Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Peristiwa

BPBD Luwu Timur Latih Keluarga Tanggap Ancaman Bencana

10 September 2026 • Admin
Peserta pelatihan keluarga tanggap bencana alam di Luwu Timur
Gambar: Luwuraya.com

Kesiapsiagaan Keluarga dan Peran PKK di Luwu Timur

Pelibatan TP PKK Luwu Timur melalui Pokja IV memperlihatkan kesiapsiagaan ditempatkan sebagai agenda bersama. PKK memiliki jejaring hingga tingkat desa dan dasawisma yang menjangkau banyak rumah tangga.

Jejaring itu membuat pesan kebencanaan lebih mudah masuk ke lingkungan rumah tangga. Kader PKK dapat menjadi pengingat sekaligus pendamping warga di lingkungan masing-masing.

Pemerintah daerah menilai kesiapsiagaan perlu dibangun bertahap dan berulang. Pelatihan sekali jalan dinilai tidak cukup untuk membentuk kebiasaan baru di tingkat keluarga.

Karena itu, materi yang telah diterima peserta diharapkan diteruskan lagi ke lingkungan sekitar. Cara itu memperluas jangkauan tanpa harus menambah biaya kegiatan.

Waspada Informasi Bohong saat Krisis

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi bohong ketika menghadapi situasi krisis. Informasi keliru dapat menyesatkan warga mengenai lokasi aman maupun kondisi terkini.

Warga diminta memastikan sumber informasi sebelum menyebarkannya ke orang lain. Pesan berantai tanpa sumber jelas berpotensi menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Kanal resmi pemerintah daerah menjadi rujukan utama ketika situasi darurat terjadi. Warga juga dapat menanyakan informasi kepada aparat desa atau petugas kebencanaan setempat.

Kebiasaan memverifikasi informasi dinilai sama pentingnya dengan menyiapkan perlengkapan darurat. Keduanya merupakan bagian dari kesiapsiagaan yang kini didorong hingga tingkat keluarga.

FAQ: Pelatihan Keluarga Tanggap Bencana Luwu Timur

Pertanyaan pertama, siapa penyelenggara kegiatan ini. Pelatihan digelar TP PKK Kabupaten Luwu Timur melalui Pokja IV bekerja sama dengan BPBD di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Pertanyaan kedua, materi apa yang diberikan. Peserta menerima materi mitigasi, pemetaan risiko mandiri, evakuasi mandiri, pengenalan jalur evakuasi, dan tanggapan terhadap peringatan dini.

Pertanyaan ketiga, mengapa keluarga menjadi sasaran. Keluarga adalah pihak pertama yang terdampak bencana, sehingga pemahaman di tingkat rumah tangga dinilai paling menentukan.

Penutup

Pelatihan Keluarga Tanggap Bencana Alam di Luwu Timur menempatkan rumah sebagai halaman depan kesiapsiagaan. Dari pemahaman mitigasi hingga penentuan jalur evakuasi, bekal yang diterima peserta diarahkan pada tindakan nyata ketika ancaman datang.

BPBD Luwu Timur berpesan agar pengetahuan tersebut dibagikan ke tetangga dan keluarga lain. Dengan begitu, tema Tangguh Bencana Berawal dari Rumah dapat menjadi kebiasaan warga, bukan sekadar materi satu hari.

Referensi

Sumber rujukan: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sumber rujukan: Portal resmi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Sumber rujukan: Laporan sumber: Luwuraya.com.

Baca juga liputan lain di SuaraLutim, portal berita warga Luwu Timur di https://suaralutim.com/

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga