Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: IHSG Anjlok 2,59 Persen, Energi Terdalam

12 Oktober 2026 • zul • 30 kali dibaca
Gedung Bursa Efek Indonesia tempat perdagangan saham berlangsung
Bursa Efek Indonesia, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Pergerakan Emiten di Tengah Tekanan

Di tengah koreksi pasar, sejumlah saham tetap berhasil menguat. PT Bhineka Inovasi Ketahanan
Energi Tbk menjadi pemenang teratas setelah sahamnya melesat 24,77 persen. Saham TFCO naik
24,76 persen dan ZONE menguat 24,62 persen. Kenaikan itu umumnya terkait aksi korporasi masing
masing emiten.

Sebaliknya, beberapa saham mencatat penurunan paling dalam. CCSI dan MBSS turun 15 persen.
Saham MAPB melemah 14,98 persen dan PTRO turun 14,95 persen. Pola ini menunjukkan pemodal lebih
memilih saham dengan cerita spesifik daripada mengikuti arah indeks secara keseluruhan.

Kondisi pasar yang bergejolak membuat strategi manajemen risiko menjadi penting. Elandry
menyarankan investor mencermati saham di sektor keuangan serta emiten yang terpengaruh dinamika
harga minyak mentah. Namun, ia mengingatkan agar valuasi, fundamental, dan level support setiap
saham tetap diperhitungkan sebelum mengambil keputusan.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Prospek Jangka Pendek

Elandry memproyeksikan IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan jika tekanan jual asing
belum surut. Risiko itu juga bergantung pada apakah batas bawah harga sudah terbentuk dengan
kuat. Meski begitu, ia menilai penurunan hari ini belum tentu menjadi awal tren penurunan jangka
panjang. Penilaian itu disampaikannya saat pasar masih bergejolak.

Analis lain sebelumnya memperkirakan IHSG bergerak pada rentang 5.850 sampai 6.400 sepanjang
Oktober 2026. Proyeksi itu disusun dengan asumsi rupiah mampu stabil di sekitar Rp18.000 per
dolar Amerika Serikat. Jika level tersebut berubah menjadi titik awal pelemahan, investor asing
berpotensi mengurangi eksposur lebih jauh.

Untuk menyikapi volatilitas, Elandry menyarankan akumulasi bertahap. Ia menilai investor
sebaiknya tidak terburu-buru melakukan pembelian saat harga jatuh. Konfirmasi pembalikan arah
dinilai lebih penting daripada mengejar harga murah. Pendekatan itu dianggap lebih aman pada
pasar yang belum menemukan titik stabil.

Apa yang Diketahui

IHSG ditutup melemah 2,59 persen ke level 5.936,15 pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026.
Seluruh sektor saham IDX-IC berakhir di zona merah dengan sektor energi turun paling dalam,
yaitu 5,88 persen. Sebanyak 602 saham melemah, 114 menguat, dan 77 stagnan dengan nilai transaksi
Rp13,74 triliun.

Faktor pendorongnya adalah sentimen global berupa kebijakan suku bunga The Fed, imbal hasil
surat utang Amerika Serikat, dan risiko geopolitik. Dari dalam negeri, pelemahan rupiah serta
aksi jual bersih investor asing menekan indeks. Sepanjang September 2026, penjualan bersih asing
tercatat Rp10,24 triliun.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Belum dapat dipastikan apakah pelemahan ini berlanjut menjadi tren jangka panjang. Analis
masih menunggu apakah batas bawah indeks terbentuk dengan kuat. Besaran aliran dana asing pada
hari perdagangan berikutnya juga belum tersedia. Angka itu biasanya dirilis setelah sesi
perdagangan ditutup.

Pemerintah dan otoritas pasar belum mengeluarkan pernyataan khusus soal koreksi kali ini.
Belum ada pula kebijakan baru yang disiapkan untuk merespons arus keluar dana asing. Semua
perkembangan itu masih menunggu data perdagangan hari berikutnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa penurunan IHSG pada 12 Oktober 2026?

IHSG turun 2,59 persen ke level 5.936,15 pada penutupan perdagangan Senin. Indeks LQ45 ikut
melemah 1,62 persen ke posisi 591,93.

Sektor apa yang paling tertekan?

Sektor energi turun paling dalam dengan koreksi 5,88 persen, diikuti sektor industri 5,20
persen dan infrastruktur 4,72 persen.

Apa penyebab utama pelemahan IHSG hari ini?

Kombinasi sentimen global seperti kebijakan suku bunga The Fed dan risiko geopolitik, ditambah
pelemahan rupiah serta aksi jual bersih investor asing di dalam negeri.

Sumber lengkap artikel ini dapat dibaca di
Katadata Databoks,
Media Indonesia,
Bloomberg Technoz, dan
ANTARA News.
Berita viral lain dari dalam negeri bisa dibaca di
kanal Viral Nusantara SuaraLutim, sedangkan
artikel ekonomi sebelumnya ada di
laporan bantuan subsidi upah.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga