Jejak Kerja Nyata di Luwu Timur
Sinergi akan terasa kosong kalau hanya berhenti pada pernyataan. Karena itu penting melihat apa yang sudah dikerjakan organisasi ini bersama warganya dari tahun ke tahun.
Gerakan Melek Aksara Al-Qur’an
Program Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) menjadi salah satu kegiatan paling terlihat. Di Sorowako, Wahdah Islamiyah Cabang Nuha telah menggelar upgrading pengajar Dirosa dengan tema “Menjadi Pengajar Dirosa yang Profesional dan Inspiratif”, diikuti para pengajar se-Kecamatan Nuha. Materi pelatihan mencakup penguatan tajwid dan tahsin, manajemen halaqah, hingga praktik mengajar bagi orang dewasa.
Kegiatan itu berlanjut dengan munaqosyah atau uji baca Al-Qur’an bagi peserta yang telah menyelesaikan pertemuan pembelajaran. Jejak panjang gerakan ini pernah kami rangkum dalam artikel Wahdah Lutim: Guru Dirosa dan Gerakan Melek Aksara Al-Qur’an.
Ketika Musibah Datang
Wajah lain organisasi ini terlihat saat kebakaran melanda kawasan pemukiman di Sorowako, Rabu (27/8/2025). Sebanyak 49 unit rumah terdampak. Sehari setelahnya, WIZ Luwu Timur bersama Tim Wahdah Peduli Nuha menyalurkan bantuan tahap pertama berupa sembako dan kebutuhan harian di posko induk pemerintah. Relawan Wahdah Peduli Nuha ikut membersihkan puing rumah warga bersama pemerintah, TNI, Polri, dan komunitas lain.
Pola yang sama tergambar dalam penyaluran paket sembako untuk warga dhuafa di Malili: beras, minyak goreng, gula pasir, dan aneka bahan makanan lain diserahkan langsung ke keluarga penerima. WIZ menempatkan bantuan pangan sebagai pintu masuk, kemudian berlanjut ke program pemberdayaan. Rinciannya bisa dibaca pada artikel WIZ Luwu Timur dan Paket Sembako untuk Warga Dhuafa.
Sebagai lembaga amil, WIZ bernaung di bawah SK Kementerian Agama RI No. 511/2019 dan mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana kemanusiaan melalui program dakwah, tahfizh, pendidikan, kemandirian, dan kesehatan, seperti diuraikan di situs resmi WIZ.
Menjaga Keberlanjutan Dakwah
Sebelum Mukerda XI, DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur mengukuhkan 52 pengurus untuk periode 2025–2030 dalam kegiatan di Hotel Duta Inn Sorowako. Pengukuhan itu menandai kerja kepengurusan yang berjenjang, bukan kegiatan sesaat.
Pada akhir September 2026, DPD kembali menggelar Musyawarah Pengurus Harian bersama pimpinan DPC lingkup Luwu Timur: DPC Nuha, Towuti, Malili, Kalaena, dan Tomoni. Forum dua hari itu membahas perampingan struktur, pemerataan penyebaran dai, dan penguatan ekonomi lembaga. Pembahasannya kami ulas dalam artikel Wahdah Islamiyah Luwu Timur Matangkan Program Dakwah.
Dua hal itu menyentuh kebutuhan jangka panjang. Pemerataan dai membuat pembinaan umat tidak menumpuk di wilayah tertentu saja, terutama di kecamatan yang jauh dari pusat kota. Sementara ekonomi lembaga yang lebih sehat diharapkan membuat dai bisa bekerja lebih fokus, tanpa terus dibayangi ketidakpastian biaya operasional dan transportasi.
Yang perlu dipahami warga, timeline dan target yang terukur bukan urusan internal organisasi semata. Kegiatan yang direncanakan dengan jelas lebih mudah dievaluasi, sehingga warga bisa menilai sendiri mana program yang benar-benar berjalan. Untuk organisasi yang bergerak atas partisipasi anggota dan dukungan publik, keterbukaan seperti itu menentukan kepercayaan jangka panjang.
Kepercayaan itu pula yang membuat gerakan sosial di bawah naungannya bisa bergerak cepat. Ketika musibah terjadi, yang dibutuhkan bukan rapat panjang, melainkan relawan yang siap turun dan bantuan yang sampai pada hari-hari pertama. Jejak penyaluran WIZ dan Wahdah Peduli di Luwu Timur memperlihatkan pola itu berulang: dari dapur warga dhuafa, rumah korban kebakaran, sampai pondok pesantren di wilayah pelosok.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Mukerda Wahdah Islamiyah Luwu Timur?
Mukerda adalah musyawarah kerja daerah, forum pengurus untuk mengevaluasi program yang berjalan sekaligus menyusun rencana kerja berikutnya. Mukerda XI berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur pada Sabtu, 17 Januari 2026, dan diikuti sekitar 80 pengurus.
Apa bentuk sinergi dengan pemerintah daerah?
Pemerintah daerah menyebut Wahdah Islamiyah sebagai mitra strategis di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi. Bentuk nyatanya antara lain pelibatan lembaga itu dalam kegiatan daerah serta dukungan agar program dakwah dan sosialnya sejalan dengan agenda pembangunan kabupaten.
Bagaimana warga bisa ikut terlibat?
Warga bisa bergabung lewat kegiatan masjid dan majelis di kecamatan masing-masing, mengikuti program Dirosa, atau menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui WIZ. Untuk penyaluran, pastikan kanal yang digunakan resmi agar dana tepat sasaran.
Sumber
Tekape.co (17 Januari 2026); Luwurayapos.com (17 Januari 2026); Wahdah.or.id — arsip DPD Luwu Timur; WIZ (wiz.wahdah.or.id).
Gambar: Dok. Tekape.co (Mukerda XI DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur).


