Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Tambang Luwu Timur: HMA Nikel November Turun 2,33 Persen

2 November 2026 • Admin • 34 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Royalti dan PNBP Saat Harga Acuan Turun

Sektor nikel menyumbang sekitar Rp21 triliun penerimaan negara bukan pajak hingga 31 Agustus 2026, naik dari sekitar Rp10 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan itu terjadi meski harga melemah, terutama karena perbaikan kepatuhan dan struktur produk yang dijual.

Tren tiga periode terakhir memberi sinyal berbeda. Jika harga acuan turun sementara volume tidak bertambah, nilai royalti per ton ikut mengecil. Pemerintah menempatkan HPM sebagai instrumen kebijakan, bukan sekadar cermin pasar, sehingga perubahan formula dan penetapan kuota menjadi dua sisi yang saling memengaruhi.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

Tata Atur
Iklan

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Kuota 2027 dan Bayangan Surplus 750.000 Ton

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno mengungkapkan kelebihan pasokan logam nikel di London Metal Exchange dan Shanghai Futures Exchange mencapai sekitar 750.000 ton. Angka itu, seperti dikutip CNBC Indonesia, menjadi pertimbangan penyusunan kuota bijih nikel untuk RKAB 2027.

Kuota RKAB 2026 hasil revisi ditetapkan 290 juta sampai 300 juta ton, dan kuota 2027 berpotensi lebih rendah. Pengajuan RKAB 2027 dibuka 1 Oktober hingga 15 November 2026, sementara pembahasan teknisnya berlangsung di Minerba Convex 2026 pada 2–3 November, termasuk layanan klinik RKAB jelang tenggat 2027.

Sudut pandang pasar terhadap stok berlebih sebelumnya juga dibahas dalam artikel harga nikel tertekan stok 750.000 ton, yang menandai titik balik kebijakan kuota tahun ini.

Yang Perlu Dicermati Pelaku Usaha Daerah

Di tingkat hulu, harga spot bijih nikel dalam negeri terus melemah. Data Shanghai Metals Market pada pekan keempat Oktober, sebagaimana dilaporkan nikel.co.id, menunjukkan limonit kadar 1,2 dan 1,3 persen turun US$1 per wmt, saprolit kadar 1,4 persen turun US$4,7, kadar 1,5 persen turun US$6, dan kadar 1,6 persen turun US$6,3 per wmt.

Karena HPM dan harga spot bergerak dengan kecepatan berbeda, selisih keduanya menjadi ruang negosiasi antara penambang dan smelter. Perusahaan perlu memastikan kontrak November memakai periode HPM yang tepat, karena angka 1 November tidak berlaku untuk transaksi paruh kedua bulan itu. Tekanan ini juga terasa pada anggaran kontraktor dan pemasok jasa pertambangan lokal yang bekerja dengan volume lebih kecil.

FAQ

Apa itu HMA nikel dan mengapa penting bagi Luwu Timur?

HMA adalah harga mineral logam acuan yang ditetapkan Kementerian ESDM dua kali sebulan berdasarkan rata-rata harga nikel di LME. Angka ini menjadi dasar HPM bijih dan produk olahan, sehingga memengaruhi nilai jual, royalti, dan penerimaan daerah.

Berapa HMA nikel periode pertama November 2026?

HMA nikel ditetapkan US$15.478,67 per dmt, turun US$369 atau 2,33 persen dari periode kedua Oktober 2026 sebesar US$15.847,67 per dmt.

Apakah penurunan ini langsung menurunkan produksi tambang?

Tidak otomatis. Produksi ditentukan kuota RKAB, kemampuan smelter menyerap bijih, dan keekonomian tiap operasi. Harga acuan lebih dulu memengaruhi nilai jual dan margin, seperti tergambar dalam artikel proteksi baja nirkarat dunia.

Sumber: Keputusan Menteri ESDM Nomor 409.K/MB.01/MEM.B/2026 tanggal 30 Oktober 2026; MocoDigital, 1 November 2026; Bisnis.com, 1 November 2026 (HMA dan HBA); CNBC Indonesia, 29 Oktober 2026; Media Nikel Indonesia, 25 September dan 28 Oktober 2026; ANTARA News Sulawesi Tenggara, 30 Oktober 2026.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar tambang Luwu Timur ada di kanal tambang Luwu Timur.

Gambar: Dok. ANTARA (arsip 30 Oktober 2026).

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga