Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Viral Luwu Timur: Pesan Pamit Sekda Sulsel Jufri Rahman

17 September 2026 • Admin
Viral Luwu Timur soal upacara Hari Kesadaran Nasional Pemprov Sulsel
Gambar: Pedomanrakyat.com

Viral Luwu Timur — Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada 17 September 2026 menjadi momen yang berbeda. Upacara itu adalah yang terakhir diikuti Jufri Rahman dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan sebelum memasuki masa purnabakti.

Di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri menyampaikan pesan reflektif setelah hampir 40 tahun menjalani pengabdian sebagai birokrat. Suasana upacara yang biasanya formal berubah menjadi ruang perpisahan yang penuh makna.

Momen semacam ini menyita perhatian banyak kalangan, dari lingkungan pemerintahan hingga masyarakat umum, karena menampilkan sisi manusiawi dari seorang pejabat birokrasi yang mengakhiri perjalanan panjangnya.

Viral Luwu Timur: Makna Berbeda Upacara HKN Pemprov Sulsel

Dalam sambutannya, Jufri mengatakan HKN kali ini memiliki makna berbeda. Ia mengingatkan bahwa setiap perjalanan pengabdian memiliki waktunya masing-masing, dan setiap pertemuan pada akhirnya akan sampai pada titik akhir.

“Karena hari ini, di tempat yang sama, di hadapan orang-orang yang sama-sama, saya berdiri dengan kesadaran bahwa setiap perjumpaan pada akhirnya akan menemukan kata selesai, dan setiap pengabdian pada waktunya akan sampai pada kata purna,” ujarnya.

Jufri mengatakan berakhirnya masa jabatan tidak berarti berakhirnya pengabdian kepada daerah dan masyarakat. Menurutnya, yang berakhir hanyalah jabatan, sementara kecintaan pada daerah tetap berlanjut.

“Yang berakhir itu adalah jabatan, bukan pengabdian. Yang selesai adalah masa kedinasan, bukan kecintaan kepada Sulawesi Selatan. Yang berubah adalah ruang pengabdian, bukan niat untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Perjalanan Karier Sejak 1986

Jufri memulai karier sebagai birokrat pada 1986 dari golongan II/a. Dalam perjalanan kariernya, ia mengatakan terus berupaya memegang prinsip integritas, bekerja dengan ikhlas, dan berserah kepada Allah SWT.

Perjalanan dari golongan terendah hingga dipercaya sebagai Sekretaris Daerah menggambarkan proses panjang yang dijalani bertahap. Setiap tahapan, menurutnya, menjadi bagian dari pembelajaran dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurut Jufri, keberadaan ASN pada dasarnya harus berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. Birokrasi, kata dia, bukan sekadar tempat untuk bekerja, melainkan ruang untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan negara.

“Karena itu, selama menjalankan amanah sebagai Sekretaris Daerah, bahkan dalam sepanjang karir, saya berusaha memegang satu prinsip, bahwa jabatan adalah amanah dan kita harus menganggap bahwa pengabdian adalah ibadah,” tuturnya.

Pesan untuk ASN di Daerah

Di hadapan ASN Pemprov Sulsel, Jufri juga menyampaikan permohonan maaf. Ia mengatakan perjalanan panjangnya di pemerintahan tidak pernah dijalani seorang diri.

“Perjalanan saya di pemerintahan ini saya sadar tidak pernah menjadi perjalanan seorang diri. Di belakang setiap kebijakan ada kerja keras banyak orang, di balik setiap keberhasilan ada tangan-tangan yang mungkin tidak terlihat, dan di balik setiap capaian ada kesabaran, pengorbanan, dan doa dari banyak orang,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa kerja birokrasi bersifat kolektif. Keputusan yang tampak diambil oleh satu orang biasanya merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak di belakangnya.

Jufri kemudian menyoroti peran ASN yang bekerja di balik penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, banyak tugas dijalankan tanpa sorotan, tetapi tetap menentukan kualitas layanan publik.

“Di balik seorang Sekretaris Daerah ada ribuan ASN yang ikhlas setiap hari bekerja dalam senyap, menikmati sunyi bersama tugas-tugasnya untuk memastikan bahwa pemerintahan tetap berjalan, pelayanan tetap diberikan, dan masyarakat tetap mendapatkan haknya,” pungkasnya.

Pesan ini relevan bagi ASN di seluruh kabupaten/kota, termasuk di Luwu Timur dan daerah lain di Sulawesi Selatan. Kesadaran bahwa pekerjaan administratif sekecil apa pun berdampak pada layanan publik menjadi bagian dari etika birokrasi.

Ucapan Terima Kasih di Akhir Sambutan

Menutup sambutannya, Jufri menyampaikan terima kasih kepada jajaran ASN Pemprov Sulsel yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya. Ia memilih kata sederhana yang disampaikan dengan tulus.

“Izinkan saya menyampaikan satu kata yang sederhana tapi sungguh keluar dari hati. Satu kata itu adalah terima kasih,” ujarnya.

“Terima kasih atas semua kebersamaan kita selama ini. Terima kasih atas loyalitas dan teman-teman yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdian saya kepada Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Sambutan itu menutup rangkaian upacara yang menjadi penanda berakhirnya satu babak dalam struktur birokrasi provinsi. Pergantian pejabat merupakan hal biasa dalam pemerintahan, tetapi momen perpisahan tetap menyisakan kesan tersendiri bagi jajaran yang terlibat.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga