Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Tambang Luwu Timur: HMA Nikel November Turun 2,33 Persen

2 November 2026 • Admin • 34 kali dibaca
ASM Group
Iklan

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Mineral Logam Acuan (HMA) nikel periode pertama November 2026 sebesar US$15.478,67 per dry metric ton (dmt). Angka itu turun US$369 atau 2,33 persen dari periode kedua Oktober 2026 yang berada di US$15.847,67 per dmt. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 409.K/MB.01/MEM.B/2026 yang ditandatangani 30 Oktober 2026 dan berlaku mulai 1 November 2026. Bagi tambang Luwu Timur, angka ini menjadi dasar harga patokan bijih maupun produk olahan sekaligus penentu royalti yang disetor ke negara.

HMA Nikel Turun Tiga Periode Beruntun

Koreksi November melanjutkan tren yang berjalan sejak awal Oktober. Sejak periode kedua September, HMA nikel tidak pernah lagi bergerak naik.

Periode HMA nikel (US$/dmt) Perubahan
September 2026 periode 2 16.698,00 —
Oktober 2026 periode 1 16.322,67 turun 375,33
Oktober 2026 periode 2 15.847,67 turun 475,00
November 2026 periode 1 15.478,67 turun 369,00

Secara akumulatif, HMA nikel sudah kehilangan sekitar US$1.219 per dmt atau sekitar 7,3 persen dalam tiga periode penetapan terakhir. Penurunan itu terjadi ketika harga logam nikel di pasar global masih tertahan di kisaran US$15.000 per ton, jauh di bawah puncak tahun ini.

Komoditas lain dalam keputusan yang sama juga bergerak turun: HMA kobalt US$37.194 per dmt, bijih besi US$1,31 per dmt, dan bijih krom US$6,37 per dmt. Di sisi batu bara, Harga Batubara Acuan kalori tinggi 6.322 kcal/kg GAR turun ke US$125,60 per ton dari US$126,81, sedangkan kalori 5.300 kcal/kg GAR naik ke US$97,85 dari US$93,62 per ton.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

HPM Bijih Nikel Ikut Terkoreksi

Penurunan HMA langsung merambat ke Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel. Mengacu tabel HPM periode pertama November, harga acuan bijih kadar 1,2 persen Ni ditetapkan US$21,84 per wmt atau turun US$0,60.

Kadar bijih HPM November P1 (US$/wmt) Perubahan
Ni 1,2 persen 21,84 turun 0,60
Ni 1,3 persen 43,40 turun
Ni 1,4 persen 48,59 turun
Ni 1,5 persen 52,92 turun 1,56
Ni 1,6 persen 57,44 turun 1,67

Polanya konsisten: semakin tinggi kadar nikel, semakin besar koreksi nominalnya. Bijih saprolit kadar tinggi yang menjadi umpan smelter pirometalurgi terkena penurunan lebih dalam dibanding limonit kadar rendah yang dipakai fasilitas high pressure acid leach.

Perhitungan HPM kini memakai formula yang diperluas lewat Kepmen ESDM Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026, yang memasukkan kandungan besi, kobalt, dan krom serta kadar air. Formula itu disempurnakan Kepmen ESDM Nomor 363.K/MB.01/MEM.B/2026 yang berlaku 15 September 2026, dengan corrective factor 14 persen untuk bijih kadar Ni 1,2 persen atau lebih rendah.

Dewan Penasihat Bidang Pertambangan DPP Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Djoko Widajatno Soewanto, sebelumnya mengingatkan bahwa penurunan HPM tidak otomatis mendorong penyerapan bijih. Kepada Media Nikel Indonesia (nikel.co.id) pada 25 September 2026 ia menilai penerimaan negara berpotensi ikut tertekan karena kuota diperkecil dan kemampuan beli smelter rendah.

Tambang Luwu Timur dan Margin yang Menipis

Di Blok Sorowako, harga acuan tidak hanya memengaruhi nilai bijih. Produk utama PT Vale Indonesia Tbk adalah nikel matte, yang harga patokannya dihitung dari HMA dengan faktor 78 persen dikali jumlah persentase nikel dan kobalt. Setiap koreksi HMA karena itu langsung masuk ke perhitungan nilai jual matte.

Data kuartal III 2026 memperlihatkan tekanannya. Harga realisasi matte tercatat US$14.053 per ton, turun dari US$14.765 per ton pada kuartal II. Sementara biaya tunai naik dari US$10.005 per ton menjadi US$10.404 per ton, sehingga selisih harga realisasi dan biaya tunai menyusut sekitar 23 persen menjadi sekitar US$3.649 per ton.

Dari sisi volume, produksi matte sembilan bulan pertama 2026 mencapai 48.114 ton: 13.620 ton pada kuartal I, 16.153 ton pada kuartal II, dan 18.341 ton pada kuartal III. Angka itu setara sekitar 71 persen dari target tahun ini 67.645 ton, dengan kuartal III menjadi periode terkuat. Produksi 2025 tercatat 72.027 ton.

Kinerja keuangan masih positif. Pendapatan kuartal III mencapai US$353 juta dan akumulasi Januari–September US$896 juta atau tumbuh 27 persen, dengan laba bersih kuartal III US$147 juta. Namun, dengan harga acuan yang terus turun, menjaga margin pada kuartal IV akan bergantung pada volume penjualan dan disiplin biaya.

Sorowako berpegang pada Izin Usaha Pertambangan Khusus sampai 28 Desember 2035 dengan rencana pascatambang Tanamalia pada 2029. Proyek HPAL di Malili ditargetkan mengolah 11,5 juta wmt limonit per tahun menjadi 60.000 ton mixed hydroxide precipitate, didukung pembangkit listrik tenaga air 365 megawatt yang sebagian dialirkan ke PLN untuk warga Luwu Timur. Serapan tenaga kerja tercatat 1.088 orang dengan 85 persen di antaranya dari daerah sekitar.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga