Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Politik Nasional: 62,2 Persen Setuju Reshuffle Kabinet

18 Oktober 2026 • zul • 25 kali dibaca
Istana Negara, Jakarta, tempat pelantikan pejabat Kabinet Merah Putih
DPRD Kabupaten Indramayu, Public domain, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Politik nasional kembali menjadi perbincangan setelah Parameter Politik Indonesia (PPI) merilis hasil survei dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebanyak 62,2 persen responden menyatakan setuju bila Presiden Prabowo Subianto merombak menteri di Kabinet Merah Putih. Sebanyak 14,7 persen responden menolak, sedangkan 23,1 persen memilih tidak menjawab atau tidak tahu.

Politik Nasional: 62,2 Persen Responden Setuju Reshuffle

Angka itu disampaikan Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno dalam peluncuran Survei Nasional bertajuk Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Minggu (18/10/2026). Temuan tersebut menunjukkan aspirasi perombakan kabinet masih mendapat dukungan mayoritas, meski tidak semua warga memiliki sikap.

Menurut laporan ANTARA, pertanyaan soal reshuffle ditempatkan sebagai bagian dari evaluasi kinerja pemerintahan. PPI tidak merinci menteri mana yang diminta diganti oleh responden. Lembaga itu juga tidak menyebut alasan paling dominan di balik jawaban setuju.

Hasil serupa pernah muncul dalam sejumlah survei sebelumnya, tetapi angka kali ini dirilis tepat menjelang dua tahun masa pemerintahan. Bagi publik, temuan ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal ketidakpuasan yang mengumpul, bukan sebagai perintah politik yang mengikat presiden.

Tata Atur
Iklan

Kepuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Survei yang sama juga mengukur kepuasan terhadap kinerja pemerintah secara umum. Sebanyak 65,4 persen responden menyatakan puas, sedangkan 32,5 persen menyatakan tidak puas dan 2,1 persen tidak menjawab. Rinciannya, 6,8 persen sangat puas, 58,6 persen puas, 25,7 persen tidak puas, dan 6,8 persen sangat tidak puas.

Untuk kinerja Presiden Prabowo, total responden yang puas mencapai 65,2 persen dan yang tidak puas 28,1 persen. Sebanyak 6,7 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan itu. Data lengkapnya dipaparkan dalam laporan detikcom pada hari yang sama.

Kombinasi angka kepuasan yang cukup tinggi dan dukungan reshuffle yang juga besar memberi gambaran yang tidak sepenuhnya bertentangan. Warga bisa menilai pemerintah bekerja cukup baik secara umum, tetapi tetap ingin ada penyegaran pada posisi yang dianggap kurang sigap.

PPI mencatat bahwa pertanyaan kepuasan memakai skala empat pilihan, dari sangat puas hingga sangat tidak puas. Pilihan tidak tahu dan tidak menjawab dipisahkan agar tidak mengaburkan proporsi sikap warga. Cara ini membuat hasilnya lebih mudah dibaca per kelompok jawaban.

Metodologi Survei dan Batas Tafsirnya

Survei dilakukan pada 26 September sampai 6 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka. Jumlah responden 1.200 orang yang tersebar di 38 provinsi, dengan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen.

Dengan rentang galat sebesar itu, selisih beberapa poin persen antar kandidat tidak selalu bermakna. Namun jarak antara kelompok yang setuju dan tidak setuju reshuffle cukup lebar, yaitu 62,2 persen berbanding 14,7 persen. Selisih itu jauh melampaui batas galat survei.

Survei opini juga tidak sama dengan hasil pemilu atau keputusan presiden. Angka ini merekam sikap pada satu periode, bukan ramalan tentang kapan dan siapa yang akan diganti. Pembacaan yang terlalu jauh bisa membuat publik kecewa bila kenyataan bergerak lain.

Selain itu, pertanyaan tentang reshuffle bersifat umum dan tidak menyebut nama. Responden yang setuju belum tentu sepakat pada satu nama menteri tertentu. Karena itu, temuan ini lebih aman dibaca sebagai arah suasana politik ketimbang peta pergantian kursi kabinet.

Nama dengan Nilai Kinerja Tertinggi

PPI juga meminta responden menilai menteri dan pejabat negara dengan kinerja paling baik. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berada di urutan pertama dengan 15,4 persen, disusul Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya 14,5 persen dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir 6,0 persen.

Posisi berikutnya diisi Menteri Sosial Saifullah Yusuf 4,5 persen, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia 3,2 persen, dan Menteri Perumahan Rakyat Maruarar Sirait 2,1 persen. Setelah itu ada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 1,5 persen dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan 1,1 persen.

Dua nama terakhir dalam daftar sepuluh besar adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi 0,9 persen dan Menteri Investasi serta Hilirisasi Rosan Roeslani 0,8 persen. Sebaran angka ini menunjukkan tidak ada satu pejabat yang dominan di mata responden.

Rincian tersebut dilaporkan CNN Indonesia dengan menekankan posisi Erick Thohir di tiga besar. Namun perlu dicatat, pertanyaan tentang pejabat berkinerja terbaik berbeda dari pertanyaan tentang siapa yang layak diganti.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga