Makassar, SuaraLutim – Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali digaungkan melalui Bazaar Penggalangan Dana yang digelar BPP DOB Luwu Raya di Rumah Makan Saung Cobek, Tamalanrea, Makassar, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang penggalangan dana. Ratusan Wija to Luwu yang hadir memanfaatkannya sebagai ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi dukungan terhadap perjuangan pembentukan daerah otonom baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.
Rangkaian acara juga diisi Lomba Karaoke Sambung Lagu yang memperebutkan hadiah uang tunai. Hiburan tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang dikemas dalam suasana kekeluargaan untuk mempertemukan masyarakat Luwu yang berada di perantauan.
Viral Luwu Timur: Kegiatan Dikemas Sederhana dan Kekeluargaan
Ketua KKLR Sulawesi Selatan sekaligus Koordinator Wilayah Badan Pekerja Pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya, Hasbi Syamsu Ali, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas secara sederhana dan kekeluargaan.
Menurut Hasbi, substansi kegiatan bukan semata-mata mengumpulkan dana. Bazaar juga menjadi kesempatan membangun komunikasi, memperkuat silaturahmi antarsesama Wija to Luwu, dan menyampaikan perkembangan terbaru perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
“Alhamdulillah, respons publik cukup baik. Ratusan yang hadir di acara ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dan kepedulian untuk perjuangan Provinsi Luwu Raya. Dan yang tak kalah penting, kita bisa bersilaturahmi di acara ini,” ujar Hasbi di sela kegiatan, Minggu (13/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Hasbi setelah menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Karaoke Sambung Lagu pada hari kedua pelaksanaan bazaar.
Tokoh KKLR Ajak Wija to Luwu Berkontribusi
Tokoh senior KKLR, Prof Mansyur Ramli, turut hadir pada hari kedua kegiatan. Dalam sambutannya, Mansyur mengajak seluruh Wija to Luwu dan masyarakat Luwu Raya mengambil bagian dalam perjuangan pembentukan provinsi.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi salah satu modal penting untuk menjaga keberlanjutan perjuangan yang telah berlangsung dalam waktu panjang.
“Dukungan seluruh Wija to Luwu dan warga Luwu Raya adalah kunci keberhasilan perjuangan mewujudkan Provinsi Luwu Raya ini. Mari kita berkontribusi yang terbaik untuk cita-cita mulia yang sudah kita perjuangkan sejak lama ini,” ujarnya.
Seruan itu menyasar masyarakat Luwu yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Luwu Timur. Menurut para tokoh, dukungan tidak selalu berbentuk dana, tetapi juga kesediaan menyampaikan gagasan dan menjaga solidaritas antardaerah.
Anggota DPRD Sulsel dan Palopo Ikut Hadir
Sejumlah anggota DPRD Sulawesi Selatan turut hadir, di antaranya Asni, yang juga menjadi penanggung jawab penggalangan dana BPP DOB Provinsi Luwu Raya. Hadir pula Fadriaty AS, Marji Rumpak, dan Marjono.
Kehadiran anggota DPRD Kota Palopo Ely Niang menambah lengkap daftar peserta kegiatan. Keterlibatan wakil rakyat dari beberapa daerah menunjukkan perjuangan ini tidak berdiri di satu wilayah saja.
Dalam perjuangan pembentukan daerah otonom baru, dukungan politik di tingkat provinsi dan pusat menjadi salah satu syarat yang menentukan. Karena itu, kehadiran wakil rakyat pada acara penggalangan dana dipandang penting oleh penyelenggara.