Lomba UKS dan Verifikasi Lapangan
Di sisi lain, Kesra Makassar juga telah memulai proses verifikasi lapangan untuk lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Sekolah yang mengikuti penilaian merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan di Kota Makassar.
Syarief mengatakan pihak kecamatan telah mengirimkan sekolah-sekolah yang akan menjadi perwakilan dalam lomba tersebut. Para camat juga berperan sebagai pembina UKS di tingkat kecamatan, sehingga penilaian tidak hanya menyentuh sekolah, tetapi juga rantai pembinaan di atasnya.
“Alhamdulillah khusus untuk lomba UKS ini kami sudah mulai verifikasi di lapangan. Pihak kecamatan sudah mengirimkan sekolah-sekolah yang mewakili kecamatannya,” ungkapnya.
Tim Kesra, kata dia, mulai turun melakukan verifikasi langsung ke sekolah-sekolah yang telah ditunjuk. Penilaian UKS menjadi bagian penting dalam rangkaian Santri Expo MULIA karena Pemkot Makassar ingin memastikan budaya hidup sehat semakin kuat diterapkan di lingkungan sekolah.
Bagi sekolah di daerah lain, agenda seperti ini bisa menjadi contoh bagaimana program kesehatan, keagamaan, dan lingkungan dijalankan sekaligus. Di Luwu Timur sendiri, pembinaan serupa untuk petugas keagamaan pernah menjadi perhatian, misalnya melalui pemberitaan tentang bantuan kendaraan operasional bagi petugas keagamaan di Wasuponda.
Hadiah dan Lokasi Kegiatan
Untuk lokasi, rangkaian kegiatan tersebut akan dilaksanakan di dua tempat, yakni Masjid Raya Makassar dan Masjid Agung Maros. Pemilihan dua masjid besar itu memungkinkan peserta dari berbagai jenjang mengikuti lomba tanpa berebut ruang yang sama.
Kesra Makassar juga menyiapkan hadiah dengan total nilai Rp150 juta untuk seluruh rangkaian kegiatan. Angka itu disebut sudah masuk dalam anggaran yang disiapkan sejak awal.
“Total hadiah yang diperebutkan, karena ini ada hadiah yang kami sudah siapkan, insyaallah dari total kegiatan ini adalah Rp150 juta kita sudah siapkan anggarannya,” pungkas Syarief.
Antusiasme Sekolah dan Kecamatan
Rangkaian kegiatan ini menyentuh hampir seluruh jenjang pendidikan di Kota Makassar. Setiap kecamatan mengirimkan perwakilan sekolah, sehingga jumlah peserta dan pendamping cukup besar selama sepekan pelaksanaan.
Bagi sekolah, keikutsertaan dalam lomba seperti UKS maupun lomba keagamaan menjadi cara memperlihatkan hasil pembinaan sehari-hari. Prestasi di tingkat kota sering menjadi pendorong bagi sekolah untuk melanjutkan program serupa pada tahun berikutnya.
Persiapan Sekolah Menjelang 22 September
Menghadapi jadwal yang berdekatan, sekolah perlu mengatur persiapan peserta dan pendamping secara rapi. Kegiatan pada 22 hingga 24 September berlangsung berbeda hari untuk setiap jenjang, sehingga sekolah bisa mengatur rombongan tanpa mengganggu kegiatan belajar.
Panitia juga menyiapkan penilaian di dua lokasi berbeda agar kapasitas peserta tertampung. Pengaturan itu penting supaya peserta tidak menumpuk di satu titik dan jadwal tetap berjalan sesuai rencana.
Mengapa Jenjang TK Ikut Dilombakan
Pelibatan jenjang TK/PAUD menunjukkan pembinaan tidak menunggu anak masuk sekolah dasar. Kegiatan yang dikemas ringan membantu menumbuhkan kebiasaan baik sejak awal, termasuk kebiasaan menjaga kebersihan.
Untuk jenjang ini, penekanannya lebih pada pengalaman mengikuti kegiatan bersama ketimbang persaingan hasil. Pendamping dari sekolah memegang peran besar menjaga suasana tetap menyenangkan bagi anak-anak.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Santri Expo MULIA 2026?
Santri Expo MULIA: Hifdzil Qur’an dan Keterampilan 2026 adalah rangkaian kegiatan bagi pelajar tingkat TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar pada 22–27 September 2026.
Apa saja cabang kegiatannya?
Selain lomba keagamaan seperti hifdzil Qur’an, ada lomba panahan tradisional, Tabligh Akbar Remaja Masjid, penilaian urban farming dan pemilahan sampah, serta lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Di mana kegiatan ini berlangsung dan berapa hadiahnya?
Kegiatan berlangsung di Masjid Raya Makassar dan Masjid Agung Maros, dengan total hadiah senilai Rp150 juta untuk seluruh rangkaian kegiatan.
Pelajaran untuk Daerah Lain
Yang menarik dari Santri Expo MULIA adalah cara penyelenggara menautkan tiga hal yang sering diurus secara terpisah: pendidikan agama, kesehatan sekolah, dan kepedulian lingkungan. Pembinaan remaja masjid melalui urban farming dan pemilahan sampah, misalnya, memberi peran nyata kepada generasi muda di lingkungannya sendiri.
Model itu bisa diadaptasi daerah lain sesuai konteks lokal masing-masing. Bagi Luwu Timur, dengan jumlah masjid dan pesantren yang tersebar dari Malili hingga Towuti, pendekatan serupa berpotensi memperkuat program lingkungan berbasis warga. Informasi lebih lengkap soal rangkaian kegiatannya dapat dibaca pada laporan Pedoman Rakyat serta laman resmi Kementerian Agama dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan.