Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Wisata Luwu Timur: Panduan Air Terjun Mata Buntu Asri

14 Oktober 2026 • Admin • 27 kali dibaca
Pengunjung menikmati wisata luwu timur di Air Terjun Mata Buntu
Warta Lutim via Majesty.co.id
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, WASUPONDA — Wisata Luwu Timur tidak hanya berisi danau purba dan pantai air tawar. Di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Air Terjun Mata Buntu menjadi salah satu destinasi alam yang terus disebut wisatawan karena bentuk alirannya berundak, suasana hutannya masih asri, dan aksesnya relatif dekat dari koridor permukiman Wasuponda.

Data Direktori Pariwisata Indonesia menempatkan Air Terjun Mata Buntu di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sekitar Pegunungan Verbeek. Sumber tersebut mencatat air terjun ini berada di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, dengan lingkungan hutan yang masih terawat. Data Sisparnas Kementerian Pariwisata juga mencantumkan lokasi Air Terjun Mata Buntu di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.

Wisata Luwu Timur: Daya Tarik Air Terjun Mata Buntu

Keunikan Mata Buntu terletak pada bentuk air terjunnya. Direktori Pariwisata Indonesia mencatat air terjun ini setinggi sekitar 50 meter dan menampilkan panorama air terjun bertingkat, bukan satu jatuhan air tunggal seperti banyak air terjun lain. Sumber yang sama menyebut pengunjung dapat memilih menikmati hempasan air dari beberapa tingkat dan tersedia kurang lebih 100 anak tangga untuk menuju bagian atas.

Keunikan bertingkat ini membuat pengalaman berkunjung berbeda. Pengunjung tidak hanya berdiri di satu titik untuk melihat air jatuh, tetapi dapat bergerak mengikuti susunan undakan air. Di sejumlah bagian, pemandangan hutan, batu, aliran air, dan tangga menyatu menjadi lanskap yang cocok untuk bersantai, berfoto, atau sekadar menikmati udara sejuk.

Dalam artikel wisata, Native Indonesia menyebut Mata Buntu juga dikenal dengan nama Air Terjun Maruruno dan berada di lereng Gunung Lembeonga. Sumber tersebut menulis kawasan ini mulai dibuka warga sekitar 2003 dan berkembang sekitar 2007. Informasi ini memberi gambaran bahwa Mata Buntu bukan destinasi baru, melainkan objek wisata yang sudah cukup lama dikenal warga Luwu Timur dan pengunjung dari luar daerah.

Lokasi di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda

Posisi Mata Buntu di Kecamatan Wasuponda membuatnya menarik bagi wisatawan yang ingin mencari destinasi alam tanpa harus langsung menuju kawasan danau di Nuha atau Towuti. Bagi pengunjung dari Malili, perjalanan menuju Wasuponda dapat dirangkai dengan kunjungan keluarga, kegiatan komunitas, atau agenda singkat akhir pekan. Meski begitu, kondisi jalan dan cuaca tetap perlu dicek sebelum berangkat.

Direktori Pariwisata Indonesia mencantumkan koordinat Mata Buntu pada titik sekitar minus 2,5718 dan 121,2512. Koordinat ini membantu wisatawan memeriksa lokasi melalui peta digital, tetapi pengunjung tetap disarankan mengikuti petunjuk warga atau pengelola setempat. Di kawasan alam, sinyal telepon dan ketepatan peta kadang tidak selalu sama dengan kondisi di lapangan.

Lingkungan sekitar air terjun disebut masih memiliki hutan asri. Direktori Pariwisata Indonesia juga menggambarkan suasana naik ke puncak sebagai jalur alami, dengan kemungkinan melihat kupu-kupu, anggrek hutan, dan pakis hutan. Gambaran seperti ini menjadi nilai tambah, tetapi sekaligus mengingatkan bahwa pengunjung datang ke kawasan yang perlu dijaga, bukan sekadar tempat bermain air.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga