Senin, 2 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: Binance Kembali Buka Penarikan Usai Diretas

1 November 2026 • zul • 26 kali dibaca
Ilustrasi koin Bitcoin fisik di atas keyboard laptop
Satheesh Sankaran, CC BY 2.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Respons pemerintah Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahnya belum yakin Korea Utara terlibat. Dalam pernyataan lewat akun resmi Gedung Putih di platform X, ia menyebut bila keterlibatan itu terbukti, pemerintah akan berbicara dengan Korea Utara. Pernyataan itu belum disertai langkah konkret.

Sejumlah analis menilai peretasan ini sebagai salah satu pencurian keuangan terbesar yang pernah terjadi. Angka 6,3 miliar dolar melampaui banyak kasus peretasan bursa sebelumnya, termasuk insiden besar yang menimpa bursa lain pada 2025. Perbandingan itu dipakai untuk menekankan skala, bukan untuk menyimpulkan pelakunya.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Tata Atur
Iklan

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Skala pengguna dan aset yang dikelola

Binance memiliki 335 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia. Berdasarkan laporan tahunan 2025, perusahaan mengelola aset nasabah sekitar 162,8 miliar dolar Amerika Serikat. Angka itu menjelaskan mengapa gangguan selama beberapa hari langsung menjadi berita global.

Data TRM Labs menyebut tahun lalu peretas mencuri aset kripto senilai 2,9 miliar dolar dalam hampir 150 serangan. Angka tersebut menunjukkan bahwa peretasan bukan peristiwa tunggal, melainkan pola yang berulang dengan target berpindah-pindah.

Pelajaran bagi pengguna di Indonesia

Kasus ini menegaskan satu hal sederhana: aset di bursa terpusat bergantung pada keputusan dan kemampuan perusahaan. Pengguna tidak bisa memeriksa cadangan secara langsung, hanya bisa membaca laporan yang disediakan. Karena itu, memecah penyimpanan ke beberapa tempat menjadi pilihan yang banyak disarankan.

Pengalaman serupa pernah terjadi lebih dekat, ketika bursa dalam negeri menghentikan transaksi usai serangan siber. Peristiwa itu dibahas dalam artikel Indodax setop transaksi usai serangan siber. Pola persoalannya mirip, meski skalanya jauh lebih kecil.

Selain cadangan aset, pengguna perlu waspada pada tautan dan aplikasi pihak ketiga. Sebelumnya, celah pada tautan berbagi percakapan AI juga sempat menjadi sorotan, seperti diulas dalam artikel tautan share ChatGPT bisa bajak sesi akun. Dua kasus itu menunjukkan bahwa titik lemah keamanan sering berada di kebiasaan pengguna, bukan hanya di server perusahaan.

Apa yang diketahui sejauh ini

Binance mengalami peretasan dengan kerugian sekitar 6,3 miliar dolar Amerika Serikat pada 29 Oktober 2026. Perusahaan menutup penarikan, membeli token pengganti, dan menyatakan sekitar 90 persen kerugian sudah tertutup per 31 Oktober. Penarikan dibuka bertahap pada 1 November.

Dana internal yang disisihkan sekitar 6,34 miliar dolar, berasal dari SAFU, Futures Insurance Fund, dan kas perusahaan. Sekitar 3 miliar dolar aset sudah dibekukan bersama mitra. FBI menuding unit TraderTraitor yang dikaitkan dengan Korea Utara, sementara pemerintah Amerika Serikat menyatakan belum yakin.

Kerugian dialami pengguna di seluruh dunia, termasuk di negara yang tidak memiliki hubungan langsung dengan bursa tersebut. Binance menyatakan pengguna tidak akan menanggung dampak finansial dari insiden ini.

Apa yang belum terkonfirmasi

Belum ada konfirmasi resmi soal jumlah pengguna di Indonesia yang terdampak. Belum ada pula rincian token mana saja yang masih dalam proses pembelian ulang. Binance hanya menyebut kelompok token dengan likuiditas rendah.

Keterlibatan Korea Utara masih berupa tuduhan FBI dan penilaian perusahaan analisis, bukan putusan pengadilan. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan belum memastikan, dan Korea Utara membantah memakai unit siber negara. Status hukum pelaku karena itu masih terbuka.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah dana pengguna Binance hilang?

Perusahaan menyatakan saldo pengguna tetap diakui dan kerugian ditanggung perusahaan. Yang dipulihkan bukan dana curian, melainkan aset pengganti yang dibeli di pasar. Sekitar 90 persen nilai aset sudah diganti per 31 Oktober.

Mengapa penarikan dibuka bertahap?

Pembukaan bertahap memberi ruang bagi Binance menyelesaikan pemeriksaan keamanan dan menyiapkan likuiditas untuk aset yang belum sepenuhnya diganti. Tahap pertama mencakup 15 jenis aset, termasuk Bitcoin dan Ether.

Apakah peretasan ini terkait Korea Utara?

FBI menuding unit TraderTraitor, sementara TRM Labs dan Chainalysis menyebut pola serangan mirip kasus sebelumnya. Namun pemerintah Amerika Serikat menyatakan belum yakin dan Korea Utara membantah. Tuduhan itu belum berstatus fakta hukum.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga