Refleksi tentang Pengabdian dan Purnabakti
Purnabakti adalah tahap yang pasti dialami setiap ASN. Bagi sebagian orang, momen ini menjadi kesempatan merefleksikan apa yang telah dikerjakan selama bertahun-tahun dan apa yang masih bisa dilakukan setelahnya.
Dalam sambutannya, Jufri menempatkan pengabdian bukan sebagai sesuatu yang berhenti saat jabatan berakhir. Pandangan itu sejalan dengan gagasan bahwa kontribusi kepada masyarakat bisa terus diberikan melalui jalur yang berbeda.
Bagi jajaran pemerintahan, momen semacam ini biasanya menjadi pengingat soal regenerasi. Pengetahuan dan pengalaman yang dikumpulkan selama puluhan tahun perlu diwariskan kepada pegawai yang lebih muda.
Selain itu, pesan tentang integritas dan keikhlasan menjadi relevan di tengah tuntutan publik terhadap kualitas layanan. Kepercayaan masyarakat tumbuh ketika birokrasi dijalankan dengan tanggung jawab.
Kaitan dengan Kehidupan Pemerintahan Daerah
Suasana reflektif dalam upacara di tingkat provinsi kerap tercermin pada dinamika pemerintahan di kabupaten dan kota. Isu regenerasi, etika kerja, dan pelayanan publik juga menjadi tema yang dibahas di level daerah.
SuaraLutim pernah mengangkat persoalan tata kelola pemerintahan daerah, misalnya ketika anggota dewan menampung aspirasi warga Angkona di DPRD serta pembahasan enam prioritas APBD 2027 Luwu Timur yang menjadi rujukan arah belanja daerah.
Di sektor layanan dasar, kualitas kerja ASN terasa langsung pada masyarakat. Sorotan terhadap layanan kesehatan, misalnya, terlihat pada pembahasan sidak layanan puskesmas di Angkona dan kegiatan pelayanan KB serentak di Luwu Timur.
Karena itu, pesan bahwa jabatan adalah amanah dan pengabdian adalah ibadah menjadi semacam pegangan yang dapat diterapkan di berbagai tingkatan pemerintahan, bukan hanya di lingkungan provinsi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siapa yang memimpin upacara HKN Pemprov Sulsel 17 September 2026?
Upacara tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, dan menjadi upacara terakhirnya sebelum memasuki masa purnabakti.
Sudah berapa lama Sekda Jufri Rahman mengabdi sebagai birokrat?
Ia menyampaikan telah melalui hampir 40 tahun pengabdian sebagai birokrat, dengan karier yang dimulai pada 1986 dari golongan II/a.
Apa pesan utama dalam sambutannya?
Ia menekankan bahwa jabatan adalah amanah dan pengabdian adalah ibadah, bahwa yang berakhir adalah jabatan bukan pengabdian, serta pentingnya peran ASN yang bekerja di balik layanan publik.
Penutup
Upacara HKN Pemprov Sulsel 17 September 2026 meninggalkan pesan yang lebih dari sekadar seremonial. Pesan Jufri Rahman tentang jabatan sebagai amanah dan pengabdian sebagai ibadah menjadi pengingat bahwa kerja pemerintahan pada akhirnya diukur dari manfaat bagi masyarakat.
Pergantian pejabat adalah bagian dari perjalanan organisasi, sementara nilai-nilai pengabdian tetap relevan di setiap tingkatan, dari provinsi hingga kabupaten dan kota. Rujukan resmi dapat dibaca di laman Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Warta Lutim, sedangkan rilis asal berita ini tersedia di Pedomanrakyat.com. Referensi tambahan mengenai pemerintahan desa dan daerah dapat dilihat di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.