Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Harga Nikel Tertekan: Bijih di Bawah HPM, Sorowako Disorot

1 Oktober 2026 • Admin • 33 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Apa artinya bagi tambang Luwu Timur

Bagi Luwu Timur, kaitan paling langsung ada di rantai pasok Sorowako. HPM adalah dasar
penghitungan royalti bijih nikel. Ketika harga transaksi bergerak di bawah HPM — seperti pada
kadar menengah dan rendah saat ini — ruang fiskal daerah ikut terpengaruh, karena Dana Bagi
Hasil minerba dihitung dari penerimaan negara di sektor tersebut.

Perlu dicatat, tidak semua blok tambang di Sulawesi menghadapi situasi yang sama. Laporan
keuangan dan pemberitaan pasar pada September 2026 menyebut alokasi RKAB awal untuk blok Sorowako
disetujui penuh, sedangkan dua blok lain — Pomalaa dan Bahodopi — baru sebagian.
Pasokan dari Luwu Timur karena itu relatif lebih aman, tetapi harga jual di pasar tetap menentukan
nilai setoran. Anggota Komisi XII DPR RI juga meminta pemerintah mempercepat penyelesaian RKAB demi
menjaga pasokan proyek hilirisasi, seperti diberitakan
ANTARA.

Dari sisi industri, dampak penyesuaian harga patokan memang tidak seragam. Perusahaan yang
menjual bijih kadar rendah ke pihak ketiga paling terpapar penurunan HPM limonit, sedangkan pemilik
fasilitas HPAL justru menikmati bahan baku lebih murah. Penambang yang terintegrasi sampai produk
akhir, termasuk yang mengolah bijih kadar tinggi di Sulawesi Selatan, dinilai paling kecil
dampaknya.

Arah kebijakan hilirisasi nasional sendiri masih kuat. APNI dalam diskusi kelompok terfokus di
BRIN (30/9/2026) menyoroti cadangan nikel nasional sekitar 5,3 miliar ton dengan sumber daya 17,4
miliar ton, sehingga rasio cadangan terhadap sumber daya baru sekitar 30 persen. Cadangan terbesar
ada di Sulawesi Tenggara, sekitar 2 miliar ton, dan tersebar pula di Maluku Utara, Sulawesi Tengah,
serta Sulawesi Selatan. Pesannya jelas: tanpa penguatan cadangan, hilirisasi tidak bisa berumur
panjang — dan sebaliknya, harga bijih yang terlalu rendah melemahkan insentif eksplorasi.

Tata Atur
Iklan

Itu sebabnya APNI meminta evaluasi fiskal 3 sampai 6 bulan setelah formula baru berlaku, dengan
membandingkan volume transaksi, HPM, harga jual aktual, royalti per wmt, sampai total PNBP. Ukuran
keberhasilan, kata mereka, bukan hanya harga per ton, melainkan total manfaat yang diterima negara.
Perdebatan yang sama masih berjalan di seputar kepastian kontrak jasa tambang dan tata kelola
pengadaan di daerah, seperti tergambar pada artikel
Tambang Luwu Timur: Aturan Jasa Lokal Wajib Diutamakan.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tekanan tambahan: aturan karbon Eropa

Harga bukan satu-satunya ujian. Sejak fase definitif Mekanisme Penyesuaian Batas Karbon (CBAM)
Uni Eropa berlaku tahun ini, produk antara nikel seperti NPI disebut kehilangan akses ke pasar
Eropa karena jejak karbonnya tinggi — produksi NPI memang bergantung pada pembangkit listrik
captive berbasis batu bara, seperti diuraikan
Bloomberg Technoz
(1/10/2026).

Tren ini penting bagi daerah penghasil. Nilai tambah nikel Indonesia ke depan tidak hanya
ditentukan kuota dan HPM, tetapi juga standar karbon pembeli. Pengembangan produk yang lebih
terintegrasi — seperti pengolahan limonit bernilai tambah di Sorowako yang sudah dimulai,
lihat artikel
Tambang Lutim: Nilai Tambah Limonit Sorowako Dimulai
— menjadi salah satu jawaban, karena produk terintegrasi lebih tahan terhadap gejolak harga
maupun standar lingkungan.

Yang layak dikawal daerah

Sejumlah hal bisa dijaga agar gejolak harga di pasar tidak langsung memukul daerah penghasil
tambang:

  • Transparansi volume dan kadar bijih, karena keduanya menentukan nilai royalti.
  • Keselarasan HPM, HMA, dan sistem e-PNBP supaya tidak ada selisih yang merugikan negara.
  • Ruang bagi jasa dan tenaga kerja lokal dalam rantai pasok tambang, termasuk di kawasan Nuha.
  • Rencana penguatan cadangan dan eksplorasi agar umur industri tetap panjang.

FAQ singkat

Apa maksud harga bijih di bawah HPM? HPM adalah harga patokan yang ditetapkan
pemerintah sebagai dasar penghitungan kewajiban, termasuk royalti. Bila harga transaksi bergerak di
bawah patokan, penambang menerima nilai jual lebih rendah dan basis penerimaan negara ikut
tertekan.

Apakah Sorowako terdampak langsung? Dari sisi kuota, alokasi blok Sorowako pada
RKAB awal dilaporkan disetujui penuh, berbeda dari blok Pomalaa dan Bahodopi. Dampak yang paling
langsung justru ada pada nilai jual bijih dan penerimaan daerah, yang bergerak mengikuti harga
pasar.

Apakah HPM Oktober turun lagi? SMM memperkirakan HPM Oktober lebih rendah karena
HMA telah dikoreksi dua periode berturut-turut, sehingga tekanan harga acuan pada limonit maupun
saprolit berpotensi berlanjut.

Beberapa rincian masih menunggu kepastian resmi, termasuk hasil akhir revisi RKAB 2026 dan
besaran kuota 2027 yang pengajuannya dibuka mulai Oktober. Sampai itu jelas, arah ekonomi tambang di
Luwu Timur bergantung pada dua hal yang saling tarik-menarik: harga yang sedang lemah dan produksi
yang tetap berjalan.

Sumber: SMM/Metal.com (30/9/2026), Media Nikel Indonesia atau nikel.co.id (25/9 dan
28/9/2026), Bloomberg Technoz (1/10/2026), Kementerian ESDM (21/9/2026), ANTARA, serta keterangan
APNI.

Gambar: Kawasan penambangan bijih nikel di Kolaka Utara, Sulawesi (Wikimedia Commons/Marwan Mohamad, CC BY-SA 4.0).

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga