Rekam Jejak Reshuffle Kabinet Merah Putih
Prabowo telah beberapa kali merombak susunan kabinet sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. ANTARA mencatat sembilan gelombang perombakan hingga 15 Oktober 2026, mencakup menteri, wakil menteri, pejabat kepresidenan, pimpinan lembaga, serta pejabat tinggi TNI dan Polri.
Pada 1 Oktober 2026, sejumlah posisi strategis berubah, termasuk Kursi Kapolri yang beralih dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto. Bahlil Lahadalia juga dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sementara Sugiono menjadi Menko PMK.
Perombakan itu sempat memunculkan spekulasi politik yang lebih luas, termasuk dugaan upaya menjauhkan orang-orang Presiden ke-7 RI Joko Widodo dari pemerintahan. Pemerintah membantah tafsir tersebut dan menyebut pergantian sebagai hal biasa dalam organisasi.
Riwayat itu menjelaskan mengapa pertanyaan soal reshuffle tetap relevan bagi responden. Kabinet yang sudah sering berubah membuat publik punya pengalaman langsung untuk menilai apakah perombakan berikutnya akan membawa perbaikan atau hanya memindahkan masalah.
Sebelumnya, Presiden juga pernah mengumpulkan sejumlah menteri dalam pertemuan di Bogor, seperti tercatat dalam laporan Politik Nasional: Prabowo Kumpulkan Kabinet di Bogor. Riwayat perombakan pada Oktober juga dibahas dalam artikel Politik Nasional: Prabowo Reshuffle, Kepala BNPB Diganti.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Apa Arti Angka Ini bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran
Dukungan 62,2 persen memberi ruang politik bagi presiden untuk merombak tanpa terlihat menuruti tekanan oposisi. Sebaliknya, angka kepuasan 65,4 persen juga bisa dipakai untuk mempertahankan susunan yang ada. Dua angka itu bisa dibaca sesuai kepentingan masing-masing pihak.
Yang lebih penting adalah isu yang menyertai kepuasan dan ketidakpuasan. Survei ini tidak merinci masalah mana yang paling mendorong keinginan reshuffle. Tanpa rincian itu, pemerintah hanya tahu ada aspirasi perubahan, tetapi belum tentu tahu bagian mana yang paling mendesak.
Pembacaan yang sehat adalah memakai survei sebagai peta awal, lalu melengkapinya dengan data lapangan seperti harga pangan, lapangan kerja, dan kualitas layanan publik. Kombinasi itu lebih berguna daripada bertengkar soal satu atau dua poin persen.
Bagi publik, hasil ini juga menjadi pengingat bahwa evaluasi dua tahun bukan hanya soal siapa duduk di kabinet. Yang menentukan dalam jangka panjang adalah apakah kebijakan berjalan dan apakah keluhan warga dijawab dengan langkah nyata.
Hal yang Perlu Dibaca Hati-Hati
Angka 23,1 persen responden yang tidak menjawab pertanyaan reshuffle cukup besar. Kelompok ini bisa berarti belum menentukan sikap, tidak mengenal nama menteri, atau enggan menilai. Survei tidak memilah alasan di baliknya.
Pertanyaan tentang pejabat berkinerja terbaik juga menghasilkan angka yang tersebar kecil. Dengan 15,4 persen sebagai nilai tertinggi, tidak ada nama yang benar-benar dominan. Klaim bahwa satu pejabat paling disukai publik perlu dibaca dengan hati-hati.
Karena itu, hasil PPI paling tepat diposisikan sebagai bahan diskusi publik dan masukan bagi pemerintah. Ia bukan vonis, bukan pula jaminan bahwa reshuffle akan terjadi dalam waktu dekat.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Berapa persen responden yang setuju reshuffle kabinet?
Sebanyak 62,2 persen responden menyatakan setuju, 14,7 persen tidak setuju, dan 23,1 persen tidak menjawab atau tidak tahu. Angka itu berasal dari survei PPI yang dirilis 18 Oktober 2026.
Berapa jumlah responden dan kapan survei dilakukan?
Survei melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi dan digelar pada 26 September sampai 6 Oktober 2026. Metodenya wawancara tatap muka dengan multistage random sampling dan margin of error sekitar 2,83 persen.
Apakah survei ini berarti reshuffle pasti terjadi?
Tidak. Survei hanya merekam sikap publik pada satu periode. Keputusan perombakan kabinet tetap berada di tangan presiden dan tidak terikat pada hasil jajak pendapat.
Baca juga
- Berita Indonesia: Bus Pariwisata Kecelakaan di Tol Ngawi
- Berita Viral: Kebakaran di Pangkalan Militer Kanada
- Viral Hari Ini: Truk Tabrak Peziarah Kuil di Gwalior
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.


