Parepare — Pengerjaan pengaspalan Jalan Ambo Matti di wilayah Tegal, Kelurahan Lapadde, Kota Parepare, terus dikebut. Hingga kini, progres pekerjaan jalan tersebut telah mencapai sekitar 80 persen. Angka itu disampaikan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, saat meninjau langsung lokasi pekerjaan pada Kamis, 17 September 2026.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan dapat segera dimanfaatkan warga. Wali kota menyebut perbaikan ruas jalan ini merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat setempat. Kondisi jalan tersebut menjadi perhatian karena bersentuhan langsung dengan aktivitas warga sehari-hari.
Jalan Ambo Matti berada di kawasan permukiman yang padat aktivitas, sehingga kualitas permukaan jalan berpengaruh pada mobilitas harian. Ketika permukaan jalan rusak, waktu tempuh warga bertambah dan biaya perjalanan ikut naik. Perbaikan aspal di ruas ini diharapkan memangkas kedua beban tersebut.
Luwu Timur: Progres Pengaspalan Jalan Ambo Matti Capai 80 Persen
Tasming Hamid menyatakan pengerjaan jalan itu diharapkan dapat segera dirampungkan agar masyarakat bisa memanfaatkannya dengan nyaman. Menurutnya, penyelesaian pekerjaan menjadi prioritas karena menyangkut akses harian warga di sekitar Kelurahan Lapadde.
“Insya Allah, secepatnya selesai, ya kita doakan,” ujar Tasming singkat ketika meninjau pekerjaan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan di lokasi pekerjaan, tempat alat berat dan material masih beroperasi. Progres sekitar 80 persen menandakan pekerjaan telah melewati tahap utama dan memasuki tahap penyelesaian. Pada tahap ini, pekerjaan biasanya berfokus pada perataan akhir, pemadatan, dan pembersihan sisa material.
Harapan Warga Tegal dan Lapadde
Perbaikan ruas Jalan Ambo Matti disebut sudah lama menjadi aspirasi warga. Wali kota menyatakan permintaan itu telah berlangsung bertahun-tahun sebelum pekerjaan pengaspalan dimulai.
“Jalan ini sudah sekian lama didamba-dambakan untuk diaspal. Mudah-mudahan cepat tuntas dan dapat segera dinikmati masyarakat, khususnya warga Jalan Ambo Matti,” ungkapnya.
Bagi warga, jalan beraspal berarti perjalanan yang lebih mulus dan risiko kerusakan kendaraan yang lebih rendah. Selain itu, jalan yang baik memudahkan akses layanan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran. Manfaat tersebut biasanya terasa lebih cepat di kawasan permukiman dengan jaringan jalan terbatas.
Peninjauan Langsung sebagai Bagian Pengawasan Pekerjaan
Peninjauan lapangan oleh kepala daerah menjadi bagian dari pengawasan pelaksanaan pekerjaan fisik. Melalui kunjungan itu, pemerintah dapat memeriksa kesesuaian volume dan mutu pekerjaan dengan rencana. Hasil peninjauan biasanya menjadi bahan rapat teknis dengan dinas pelaksana.
Pengawasan seperti ini juga memberi kesempatan kepada warga untuk menyampaikan keluhan langsung di lokasi. Kehadiran kepala daerah di tengah pekerjaan biasanya meningkatkan perhatian pelaksana pada kerapian hasil akhir. Pekerjaan yang mendekati rampung memang membutuhkan perhatian pada detail agar tidak menimbulkan genangan atau permukaan bergelombang.
Imbauan Menjaga Drainase Jelang Musim Hujan
Dalam peninjauan tersebut, Tasming Hamid mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kondisi drainase dan saluran air di sekitar lingkungan. Ia mengimbau warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam drainase atau selokan di sekitar jembatan.
“Ya kami imbau juga agar masyarakat tidak membuang sampah di selokan, khususnya di area jembatan, karena itu akan mengakibatkan sumbatan yang mengakibatkan air meluap pada musim hujan nanti,” tandasnya.
Imbauan itu berkaitan dengan kualitas jalan yang baru diperbaiki. Genangan yang berulang dapat mempercepat kerusakan lapisan aspal dan memicu lubang baru. Karena itu, pemeliharaan saluran air menjadi pekerjaan yang setara pentingnya dengan pengaspalan itu sendiri.
Drainase dan Umur Pakai Jalan
Air yang tidak mengalir lancar meresap ke lapisan bawah permukaan jalan dan melemahkan daya dukungnya. Ketika beban kendaraan melintas, lapisan yang lemah mudah retak dan terkelupas. Masalah ini umumnya muncul pada ruas jalan permukiman yang saluran airnya sempit.
Karena itu, rehabilitasi jalan biasanya disertai perbaikan saluran di sisi kiri dan kanan. Tanpa perbaikan drainase, pekerjaan aspal berisiko cepat rusak dan menuntut biaya perbaikan ulang. Pemerintah daerah umumnya menyatakan pemeliharaan rutin sebagai bagian dari penanganan jangka menengah.
Keterbatasan Anggaran dan Skala Prioritas
Tasming menegaskan Pemerintah Kota Parepare akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan langsung warga. Namun ia mengakui keterbatasan anggaran dan sumber daya membuat seluruh kebutuhan tidak bisa diselesaikan bersamaan. Pemerintah berkomitmen menanganinya secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan prioritas.
“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti memenuhi aspirasi masyarakat. Kami menyadari setiap kebutuhan tidak dapat diselesaikan sekaligus, tetapi secara bertahap terus kami upayakan, terutama persoalan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan pola penanganan infrastruktur yang lazim di daerah: pekerjaan dipilih berdasarkan tingkat kebutuhan dan kesiapan anggaran. Ruas jalan dengan jumlah pengguna tinggi dan kondisi paling rusak biasanya masuk daftar prioritas. Setelah pekerjaan tuntas, ruas berikutnya menyusul sesuai ketersediaan dana.