Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

5 Perubahan TPA Tamangapa, Pelajaran untuk Luwu Timur

16 September 2026 • Admin
Wali Kota Makassar meninjau penataan TPA Tamangapa, pelajaran pengelolaan sampah untuk luwu timur
Gambar: Pedomanrakyat.com

Pelajaran Pengelolaan Sampah untuk Luwu Timur

Bagi luwu timur, penataan TPA Tamangapa menyodorkan beberapa catatan yang bisa dipelajari. Pertama, pemilahan di sumber menjadi prasyarat. Tanpa pemilahan, residu yang masuk ke TPA tetap bercampur dan proses penutupan dengan tanah urug menjadi jauh lebih berat.

Kedua, kesadaran warga menjadi penentu. Appi menegaskan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur maupun pembenahan TPA. Menurutnya, perubahan harus dibarengi kesadaran seluruh masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Soal pengelolaan sampah itu harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ketiga, pembenahan TPA menuntut kesinambungan anggaran dan operasional. Penutupan timbunan dengan tanah urug, pemeliharaan pipa gas, dan perawatan akses jalan adalah pekerjaan harian, bukan proyek sekali jadi.

Keempat, aspek keselamatan tidak boleh diabaikan. Penumpukan gas metana tanpa ventilasi memperbesar risiko kebakaran, dan kebakaran di area TPA jauh lebih sulit dipadamkan dibanding kebakaran lahan biasa.

Kelima, penataan kawasan perlu dibarengi penanganan pemulung dan pemilahan informal yang hidup dari TPA. Perubahan sistem idealnya membuka ruang bagi mereka, bukan sekadar memindahkan persoalan.

Appi juga mengaitkan persoalan sampah dengan kualitas hidup warga. Ia menilai sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Sampah ini, menjadi sumber dari seluruh persoalan-persoalan hidup yang bisa berakibat fatal, kalau kita tidak kelola dengan baik,” sambungnya.

Ia menambahkan, persoalan persampahan tidak hanya berkaitan dengan hal teknis, tetapi juga menyangkut kualitas kehidupan dan lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kita tidak hanya bicara tentang teknis, tapi kita bicara tentang kelas. Kita tidak mau mewariskan generasi kita soal kotornya kota, persoalan joroknya kota, persoalan kota yang tidak sehat,” terangnya.

Isu Sampah di Luwu Timur dalam Sebulan Terakhir

Di Luwu Timur, isu sampah beberapa kali muncul ke permukaan dalam sebulan terakhir. Bupati disebut mendatangi warga yang menyoroti persoalan sampah, sementara pemerintah daerah menerima penghargaan pengelolaan sampah tingkat Sulawesi. Dua hal itu menunjukkan persoalan sampah bergerak di dua sisi sekaligus: keluhan warga di lapangan dan pengakuan atas kerja pengelolaan yang sudah dilakukan.

Pembenahan yang dijalankan Makassar memberi gambaran bahwa perubahan wajah sebuah TPA memerlukan urutan kerja yang jelas. Pemilahan di sumber, penutupan timbunan secara berkala, pengendalian gas, dan perbaikan akses adalah satu rangkaian yang saling menopang. Melewatkan salah satu bagian membuat bagian lain cepat kembali pada kondisi semula.

Yang paling mudah terlihat memang perubahan wajah kawasan. Namun Appi mengingatkan, perubahan sesungguhnya baru terasa jika sistemnya berjalan terus menerus, bukan hanya pada hari-hari kunjungan. Pernyataan itu sejalan dengan pengalaman banyak daerah, termasuk Luwu Timur, yang persoalan sampahnya tetap muncul dari waktu ke waktu meski penataan fisik terus dilakukan. Informasi resmi dari pemerintah daerah mengenai persoalan sampah dapat dipantau melalui kanal berita resmi Pemkab Luwu Timur.

FAQ: Pertanyaan Warga soal Pengelolaan Sampah

1. Apa bedanya open dumping dan controlled landfill?

Open dumping adalah pembuangan sampah terbuka tanpa penutupan. Controlled landfill menambahkan tanah urug secara berkala untuk menutup timbunan sehingga bau dan hama lebih terkendali. Adapun sanitary landfill menuntut rekayasa lapisan kedap air serta pengelolaan air lindi dan gas secara sistematis.

2. Kenapa gas metana di TPA berbahaya?

Gas metana terbentuk dari penguraian sampah organik di dalam timbunan. Bila terakumulasi tanpa jalan keluar, gas itu meningkatkan risiko kebakaran dan ledakan. Karena itu dibutuhkan ventilasi berupa pipa, sekaligus peluang untuk memanfaatkannya sebagai bahan bakar.

3. Apa yang bisa dilakukan warga agar TPA tidak cepat penuh?

Langkah paling berpengaruh adalah memilah sampah sejak dari rumah: memisahkan organik dan anorganik, mengurangi kemasan sekali pakai, serta mengompos sisa makanan. Pemilahan di sumber mengurangi volume residu yang harus ditimbun.

Penutup: Sampah Selesai dari Dapur, Bukan dari TPA

Wajah baru TPA Tamangapa menunjukkan bahwa pembenahan teknis memang bisa mengubah kawasan yang dahulu identik dengan bau dan tumpukan sampah. Tata kelola yang lebih baik membuat kawasan lebih rapi dan risiko seperti kebakaran gas metana lebih terkendali.

Namun cerita lengkapnya tetap bertumpu pada dapur rumah tangga. Selama sampah organik dan anorganik masih tercampur di sumber, volume yang harus ditimbun akan terus bertambah dan setiap pembenahan TPA hanya menunda persoalan. Bagi luwu timur, urutan yang masuk akal adalah mulai dari pemilahan rumah tangga, memperkuat pengangkutan, lalu menata TPA secara bertahap menuju sistem yang lebih terkendali.

Warga Luwu Timur yang ingin mengikuti perkembangan isu lingkungan dan persampahan daerah dapat memantau kanal peristiwa SuaraLutim.

Langkah kecil seperti memisahkan sisa makanan dan botol plastik di rumah jauh lebih murah dibanding biaya membuka lahan TPA baru. Dan tidak seperti pembangunan akses jalan atau jaringan pipa gas, langkah itu bisa dimulai warga mana pun hari ini, tanpa menunggu proyek apa pun selesai.

Sumber utama tulisan ini adalah laporan Pedomanrakyat.com yang mengutip langsung keterangan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Kadis Lingkungan Hidup Kota Makassar. Konteks kebijakan daerah dapat dilihat pada kanal berita Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Sampai berita ini diterbitkan, tidak ada keterangan tambahan dari Pemerintah Kota Makassar mengenai jadwal pelaksanaan proyek gas metana secara masif.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga