Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Karhutla Gunung Latimojong Meluas

18 Oktober 2026 • zul • 34 kali dibaca
Lanskap kawasan Gunung Latimojong di Sulawesi Selatan pada pagi berkabut
Hamka Rasufit, CC0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Asap Karhutla Terdeteksi di Atmosfer Jakarta

Dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya terasa di sekitar lokasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan lapisan asap karhutla sempat terdeteksi berada di atmosfer wilayah Jakarta. Asap itu berada di lapisan atmosfer, bukan di permukaan.

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya peta yang menunjukkan warna merah di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG menjelaskan makna warna pada peta itu agar tidak menimbulkan salah tafsir. Masyarakat diminta membaca informasi cuaca dari sumber resmi.

Asap dari kebakaran hutan dan lahan tahun ini juga sempat mengganggu sejumlah aktivitas, termasuk penerbangan. Pembahasan soal kabut asap kiriman lintas negara muncul kembali di kawasan. Riwayat serupa pernah kami bahas dalam artikel tentang kabut asap karhutla yang mengganggu penerbangan dan asap karhutla yang menyelimuti Malaysia.

MUI dan Malaysia Soroti Penanganan Karhutla

Majelis Ulama Indonesia mendesak pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan. MUI menilai karhutla mengancam keselamatan jiwa dan lingkungan. Seruan itu disampaikan dengan bahasa yang cukup keras melalui kanal resmi organisasi.

Tata Atur
Iklan

Dari Malaysia, Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengusulkan kerja sama tingkat ASEAN untuk menangani kabut asap akibat karhutla di Indonesia. Ia menyatakan kesiapannya membantu penanganan asap lintas batas. Usulan itu menegaskan bahwa dampak karhutla tidak berhenti di batas negara.

Sejumlah pengamat menilai penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas instansi dan lintas daerah. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga aparat di lapangan harus bergerak dengan data yang sama. Tanpa itu, penanganan titik api cenderung berulang setiap tahun.

Apa yang Diketahui

Sampai laporan ini disusun, kebakaran di kawasan Gunung Latimojong sudah berlangsung tujuh hari dan belum padam. Api menyebar di jalur merah melalui Dusun Angin-angin dan mencapai pos 4, pos 5, serta pos 6. Titik paling parah dilaporkan berada di pos 5.

Jalur pendakian Gunung Latimojong masih ditutup untuk umum. Penutupan berlaku sejak akhir Agustus 2026 dan belum ada jadwal pembukaan. Camat Buntu Batu menegaskan penutupan bersifat sementara dan bergantung pada kondisi lapangan.

Warga sekitar menolak pembukaan jalur selama musim kemarau. Pemerintah daerah menilai risiko bagi pendaki masih tinggi bila jalur dibuka sekarang. Seruan percepatan penanganan juga datang dari MUI dan dorongan kerja sama lintas negara dari Malaysia.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Penyebab pasti kebakaran di kawasan Gunung Latimojong belum diumumkan secara resmi oleh instansi berwenang. Belum ada keterangan apakah kebakaran dipicu aktivitas manusia atau faktor alam. Informasi itu perlu menunggu hasil pemeriksaan pihak terkait.

Luas area yang terbakar juga belum dinyatakan dengan angka pasti oleh pemerintah daerah. Laporan yang beredar menyebut penyebaran api ke beberapa pos, tetapi belum ada data luas dalam satuan hektare. Jumlah itu biasanya dirilis setelah penghitungan bersama di lapangan.

Belum ada pula keterangan resmi soal jumlah personel pemadaman yang dikerahkan khusus untuk peristiwa ini. Upaya pemadaman disebut terus dilakukan, namun rincian operasinya belum dipublikasikan. Kami akan memperbarui informasi bila ada pernyataan resmi berikutnya.

Berapa lama kebakaran di Gunung Latimojong berlangsung?

Berdasarkan keterangan pemandu dan laporan media, api sudah masuk hari ketujuh hingga 18 Oktober 2026 dan belum berhasil dipadamkan. Kobaran api dilaporkan terus meluas ke sejumlah pos pendakian di jalur merah.

Apakah jalur pendakian Gunung Latimojong sudah dibuka?

Belum. Jalur pendakian masih ditutup sejak akhir Agustus 2026. Camat Buntu Batu menyebut penutupan bersifat sementara dan belum ada jadwal pembukaan resmi.

Apa penyebab kebakaran di kawasan tersebut?

Penyebab pasti belum diumumkan secara resmi. Warga dan pemerintah setempat menyoroti kondisi hutan yang sangat kering selama musim kemarau sehingga api mudah menyebar.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga