Berita Luwu Timur — Partai Perindo Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Workshop Bedah Dapil, Persiapan Verifikasi Politik (Verpol), dan Training of Trainers (TOT) KTA Offline di Hotel Grand Asia Makassar pada Selasa (15/9/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran pengurus DPW, anggota legislatif, serta pengurus inti DPD Partai Perindo dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Agenda utamanya merumuskan pemetaan daerah pemilihan (dapil) sekaligus memastikan kekuatan partai tidak berhenti sebagai catatan di atas kertas, melainkan berubah menjadi program yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Perindo menempatkan dua pekerjaan besar dalam satu forum: menyiapkan berkas verifikasi partai politik dan membedah peta kekuatan di setiap dapil. Keduanya dibahas bersamaan karena saling menentukan. Verifikasi menentukan apakah partai memenuhi syarat administratif untuk ikut kontestasi, sedangkan bedah dapil menentukan di wilayah mana partai menaruh tenaga paling besar. Dari ruang rapat itu, pesan yang paling sering diulang adalah soal eksekusi lapangan, bukan retorika panggung.
Berita Luwu Timur: Peta Dapil Jadi Dasar Kerja Kader
Dalam pandangan partai, bedah dapil bukan sekadar menggambar batas wilayah di peta. Proses itu dipakai untuk menghitung jumlah pemilih, membaca karakter sosial tiap kecamatan, memetakan tokoh yang dipercaya warga, lalu menyusun langkah yang masuk akal untuk setiap daerah. Luwu Timur menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam pembahasan karena jumlah dapil dan sebaran penduduknya membutuhkan pendekatan yang berbeda dari kota besar.
Partai menilai pemetaan semacam ini hanya berguna kalau berujung pada kehadiran nyata. Kader diminta memahami persoalan harian warga, dari harga kebutuhan pokok, akses air bersih, sampai layanan publik di tingkat desa. Dengan cara itu, program yang ditawarkan tidak terasa sebagai janji umum, melainkan jawaban atas keluhan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Eksekusi Lapangan Jadi Kunci Kepercayaan Publik
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel, Abdul Hayat Gani, menekankan pentingnya memperkuat kehadiran fisik di lapangan. Ia mendorong optimalisasi figur-figur lokal yang punya pengaruh besar di masing-masing daerah untuk membangun kepercayaan publik. Menurutnya, kerja akar rumput tidak bisa lagi dikerjakan setengah-setengah.
“Yang pertama memang kita harus pastikan bahwa kerja-kerja di akar rumput ini perlu. Kita enggak perlu lagi terlalu banyak retorika, tapi perbanyak eksekusi di lapangan. Nah, kepercayaan publik itu penting sekali,” ujar Abdul Hayat di sela-sela acara.
Ia menambahkan bahwa struktur partai dari tingkat dapil hingga DPD harus diuji melalui aksi nyata. Evaluasi lapangan dinilai krusial untuk menemukan celah yang masih ada, sehingga bisa segera dibenahi sebelum menghadapi kontestasi politik berikutnya.
“Kita harus betul-betul lakukan turun ke lapangan. Kita enggak bisa lagi mengandalkan komunikasi, tapi kita harus lihat action tiba di lapangan. Harus melihat langsung, apakah dari dapil ke dapil, apakah dari DPD ke DPD ini betul-betul ada konkretnya seperti apa,” tambahnya.
Sinkronisasi DPP, DPW, dan DPD
Kebutuhan memperkuat pergerakan di lapangan juga mendapat perhatian jajaran pengurus pusat. Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, menyatakan hasil bedah dapil harus disinkronkan antara tingkat pusat (DPP), wilayah (DPW), dan daerah (DPD) agar strategi berjalan dengan arah dan target yang sama.
“Sehingga teman-teman di daerah sudah punya pemahaman dan pandangan yang sama. Bagaimana harus kita lakukan, berapa data yang harus kita upayakan, berapa kursi yang harus kita raih, dapil mana yang harus menjadi dapil yang perlu kita unggulkan,” jelas Ferry.
Ia menegaskan pergerakan politik Perindo wajib dibarengi agenda ekonomi kerakyatan yang disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing daerah. Ferry mencontohkan pengembangan ekonomi kreatif serta pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari aspek pengemasan produk hingga jalur distribusi. Menurutnya, dua hal itu sering diabaikan padahal sangat menentukan apakah sebuah usaha kecil bisa bertahan atau tidak.
Konsolidasi Lintas Struktur
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Fraksi dan Pemerintahan, Gardian Muhammad, menilai konsolidasi lewat workshop ini sebagai momentum penting untuk menyatukan visi organisasi secara menyeluruh. Ia menempatkan acara itu bukan hanya sebagai ruang belajar soal proses verifikasi atau bedah dapil.
“Workshop ini kita tempatkan sebagai momentum konsolidasi organisasi, baik struktur partai ataupun anggota legislatif. Jadi bukan hanya bagaimana kita memahami proses verifikasi partai politik atau melakukan bedah dapil, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menyatukan langkah antara DPP, DPW, DPD, DPC hingga DPRT,” pungkas Gardian.
Dengan menyatukan langkah sejak tingkat pusat hingga ranting, partai berharap instruksi tidak lagi terputus di tengah jalan. Setiap tingkatan struktur disebut punya tugas yang saling mengunci, terutama saat harus menerjemahkan hasil pemetaan menjadi kegiatan yang bisa dilihat warga.