road bukan cabang olahraga yang bisa digelar di halaman kantor. Ia butuh jalur berbatu, tanjakan, sungai, dan lintasan alam yang justru menjadi kekuatan utama kabupaten ini. Selama ini kekayaan itu lebih sering dinikmati warga sendiri daripada dijual sebagai pengalaman wisata.

Baca juga: Wisata Luwu Timur: Panduan Jelajah Tiga Danau Malili; Destinasi Luwu Timur: Sport Tourism dan Event Wisata; Offroader Jelajah Rute Makassar-Barru.

Wisata Luwu Timur dan Panggung Off-Road yang Baru Dibuka

Pelantikan berlangsung dengan prosesi yang rapi. Surat Keputusan dibacakan Sekretaris Pengda IOF Sulawesi Selatan, Syahrir, lalu dilanjutkan penyerahan pataka sebagai simbol peralihan estafet kepemimpinan dari pengurus lama ke pengurus baru. Ketua Pengda IOF Sulsel, Adi Rasyid Ali, menyerahkan langsung amanah itu kepada Bupati Irwan.

Dalam sambutannya, Irwan menegaskan bahwa IOF Luwu Timur selama ini konsisten berada di garda terdepan setiap ajang off-road. Karena itu ia meminta pengurus provinsi tidak ragu menyerahkan penyelenggaraan event besar ke daerahnya. “IOF Luwu Timur terbukti selalu hadir di paling depan dan aktif meramaikan dunia off-road. Kami berharap Pengda IOF Sulsel menyerahkan penyelenggaraan berbagai event berskala regional hingga nasional kepada kami,” tegasnya seperti dikutip Warta Lutim.

Rangkaian acara juga memberi ruang apresiasi bagi komunitas. Pin Apresiasi Offroader Teraktif diserahkan kepada Irwan Rusdiady dari Tim Anoa Merah Putih Overland, disusul apresiasi untuk H. Jabir dari Tim Anoa Lutim Extreme. Sertifikat klub dari Pengurus Pusat IOF dan Kartu Tanda Anggota dibagikan sebagai penanda bahwa komunitas lokal kini punya legitimasi organisasi yang jelas.

Pelantikan dihadiri Kapolres Luwu Timur AKBP Irwan Kurniadi, Pabung Lutim Mayor Arm. Syafaruddin, jajaran anggota DPRD Luwu Timur, Kepala Kantor Kemenag Lutim Rusdi Daming, perwakilan kepala perangkat daerah, para camat, serta manajemen PT Vale Indonesia dan PT Citra Lampia Mandiri. Kehadiran lintas sektor itu menunjukkan off-road ditempatkan sebagai urusan bersama, bukan kegemaran sekelompok orang.

Jelajah Tiga Danau dan Potensi yang Sedang Dicari Pasar

Nama Jelajah Tiga Danau muncul berulang dalam pelantikan. Adi Rasyid Ali menyebut agenda itu sebagai kandidat event tahunan yang bisa menarik komunitas off-road dari berbagai wilayah Indonesia. “Saya yakin program Jelajah Tiga Danau dapat menjadi salah satu event unggulan Kabupaten Luwu Timur. Insyaallah, dengan dukungan Bapak Bupati, kegiatan ini dapat kita kembangkan menjadi event berskala nasional,” ujarnya.

Secara geografis, gagasan itu masuk akal. Luwu Timur memiliki tiga danau besar yang saling berdekatan: Matano, Mahalona, dan Towuti. Matano dikenal sebagai salah satu danau terdalam di dunia dengan air yang jernih, sementara Towuti menjadi danau terluas di Sulawesi. Kawasan ini dikelilingi perbukitan, hutan, dan jalan penghubung antardesa yang menawarkan variasi medan sulit ditandingi daerah lain.

Kombinasi danau dan jalur alam membuat Luwu Timur punya bahan mentah untuk wisata petualangan. Selama ini, kunjungan wisatawan ke kawasan danau lebih banyak berhenti pada kegiatan memancing, menikmati pemandangan, atau singgah sebentar di anjungan. Event off-road berpotensi memperpanjang masa tinggal wisatawan, karena peserta biasanya datang berkelompok, membawa kendaraan, dan menginap beberapa hari.

Namun perlu dicatat: sampai berita ini ditulis, belum ada jadwal resmi, rute baku, maupun ketentuan pendaftaran untuk Jelajah Tiga Danau. Informasi yang tersedia baru sebatas rencana pengembangan dan dukungan pemerintah daerah. Pembaca sebaiknya menunggu pengumuman resmi IOF atau Pemkab Luwu Timur sebelum mengatur perjalanan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga