Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Peristiwa

Luwu Timur: Kemarau Kering, Air Perumdam Tersendat

25 Oktober 2026 • Admin • 42 kali dibaca
Warga dan petugas Perumdam Waemami saat kemarau di Malili, luwu timur dan gangguan pasokan air
Gambar: Dok. SuaraLutim (kegiatan Perumdam Waemami saat kemarau di Malili, Oktober 2026; ilustrasi gangguan pasokan air).
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Distribusi air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Waemami Malili tersendat dalam dua hari terakhir. Penyebabnya kemarau berkepanjangan yang membuat debit air di intake menurun drastis dan bak reservoir hampir kering. Dampaknya dirasakan pelanggan di seluruh wilayah layanan Malili. Bagi warga luwu timur, gangguan ini menunjukkan bahwa pasokan air bersih masih sangat bergantung pada kondisi sungai.

Seorang warga Malili, Umar, mengatakan air mulai tidak mengalir sejak sehari sebelumnya. “Mulai kemarin air tak ngalir,” katanya, Sabtu (24/10/2026), seperti dilaporkan Timur Online.

Dalam rilis yang disebar kepada pelanggan, Perumdam Waemami menjelaskan kondisi sumber air. “Kondisi intake kering, sungai hampir kering debit air sangat kering. Kondisi bak reservoir air sangat sedikit, hampir kering,” tulis Perumdam, disertai gambar yang beredar di kalangan warga Malili.

Perumdam juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan di wilayah pelayanan Malili dan sekitarnya. “Permohonan maaf kami sampaikan kepada pelanggan Perumdam Waemami wilayah pelayanan Malili dan sekitarnya sehubungan dengan kemarau berkepanjangan yang menyebabkan kurangnya air dalam bak reservoir Perumdam Waemami sehingga pendistribusian air menjadi kurang normal, maka diharapkan kepada seluruh pelanggan agar selalu menampung air disaat sedang mengalir,” tulisnya.

Tata Atur
Iklan

Luwu Timur dan Dampak Kemarau pada Air Bersih

Kemarau tahun ini tidak hanya berdampak pada sektor pertanian. Sumber air baku untuk air minum juga ikut menyusut. Ketika debit sungai turun, pompa intake tidak lagi bisa mengambil air dalam jumlah normal, sementara kebutuhan rumah tangga tetap.

Perumdam Waemami melayani pelanggan di Malili dan sekitarnya, kawasan yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten. Di kawasan ini terdapat perkantoran, sekolah, puskesmas, pasar, dan permukiman padat. Gangguan pasokan air karena itu tidak hanya menyulitkan rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu layanan publik.

Dalam situasi seperti ini, informasi menjadi sama pentingnya dengan air itu sendiri. Warga perlu tahu kapan air mengalir, berapa lama, dan wilayah mana yang terdampak. Tanpa informasi yang jelas, warga menampung air secara berlebihan, dan tekanan pada jaringan semakin tidak merata.

SuaraLutim pernah mencatat gangguan serupa dengan penyebab berbeda dalam artikel Berita Lutim: Pipa Perumdam Bocor, Suplai Air Terganggu. Saat itu persoalannya kerusakan jaringan, bukan kekeringan sumber air. Perbedaan penyebab ini penting karena solusinya juga berbeda: kebocoran diselesaikan dengan perbaikan pipa, sedangkan kekeringan bergantung pada ketersediaan air baku dan cuaca.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Apa Kata Perumdam Waemami

Rilis Perumdam menyebutkan dua titik kritis: intake dan bak reservoir. Intake adalah bangunan tempat air diambil dari sungai sebelum diolah. Reservoir adalah bak penampung yang menjaga pasokan tetap stabil ketika kebutuhan puncak. Ketika keduanya kekurangan air, sistem tidak punya cadangan.

Imbauan agar pelanggan menampung air saat sedang mengalir adalah langkah praktis. Namun imbauan itu juga memberi gambaran bahwa pasokan belum kembali normal. Pada kondisi normal, pelanggan tidak perlu menampung air karena aliran tersedia setiap hari.

Perumdam belum merinci kapan pasokan kembali normal. Artikel ini tidak mencantumkan perkiraan waktu karena tidak ada keterangan resmi yang dapat diverifikasi. Warga disarankan memantau kanal resmi Perumdam Waemami untuk perkembangan berikutnya.

Yang bisa dipastikan, gangguan ini bersifat sementara dan terkait cuaca. Namun istilah “sementara” bisa berbeda artinya bagi warga yang harus membeli air kemasan atau mencari sumber lain. Karena itu, komunikasi yang rutin mengenai status pasokan menjadi kebutuhan, bukan pelengkap.

Wilayah Terdampak dan Respons Warga

Menurut rilis Perumdam, wilayah terdampak mencakup seluruh wilayah layanan Malili. Pernyataan itu menunjukkan gangguan berskala kawasan, bukan hanya satu kelurahan atau satu kompleks perumahan.

Respons warga biasanya beragam. Sebagian menampung air di ember dan drum, sebagian membeli air isi ulang untuk minum dan memasak, dan sebagian memanfaatkan sumur atau sumber lain di sekitar rumah. Pola ini terlihat di banyak daerah saat pasokan air terganggu.

Yang perlu diwaspadai adalah kualitas air dari sumber alternatif. Sumur dangkal yang tidak terlindungi bisa tercemar, terutama di kawasan padat. Untuk kebutuhan minum, warga sebaiknya memakai sumber yang jelas dan, bila perlu, merebus air sebelum dikonsumsi.

Selain itu, penampungan air di rumah perlu dijaga kebersihannya. Drum atau bak yang jarang dibersihkan bisa menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk. Menutup penampungan dan menguras secara berkala adalah langkah sederhana yang sering terlewat.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga