Mengapa Swakelola Rawan Dipertanyakan
Swakelola memberi ruang besar bagi sekolah untuk mengatur pekerjaannya sendiri. Di satu sisi, ini mengefisienkan belanja karena tidak ada margin kontraktor. Di sisi lain, ketiadaan pihak teknis membuat mutu pekerjaan bergantung pada kemampuan panitia dan pengawasan pemilik pekerjaan.
Karena itu, beberapa hal menjadi kunci: dokumentasi pengeluaran, kesesuaian material dengan rencana anggaran biaya, laporan progres berkala, serta keterbukaan informasi kepada komite sekolah. Papan informasi proyek bukan sekadar formalitas. Ia menjadi sarana kontrol publik yang paling murah.
Aspek keselamatan kerja juga sering terlewat dalam proyek skala sekolah. Pekerja yang tidak memakai alat pelindung, material yang ditumpuk sembarangan di area bermain anak, atau area galian tanpa penanda adalah risiko yang harus diantisipasi panitia bersama masyarakat.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Peran Komite Sekolah dan Masyarakat
Dalam skema swakelola, komite sekolah dan orang tua punya posisi yang lebih kuat dibanding proyek yang dikerjakan kontraktor. Mereka bisa meminta rincian rencana anggaran, memeriksa kualitas material yang datang, dan mengingatkan bila ada penyimpangan.
Pelibatan warga lokal, misalnya tukang dan pekerja dari desa sekitar, juga menjadi bagian dari semangat program. Selain mengurangi biaya, pola itu membuat warga merasa memiliki hasil pekerjaan dan lebih menjaga fasilitas setelahnya.
Yang perlu dijaga adalah transparansi pengelolaan dana. Setiap pengeluaran idealnya tercatat dan bisa ditunjukkan bila diminta, baik oleh dinas maupun oleh warga. Rekam jejak itu juga menjadi pelindung bagi kepala sekolah dan panitia bila kelak ada pemeriksaan.
Dampak yang Diharapkan bagi Kualitas Belajar
Ruang kelas yang rusak punya dampak langsung pada proses belajar. Atap bocor membuat kegiatan terhenti saat hujan, lantai rusak menyulitkan penataan meja, dan toilet yang tidak layak menurunkan kenyamanan siswa, terutama anak perempuan.
Karena itu, revitalisasi tidak hanya soal bangunan baru. Perbaikan toilet dan penataan lingkungan sekolah, seperti yang dikerjakan di salah satu sekolah penerima bantuan, termasuk bagian yang paling terasa manfaatnya sehari-hari.
Dinas juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak agar kualitas pekerjaan terjaga. Harapannya, fasilitas yang dibangun bisa segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, bukan terlambat selesai atau terbengkalai setelah selesai.
Yang Perlu Diawasi Setelah Pekerjaan Berjalan
Ada empat hal yang sebaiknya terus dipantau publik. Pertama, ketepatan waktu penyelesaian agar tidak melampaui tahun anggaran. Kedua, kesesuaian spesifikasi material dengan yang direncanakan. Ketiga, kelengkapan administrasi pengeluaran. Keempat, keselamatan kerja selama proses pembangunan berlangsung di lingkungan anak-anak.
Selain itu, hasil akhir perlu dievaluasi. Jika setelah pekerjaan selesai masih ditemukan kerusakan pada bagian tertentu, sekolah berhak meminta perbaikan selama masa pemeliharaan sesuai ketentuan. Ini bagian dari hak sekolah yang sering tidak disadari kepala satuan pendidikan.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Sekolah mana yang dipantau Disdikbud Luwu Timur?
Pemantauan pelaksanaan revitalisasi dilakukan di SDN 206 Mantadulu dan SDN 151 Kalaena, dipimpin Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikbud Luwu Timur, Agus Zaman.
Apakah pekerjaan revitalisasi boleh diserahkan ke kontraktor?
Ketentuan pemerintah menyebut pelaksanaan revitalisasi satuan pendidikan tahun anggaran 2026 dijalankan dengan skema swakelola oleh satuan pendidikan. Jika butuh kemampuan teknis, yang diberikan adalah pendampingan, bukan pengalihan pekerjaan ke pihak ketiga.
Apa fungsi One Data Dikbud?
One Data Dikbud dipakai memetakan kondisi sarana dan prasarana sekolah secara terintegrasi. Data itu menjadi acuan awal bagi Disdikbud untuk memverifikasi sebelum menentukan kebutuhan perbaikan atau pengadaan.
Tautan Sumber
Pemantauan revitalisasi sekolah oleh Disdikbud Luwu Timur diberitakan Luwuraya.com, sementara temuan lapangan dan penekanan skema swakelola dimuat KITA-INDONESIA.COM. Ketentuan program dapat dicek di laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sumber: Luwuraya.com (“Pemkab Lutim Pantau Revitalisasi Sekolah, Pembenahan Mengacu pada One Data”, 2 Oktober 2026); KITA-INDONESIA.COM (“Revitalisasi Sekolah di Lutim Bersumber APBN, MUAK Ingatkan Pelaksanaan Sesuai Regulasi dan Swakelola”, 3 Oktober 2026); Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (kemendikdasmen.go.id) untuk ketentuan skema swakelola.
Baca juga: Berita Lutim: Sekolah Rakyat Luwu Timur Dibangun Oktober, Berita Luwu Timur: 3 Pelajar SMA YPS Sorowako ke Final OSN, dan Berita Luwu Timur: 1.386 Guru PPPK Tunggu Kepastian PNS.
Gambar: Dok. KITA-INDONESIA.COM (kegiatan revitalisasi satuan pendidikan di Luwu Timur, 3 Oktober 2026).


